ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 10 Desember 2010

Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim

STRUKTUR BIOLOGIS MANUSIA
Menurut struktur biologisnya, manusia dibangun dari 100 triliun sel. Sel merupakan unsur kehidupan terkecil, sel-sel yang sejenis bergabung untuk membentuk jaringan, seperti jaringan otot, saraf, ikat, tulang, dan lain-lain. Selanjutnya jaringan-jaringan tersebut akan membentuk organ tubuh seperti otak, paru-paru, hati, ginjal, jantung, dan lain-lain. Organ-organ tersebut memiliki tugas khusus masing-masing dan menjalin kerjasama menjadi suatu subsistem seperti subsistem pernapasan, subsistem kardiovaskular, subsistem pencernaan dan lain-lain. Keseluruhan subsistem tersebut dengan masing-masing fungsinya bekerjasama membentuk organ yang mandiri sebagai satu sistem utuh yang disebut manusia (Guyton, 1987, Vander et al, 1994).

Di dalam tubuh manusia terdapat suatu subsistem yang disebut subsistem AUTOTHERAPY atau kemampuan tubuh mengobati dirinya sendiri.
Beberapa contoh:
  • Dahulu kala 2 jam setelah melahirkan, seorang ibu sudah mampu beraktifitas seperti biasa tanpa harus memakan obat – obat kimia,
  • Seorang penderita sakit kuning (hepatitis) diobati dengan cara disuruh minum air manis (sirup) sebanyak banyaknya dan penderita dapat sembuh dari sakitnya.
  • Penderita tipus di pedesaan disuruh rehat baring dan selama 3 hari diberi makan air tajin, kemudian pada hari ke empat sampai dengan hari ke enam diberi bubur lembek, dan pada hari ke 7 sudah dapat makan seperti biasa karena sudah sembuh dari penyakit tipus nya.

Saat ini kita masih memiliki kemampuan mengobati diri sendiri, misalnya pada saat tangan kita tersayat pisau akan sembuh dengan sendirinya hanya dengan dijilat saja.

Subsistem autotherapy akan bekerja dengan optimal, apabila empat subsistem lain yang mendukung mampu bekerja dengan baik.

Adapun keempat subsistem tersebut adalah :

1.Subsistem Metabolisme

Subsistem metabolisme adalah subsistem yang mengatur keseimbangan zat-zat yang ada di dalam tubuh. Apabila zat-zat yang ada di dalam tubuh kita tidak seimbang maka kita akan menderita sakit yang disebut sakit gangguan metabolisme tubuh, seperti: alergi, diabetes dan lain-lain.

Subsistem metabolisme tubuh sangat ditentukan oleh kualitas golongan ENZIM serta golongan HORMON di dalam tubuh kita. Apabila kualitas hormon dan enzim baik maka metabolisme tubuh kita juga akan baik.

Manusia belum memiliki kemampuan membuat Hormon dan Enzim sebaik dan selengkap ciptaan Tuhan melalui mekanisme di dalam tubuhnya sendiri.

Contoh : bila manusia mampu membuat hormon Estrogen dan hormon Testoteron tentunya tidak ada istilah Menopause dan Andropause.

2. Subsistem Daya Tahan Tubuh

Subsistem daya tahan tubuh manusia sangatlah ditentukan oleh kualitas ANTIBODI karena dengan kualitas antibodi yang baik maka proses netralisasi racun serta pembuangan zat-zat yang merusak dari dalam tubuh (termasuk bakteri dan virus yang mengganas) menjadi lebih sempurna.

Sejak ditemukannya penicillin oleh Alexander Fleming, manusia mencoba membuat antibodi, akan tetapi sampai sekarang usaha manusia membuat antibodi belum pernah berhasil.

3. Subsistem Regenerasi Organ Tubuh

Subsistem regenerasi organ tubuh adalah subsistem yang mengatur kembalinya organ tubuh yang rusak/luka kepada bentuk semula. Kesempurnaan proses regenerasi organ tubuh sangat tergantung pada kualitas HORMON, ENZIM dan ANTIBODI. Dengan kualitas hormon, enzim dan antibodi yang baik, maka proses regenerasi organ tubuh menjadi lebih cepat dan sempurna.

Mereka yang diamputasi adalah mereka yang mengalami kegagalan pada subsistem regenerasi organ tubuh, yang berawal dari gangguan metabolisme tubuh (karena sakit kencing manis, lukanya jadi susah mengering), dan juga karena gangguan daya tahan tubuh sehingga bakteri yang ganas merajalela.

4. Subsistem Susunan Saraf Pusat

Diantara tulang tengkorak dan otak kita terdapat cairan pelindung otak yang disebut Cerebrospinal (Cerebrospinal fluid). Cairan tersebut banyak mengandung HORMON, ENZIM dan ANTIBODI.

Dengan kualitas hormon, enzim serta antibodi yang baik maka cairan tersebut akan mampu melindungi seluruh jaringan saraf di otak dari rangsangan yang bersifat psikis, sehingga kita tidak mudah terserang penyakit psikis seperti stress, gagap, latah, insomnia, ansietas, dan lain-lain.

KESIMPULAN.
  1. Subsistem autotherapy dipengaruhi oleh subsistem metabolisme tubuh, subsistem daya tahan tubuh, subsistem regenerasi organ tubuh dan subsistem susunan saraf pusat.
  2. Kualitas subsistem metabolisme tubuh, subsistem daya tahan tubuh, subsistem regenerasi organ tubuh dan subsistem susunan saraf pusat, sangat dipengaruhi oleh golongan hormon, golongan enzim dan golongan antibodi yang ada dalam tubuh kita.
  3. Manusia hingga saat ini belum mampu membuat golongan hormon, golongan enzim dan golongan antibodi sebaik dan selengkap ciptaan Tuhan melalui mekanisme yang ada dalam tubuhnya.
  4. Golongan hormon, golongan enzim dan golongan antibodi yang baik adalah yang berENERGY..

Mekanisme Kerja Seni Pernafasan, Bio Energy & Bio Listrik

Inspirasi (tarik nafas) memberikan oksigen kepada darah sehingga darah (arteri) bersifat basa. Setelah lama ditahan maka carbon dioksida menumpuk, suasana menjadi asam. Asam dan Basa merupakan katalisator dalam reaksi organik. Pada katalisa asam umum, biasanya efektifitas sebagai katalisator sesuai dengan kekuatan asamnya. Penahanan nafas yang semakin lama menyebabkan suasana darah semakin asam sehingga reaksi-reaksi organik dalam darah semakin dipacu dan meningkat, maka energi akhir yang dihasilkan semakin besar. Dalam keadaan larutan asam, elektron-elektron akan diserap dari lingkungan (asam merupakan akseptor pasangan elektron) sehingga elektron-elektron juga akan banyak dihasilkan dengan latihan pernafasan ini. Dengan gerakan jurus-jurus, energi dan elektron yang dihasilkan diarahkan keseluruh organ, kelenjar dan jaringan tubuh lain sehingga seluruh generator listrik yang terdapat dalam jaringan akan mendapat suplai energi dan elektron (charged) yang memadai.

Timbulnya penyakit tidak lain disebabkan energi listrik yang disuplai kejaringan tubuh kurang memadai, tidak semestinya, akibat adanya ketidakberesan atau kekurangan pada sistem generator listrik jaringan, kelenjar atau organ yang bersangkutan. Dengan memiliki sistem generator listrik yang baik, akan menjamin kerja jaringan, kelenjar atau organ lain dengan baik pula.

Hipoksia
Hipoksia yaitu kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.

Penyebab
Di dalam tubuh manusia terdapat suatu sistem kesetimbangan yang berperan dalam menjaga fungsi fisiologis tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Salah satu proses adaptasi yang dilakukan oleh tubuh manusia adalah beradaptasi terhadap perubahan ketinggian yang tiba-tiba. Jika seseorang yang bertempat tinggal di Jakarta dengan ketinggian 0 km dari permukaan laut (dpl) pergi dengan pesawat terbang ke Mexico City dengan ketinggian 2,3 km dpl, maka setelah tiba di Mexico City akan merasa pusing, mual, atau rasa tidak nyaman lainnya.

Oleh karena itu, kasus Hypoxia ini tidak terjadi pada penduduk setempat yang sudah terbiasa hidup di daerah dataran tinggi tersebut dan bagi pendaki gunung diperlukan pos-pos pemberhentian agar tubuh selalu dapat beradaptasi secara baik terus-menerus.

Kesetimbangan Pengikatan Oksigen oleh Hemoglobin
Keadaan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan sistem reaksi kesetimbangan pengikatan oksigen oleh hemoglobin:

Hb(aq) + O2(aq) ↔ HbO2(aq)

HbO2 merupakan oksihaemoglobin yang berperan dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak. Tetapan kesetimbangan dari reaksi tersebut adalah:

Kc = [HbO2] / [Hb][O2]

Pada ketinggian 3 km, tekanan parsial gas oksigen sekitar 0,14 atm, sedangkan pada permukaan laut tekanan parsial gas oksigen sebesar 0,2 atm.

Kesetimbangan akan bergeser ke kiri
Berdasarkan azas Le-Chatelier, dengan berkurangnya gas oksigen berati kesetimbangan akan bergeser ke kiri, dan berakibat kadar HbO2 di dalam darah menurun. Akibat yang ditimbulkan dari keadaan tersebut, suplai oksigen ke seluruh jaringan akan berkurang. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya rasa mual dan pusing, serta perasaan tidak nyaman pada tubuh.

Kondisi tersebut akan mengakibatkan tubuh berusaha beradaptasi dengan memproduksi hemoglobin sebanyak-banyaknya. Dengan meningkatnya konsentrasi hemoglobin akan menggeser kembali kesetimbangan ke kanan dan HbO2 akan meningkat kembali seperti semula. Penyesuaian ini berlangsung kurang lebih 2-3 minggu.

Dari penelitian, diketahui bahwa kadar hemoglobin rata-rata penduduk yang bertempat tinggal di dataran tinggi akan memiliki hemoglobin lebih tinggi daripada penduduk yang bertempat tinggal di dataran rendah.

Latihan Hipoksia dengan Senam Pernafasan
Dengan penahanan dan penekanan nafas di bawah perut sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertaban tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Beberapa manfaat langsung yang dapat diperoleh dari mekanisme ini:

  1. Bertambahnya jumlah haemoglobin darah. Hal ini bisa ditemukan pada pemukim di pegunungan, dengan suasana oksigen tipis, jumlah Hb mereka lebih tinggi. Penderita anaemia dapat sembuh dengan mekanisme ini.
  2. Penelitian dapat menunjukkan bahwa olah raga biasa meningkatkan IgG, IgM dan netrofil yang merupakan sebagian dari elemen-elemen ketahanan tubuh. Tentu saja diharapkan latihan yang secara fisiologis mampu merangsang seluruh sel-sel tubuh dengan mekanisme hipoksianya akan memberikan hasil yang lebih dalam meningkatkan elemenelemen ketahanan tubuh tersebut. Penderita yang mengidap virus hepatitis B tetapi tidak disertai gejala penyakit dan tanpa kelainan pada tes fungsi hatinya dapat menggunakan mekanisme ini sebagai upaya altematif yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuhnya agar mengadakan perlawanan dan membentuk zat antinya.
  3. Latihan hipoksia dalam Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim juga akan menyebabkan orang menjadi lebih tahan terhadap akibat dari serangan penyakit kardio-vaskular khususnya yang bersifat ischamic. Ischamic artinya ialah kekurangan oksigen bagi sel-sel jaringan yang bersangkutan akibat dari kurangnya pasokan darah. Misalnya ischamic stroke (otak) dan ischamic miokard Jantung). Pada orang-orang yang telah berlatih dengan latihan hipoksida tentulah akan mendapat akibat yang lebih ringan karena sel-seinya telah terbiasa dan terlatih terhadap kekurangan oksigen.
  4. Melatih sel-sel dengan menghadapkannya pada kemiskinan oksigen tidak mustahil dapat mencegah dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit keganasan (tumor, kanker), oleh karena sel-sel ganasnya pada umumnya mempunyai tingkat metabolisme yang sangat tinggi sehingga membutuhkan oksigen lebih banyak untuk pertumbuhan ganasnya. Sel-sel demikian lebih peka terhadap kekurangan oksigen sehingga akan lebih dahulu terganggu sampai ke tingkat yang fatal, sementara sel-sel normal belum sampai ke tingkat itu. Sifat rakus sel-sel ganas mengambil lebih banyak zat-zat bagi pertumbuhan ganasnya inilah yang dipergunakan sebagai dasar bagi Kemoterapi keganasan di Kedokteran Barat. Akan tetapi bila cara Kemoterapi ini dibandingkan dengan manipulasi oksigen, jelas bahwa manipulasi oksigen jauh lebih aman dan praktis tanpa resiko, karena memang merupakan cara yang sangat fisiologis sehingga tidak ada resiko overdoses. Bagi mereka yang didiagnosa atau pernah didiagnosa mengidap keganasan, selagi masih mampu bergerak, sangat dianjurkan untuk secepatnya mengikuti senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim ini, sebagai upaya penyembuhan dan pencegahan altenatif, di samping upaya konvensional melalui jalur Ilmu Kedokteran.
  5. Dalam tubuh manusia terdapat berrnacam-macam sel sesuai dengan banyaknya macam jaringan yang menyusun tubuh manusia. Semua sel tubuh manusia mempunyai potensi untuk menjadi ganas. Dengan Kemoterapi keganasan maka harus dipilih jenis obat yang paling baik diserap oleh sel-sel ganas itu. Sedangkan dengan hipoksia, manipulasi oksigen, maka semua sel-sel tubuh manusia memerlukan oksigen, sehingga oleh karenanya manipulasi oksigen merupakan cara yang universal dan aman bagi terapi keganasan. Tentu saja untuk itu diperlukan latihan yang lebih intensif yaitu frekuensi latihan lebih banyak serta waktu latihan yang lebih lama. Pada dasamya pertumbuhan ganas itu barns sebanyak mungkin diganggu.
  6. Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.


Pengertian Biolistrik
Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama mitchondria melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada permukaan luar dan lapisan tipis muatan negative pada permukaan dalam bidang batas/membran. Kemampuan sel syaraf (neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat penting.

Transmisi sinyal biolistrik (TSB) mempunyai sebuah alat yang dinamakan Dendries yang berfungsi mentransmsikan isyarat dari sensor ke neuron. Stimulus untuk mentringer neuron dapat berupa tekanan, perubahaan temperature, dan isyarat listrik dari neuron lain. Aktifitasi bolistrik pada suatu otot dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti gelombang pada permukaan air.

Pengamatan pulsa listrik tersebut dapat dilakukan dengan memasang beberapa elektroda pada permukaan kulit. Hasil rekaman isyarat listrik dari jantung (Electrocardiogran-ECG) diganti untuk diagnosa kesehatan. Seperti halnya pada ECG, aktivitasi otak dapat dimonitor dengan memasang beberapa elektroda pada posisi tertentu. Isyarat listrik yang dihasilkan dapat untuk mendiagnosa gejala epilepsy, tumor, geger otak dan kelainan otak lainya.

Bio-listrik adalah daya listrik hidup yang terdiri dari pancaran elektron-elektron yang keluar dari setiap titik tubuh (titik energi) dan muncul akibat adanya rangsangan penginderaan. Pikiran kita terdiri dari daya listrik hidup, semua daya ini berkumpul didalam pusat akal didalam otak dalam bentuk potensi daya listrik. Dari pusat akal, daya ini kemudian diarahkan ke seluruh anggota tubuh kita, yang kemudian bergerak oleh perangsangnya. Potensi daya listrik hidup ini, yang tertimbun didalam pusat akal harus di tuntut oleh sesuatu supaya mengalir untuk mengadakan gerakan tubuh kita atau bagian-bagian tubuh lainnya.

Dengan demikian daya listrik hidup yang tertimbun di dalam pusat akal sebagai potensi hanya dapat mengalir dan menjadi amal atau gerakan apabila ia di tuntut untuk berbuat demikian.

Meridian (akupunktur)
Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur/jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir dan sebagainya. Jika jalan energi pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh kita mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi hambatan pada meridian maka akan muncul gangguan kesehatan.

Yang membedakan meridian dengan jaringan lain dalam tubuh adalah jaringan darah dan syaraf dapat terlihat oleh mata, sedangkan jaringan meridian tidak terlihat walaupun nyata. Dalam ilmu kedokteran modern, rahasia teori jalur energi meridian ini masih belum terungkap karena saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksinya, akan tetapi teori ini sudah dibuktikan manfaatnya selama ribuan tahun.

Fenomena teori meridian mungkin sama dengan keberadaan nyawa pada mahluk hidup. Keberadaan nyawa sangat penting bagi kehidupan tapi belum ada yang bisa mengungkap rahasia keberadaannya. Jadi Keberadaan meridian belum dapat dibuktikan secara fisik menurut ilmu kedokteran, walaupun riset telah menunjukkan bagaimana transmisi dari informasi dari chi dapat berhubungan di bagian-bagian internal manusia.

Keuntungan Berlatih Senam Pernafasan Bio Energy NAQS-ALIF LAM MIM
  1. Tidak akan mudah merasa lelah.
  2. Tidak akan mudah terserang oleh suatu penyakit.
  3. Sembuh dari berbagai macam penyakit yang sedang diderita
  4. Sinergis dan mempercepat proses penyembuhan medik.
  5. Tidak akan mudah terkena stres dan penyakit kejiwaan lainnya.
  6. Memperkecil kemungkinan terkena serangan jantung maupun stroke.
  7. Memperlambat proses penuaan kulit.
  8. Mempertahankan keindahan buah dada, muka dan perut.
  9. Mempercepat proses penyembuhan luka, baik luka di luar maupun di dalam tubuh.
  10. Memberikan ketenangan batin serta meningkatkan kepercayaan diri.
  11. Meningkatkan stamina, pertumbuhan dan kecerdasan anak.
  12. Dan lain-lain