Abah Edi Jadug
ABAH EDI JADUG
ABAH EDI SUGIANTO: MAESTRO PEMBERDAYAAN DIRI DAN PAMENGKU UTAMA ILMU JADUG
Di era modern yang dipenuhi lompatan teknologi dan sains, batas antara tradisi leluhur dan ilmu pengetahuan modern kerap dipandang sebagai dua kutub yang saling berseberangan. Namun, di tangan Abah Edi Sugianto, dikotomi tersebut berhasil dijembatani secara harmonis. Sebagai pendiri sekaligus pengajar Metode NAQSDNA, Gendam Murni, dan Pamengku Utama Ilmu Jadug, beliau dikenal sebagai tokoh pemberdayaan diri yang konsisten melakukan demistifikasi terhadap keilmuan esoteris Nusantara.
Berbasis di Gresik, Jawa Timur, Abah Edi Sugianto telah memelopori pembelajaran keilmuan batin berbasis kesadaran sejak tahun 2009. Bimbingannya tidak hanya menjangkau berbagai kota di Indonesia, tetapi juga meluas hingga ke tingkat internasional, seperti Hong Kong dan Malaysia.
Misi Demistifikasi: Membumikan Tradisi Melalui Sains Modern
Bagi masyarakat luas, keilmuan kanuragan, kasepuhan, dan benda bertuah sering kali dipersepsikan sebagai hal yang mistis, kualitatif, bahkan identik dengan takhayul. Abah Edi Sugianto hadir untuk meruntuhkan paradigma kuno tersebut.
Beliau menegaskan bahwa spiritualisme atau keilmuan batin tanpa pembuktian nyata (kasunyatan) dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah bentuk pelarian (escapism).
Melalui kacamata fisika kuantum, neurosains, dan psikologi modern (NLP), beliau menjelaskan bahwa fenomena metafisika pada hakikatnya adalah kerja energi, frekuensi, dan kesadaran manusia yang bekerja sesuai dengan hukum alam.
-
Manusia Sebagai Operator
Dalam pandangan beliau, manusia adalah pusat kendali (operator) yang berdaulat penuh atas dirinya sendiri. Benda bertuah, media fisik, atau sarana lainnya hanyalah alat bantu (hardware/wasilah) yang bertindak sebagai penyimpan memori (memory card), penampung daya (kapasitor), atau pemicu psikologis (anchor). -
Mengikis Pembodohan & Mitos
Beliau secara tegas meluruskan anggapan instan dan tidak masuk akal dalam dunia mistis, seperti janji "kebal siap pakai tanpa latihan" bagi awam. Beliau mengajarkan bahwa pencapaian keilmuan membutuhkan kompetensi, latihan, dan pemahaman hukum energi yang rasional.
4 Pilar Metode Ilmu Jadug: Human Excellence Versi Nusantara
Salah satu karya masterpiece beliau adalah penyusunan Metode Ilmu Jadug. Keilmuan ini dirancang sebagai sistem pemberdayaan diri Nusantara yang bertujuan membentuk Human Excellence (Manusia Linuwih) yang tangguh, cerdas, dan berdaulat.
Ilmu Jadug dijalankan tanpa puasa, tanpa tirakat ekstrim, tanpa sesajen, tanpa bantuan siluman/khodam, serta bebas pantangan. Keilmuan ini berdiri di atas 4 Pilar Utama:
-
Wirid
Meditasi kesadaran dan pemrograman pikiran bawah sadar melalui kalimat takwin/asma' untuk membentuk koneksi energi dengan alam spiritual Ketuhanan. -
Olah Napas
Latihan pemfokusan niat, tekad, dan prana guna memadatkan medan energi bio-elektromagnetik diri agar wutuh dan tangguh. -
Laku Rosojati
Latihan kesadaran murni (Presence/Hudlur) dalam kehidupan sehari-hari. Rosojati mengajak praktisi kembali ke pusat diri, sehingga selalu berada dalam kondisi mental puncak (peak performance). -
Tajriban
Latihan kesadaran berupa uji energi kekebalan sebagai tolok ukur (parameter) rasional untuk menguji koherensi atau keselarasan antara Niat, Ucap, Tekad, dan Lampah.
Kedaulatan Diri dan Integrasi Kehidupan
Bagi Abah Edi Sugianto, keilmuan esoteris Nusantara bukanlah alat untuk bergaya atau menyombongkan diri, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh—mencakup kesehatan, kebugaran, keselamatan, kharisma, wibawa, hingga keberlimpahan rezeki.
Melalui pendekatan yang lugas, apa adanya, dan tulus khas karakter pesisir utara Jawa Timur, beliau terus membimbing para siswanya untuk menjadi pribadi yang berdaulat.
Keberhasilan belajar tidak diukur dari seberapa banyak mantra yang dihafal, melainkan seberapa jauh ilmu tersebut meresap menjadi kompetensi nyata yang membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Melalui kepemimpinan batin beliau, Ilmu Jadug dan Metode NAQSDNA terus bertransformasi menjadi mercusuar baru dalam dunia pemberdayaan diri: sebuah jalan kesadaran yang rasional, terukur, dan berakar kuat pada nilai-nilai luhur Nusantara.
Salam Kesadaran & Kedaulatan Diri.
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477
Salam
Edi Sugianto,
Founder NAQSDNA

Terima Kasih sudah membaca ABAH EDI JADUG. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya.
Reviewed by Edi Sugianto
on
06.44
Rating:














Tidak ada komentar: