Apa Itu Jadug dan Ilmu Jadug
Apa Itu Jadug dan Ilmu Jadug?
Memahami Konsep dan Sistem Pemberdayaan Diri Berbasis Kesadaran Nusantara Modern
Jadug adalah ilmu pemberdayaan diri berbasis kesadaran Nusantara modern yang bertujuan membangun ketahanan diri secara menyeluruh—fisik, mental, batin, dan energi—melalui proses pembinaan yang bertahap, beretika, dan bertanggung jawab.
Pengantar
Istilah Jadug sering kali dipahami secara sempit sebagai kemampuan fisik atau ketahanan tubuh. Dalam berbagai cerita dan pertunjukan, Jadug kerap dikaitkan dengan kebal, kekuatan luar biasa, atau kemampuan menahan rasa sakit. Pemahaman seperti ini tidak sepenuhnya salah, namun tidak utuh.
Dalam konteks NAQSDNA, Jadug dipahami secara lebih luas dan mendalam—bukan sekadar kemampuan, melainkan cara memandang dan membangun kekuatan diri berbasis kesadaran. Dari sinilah kemudian lahir istilah Ilmu Jadug, sebagai sistem yang menyusun dan mengembangkan konsep Jadug agar dapat dipelajari secara bertanggung jawab.
Jadug sebagai Konsep
Jadug adalah konsep. Ia menjelaskan cara pandang terhadap kekuatan diri.
Sebagai konsep, Jadug memandang bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada tubuh, tetapi juga pada:
- Kesadaran diri
- Stabilitas emosi
- Kejernihan pikiran
- Kedewasaan batin
- Etika dalam bertindak
Dalam konsep Jadug, kekuatan tidak diukur dari kemampuan menyerang atau mendominasi, melainkan dari kemampuan menjaga diri, mengelola respons, dan tetap sadar dalam berbagai situasi kehidupan.
Karena itu, Jadug bukan tujuan instan, bukan pula sarana pamer kemampuan. Jadug adalah kerangka berpikir tentang bagaimana manusia membangun ketahanan diri secara utuh dan bertanggung jawab.
Ilmu Jadug sebagai Sistem
Jika Jadug adalah konsep, maka Ilmu Jadug adalah sistemnya.
Ilmu Jadug merupakan sistem pemberdayaan diri berbasis kesadaran yang:
- Menyusun konsep Jadug secara terstruktur
- Mengembangkan proses pembinaan diri secara bertahap
- Menempatkan etika dan tanggung jawab sebagai fondasi
- Menjaga agar penguatan diri berjalan aman dan seimbang
Melalui Ilmu Jadug, konsep Jadug tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat dipelajari, dipahami, dan diterapkan secara sadar tanpa terjebak pada sensasi, klaim instan, atau praktik yang membahayakan.
Hubungan Jadug dan Ilmu Jadug
Hubungan keduanya dapat diringkas sebagai berikut:
- Jadug → konsep / gagasan dasar
- Ilmu Jadug → sistem pembinaan dan pengajaran
Dalam konteks NAQSDNA, Jadug dan Ilmu Jadug tidak dipisahkan, tetapi juga tidak disamakan. Keduanya saling melengkapi.
Tanpa konsep Jadug, Ilmu Jadug kehilangan arah. Tanpa Ilmu Jadug, konsep Jadug tidak memiliki sistem pembelajaran yang bertanggung jawab.
Jadug, Ilmu Kebal, dan Kesalahpahaman Umum
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap Jadug identik dengan ilmu kebal. Dalam pemahaman Ilmu Jadug, kebal bukan tujuan utama, melainkan efek samping dari proses penguatan diri yang dijalani dengan kesadaran.
Ilmu Jadug tidak mengajarkan:
- Pencarian sensasi
- Pengujian kemampuan secara sembrono
- Klaim hasil instan
Sebaliknya, Ilmu Jadug menekankan:
- Proses bertahap
- Kesadaran tubuh dan batin
- Pemahaman batas kemampuan
- Etika penggunaan kekuatan
Relevansi Jadug dan Ilmu Jadug di Kehidupan Modern
Di era modern, tantangan hidup lebih banyak bersifat psikologis dan emosional. Tekanan kerja, konflik sosial, ketidakpastian hidup, dan kelelahan mental menjadi persoalan sehari-hari.
Dalam konteks ini, Jadug dan Ilmu Jadug relevan karena:
- Membantu membangun ketahanan mental dan emosional
- Mengajarkan pengelolaan diri yang sadar
- Mendorong perlindungan diri non-konfrontatif
- Menumbuhkan kedewasaan dan tanggung jawab pribadi
Kekuatan dalam Jadug bukan tentang melawan dunia, tetapi tentang mampu berdiri tegak dan sadar di tengah dunia.
Jadug dan NAQSDNA
Konsep Jadug dan sistem Ilmu Jadug dikembangkan dan diajarkan oleh Edi Sugianto (Abah Edi Sugianto) melalui platform NAQSDNA. Pendekatan NAQSDNA memadukan kesadaran, psikologi modern, pengelolaan energi, dan keilmuan Nusantara dalam satu kerangka pemberdayaan diri yang utuh dan bertanggung jawab.
Penutup
Dengan memahami perbedaan dan hubungan antara Jadug dan Ilmu Jadug, pembaca diharapkan tidak lagi melihat Jadug secara sempit. Jadug adalah konsep kesadaran, sementara Ilmu Jadug adalah sistem pembinaan diri yang menyusunnya agar dapat dipelajari dengan aman dan bermakna.
Jadug bukan tentang menjadi paling kuat, tetapi tentang menjadi paling sadar dalam menjalani kehidupan.
🌐 Pelajari lebih lanjut tentang Jadug dan Ilmu Jadug di:
www.naqsdna.com
JADUG
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
📌 INFO & PENDAFTARAN
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477
Salam
Edi Sugianto,
Founder NAQSDNA

Terima Kasih sudah membaca Apa Itu Jadug dan Ilmu Jadug. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
17.36
Rating:











Tidak ada komentar: