ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 30 September 2011

Mendadak Sakti, The Power Of Kepepet 2

Gemblengan Tenaga Dalam Tingkat Master (Murni Non Jin)
Dengan Mengikuti Program Ini Maka Saudara Akan Bisa Dan Kami Jamin Bisa Tanpa Ada Kata Gagal Dan Tidak Ada Hal Yang Aneh Dalam Pemakaian Keilmuan Ini. Dan Bisa Langsung Anda Buktikan. Di Jamin.......

Dijaman yang seperti sekarang ini, dimana sering kali terjadi tindak kejahatan seperti perampokan, penodongan, pemerkosaan, gendam, hipnotis, dll yang mungkin saja bisa menimpa kita sewaktu-waktu. Demikian juga persaingan hidup semakin ketat, sehingga seringkali manusia memakai hukum serangga yaitu "hidupmu berarti matiku, matimu adalah hidupku". Walaupun zaman sudah canggih dan modern, tapi masih banyak orang dengki yang panas melihat keberhasilan tetangganya atau pesaing bisnisnya, kemudian diantaranya ada yang menggunakan media ghaib untuk menghancurkan pesaingnya, seperti mengirim santet, guna-guna, dll, kita perlu jaga-jaga membentengi diri, untuk menyelamatkan diri dari pemalakan, perampokan, atau berbagai aksi kejahatan yang mengancam nyawa kita. untuk itulah saya ingin mengijazahkan bagi anda satu ILMU TENAGA DALAM MULTI FUNGSI, sbagai sarana bagi anda untuk membentengi diri dari serangan atau aksi kejahatan yang bersifat nyata maupun ghaib.

Dengan segala kerendahan hati kami membuka 
GEMBLENGAN TENAGA DALAM DAN KANURAGAN 
ILMU "MENDADAK SAKTI" 
Kepada siapapun yang ingin menguasai ilmu tenaga dalam dan kanuragan sebagai benteng diri dari serangan kasar atau halus.

ha..ha...ha...ha.... Sorry Prend.... Sekedar Intermezo.... wkkwkwkwkwkwk.......

Apa sih Hakekat Kesaktian yang sebenarnya..???
Kesaktian Hakikatnya adalah sebuah kemampuan diri untuk menyelesaikan segala permasalahan kehidupan yang dihadapi dengan efektif dan efisien. Baca "Hakekat Kesaktian" atau klik Link ini : http://www.naqsdna.com/2011/08/hakekat-kesaktian.html

“Masalah sudah pasti muncul. Bagaimana kemampuan Anda untuk mengatasinya dan belajar dari masalah itu agar tidak mengulanginya. Hal itu yang akan membawa Anda menjadi Manusia yang SAKTI, Sukses, Kaya, & Berarti”

Ungkapan itulah yang diucapkan Michael Dell, mengenang perjalanan kariernya hingga mencapai sukses sebagai CEO Dell Inc. Dell yang dikenal sebagai pekerja keras sejak kecil selalu belajar mengatasi masalah. Dia berusaha keras mencari jalan keluar dan akhirnya sukses.

Posisi yang diraihnya saat ini bukan diterima begitu saja. Pencapaian itu didapat melalui keringat dan kerja keras. Dell bukanlah anak keluarga miskin. Ibunya adalah seorang pialang saham, dan ayahnya seorang dokter gigi. Karena itu, tidak heran jika ayahnya menginginkan Dell kuliah di bidang kesehatan.

Namun, Dell lebih suka dengan bidang komputer. Hal ini ditunjukkan saat berusia tujuh tahun ketika dia membeli kalkulator pertamanya. Pria kelahiran 23 Februari 1965 ini kemudian mendapatkan mesin teletype saat masih duduk di bangku SMP. Lalu, mesin itu dia program setelah pulang sekolah.

Saat berusia 12 tahun, pria bernama lahir Michael Saul Dell ini bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran China di Houston, Texas. Dell menerima upah USD2,30 per jam. Pendapatan yang diterima itu dia kumpulkan untuk membeli prangko. Dell kecil gemar mengoleksi prangko.

Dari kegemarannya ini pula, dia mendapat uang pertamanya sebesar USD1.000 setelah menjual seluruh koleksinya. Dalam usianya yang masih belia, Dell kerap bergonta-ganti pekerjaan mulai menjadi bus boy, bekerja sebagai karyawan di toko prangko dan koin langka, hingga menjadi penjual koran yang menyediakan layanan pemesanan lewat telepon.

Namun, ketertarikan Dell dunia komputer semakin terpatri saat berusia 15 tahun. Setelah bermain dengan komputer di Radio Shack, dia memiliki komputer pertamanya, sebuah Apple II, yang segera dibongkar untuk melihat cara kerjanya. Dell kemudian mencoba merakit kembali komputer yang dibongkarnya.

Dia pun berhasil. Setelah itu, keinginannya pada dunia komputer semakin kuat. Saat berusia 18 tahun, Dell alih profesi. Dia bekerja mencari pelanggan untuk Houston Post. Dell yang saat itu masih sekolah menengah atas menerima gaji sebesar USD18.000 per tahun.

Dell mulai berbisnis komputer pada 1984 saat berusia 19 tahun dan masih menjadi mahasiswa di Universitas Texas, Austin. Dell kuliah dengan harapan menjadi dokter. Namun, ambisi itu dia tinggalkan dan memulai usaha sendiri, jual beli komputer dengan bendera “PC’s Limited” yang dilakukan dari asrama universitas.

Saat itu modal Dell hanya USD1.000 dari hasil penjualan koleksi prangkonya. “Ketika saya mendirikan Dell pada 1984, didasarkan pada premis bahwa Anda bisa menjual komputer langsung kepada pelanggan dengan disesuaikan keinginan mereka. Harganya lebih murah daripada pasar. Itu sudut pandang radikal,” ujar Dell seperti dilansir First Job Institute.

Usaha yang dijalaninya tidak lazim. PC’s Limited memungkinkan pelanggan menyesuaikan komputer mereka sesuai spesifikasi yang diinginkan. Harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Hal ini bisa dimaklumi mengingat PC’s Limited tidak memiliki toko dan tidak perlu membayar perantara.

Semua komputer dijual langsung kepada pelanggan dengan menggunakan formulir pemesanan. “Di Dell, kami terus mengevaluasi bisnis untuk mengetahui bagaimana memperbaiki dan sering kali kami melakukan pendekatan kepada konsumen dengan cara yang sama sekali berbeda,” tukas Dell.

Interaksi langsung dengan konsumen ternyata dapat dijadikan satu langkah efektif, sehingga PC’s Limited diterima baik di masyarakat. Respons ini membuat Dell kewalahan dalam membagi waktu bisnis dan kuliah. Dia pun memutuskan berhenti kuliah dan lebih fokus menjalankan bisnis yang telah dia rintis.

Melihat besarnya antusiasme dari masyarakat membuat Dell melebarkan sayap perusahaannya dengan memproduksi komputer pertama yang diberi nama PC Turbo. Sistem pemasaran dilakukan melalui berbagai majalah komputer dengan menyediakan spesifikasi yang dapat dipilih konsumen.

Cara ini membuat PC’s Limited dapat meraih pendapat kotor sebesar USD73 juta di tahun pertamanya dan menempatkan diri sebagai satu-satunya perusahaan yang sukses dengan sistem pemasaran seperti itu. Lalu pada 1988, PC’s Limited berganti nama menjadi Dell Computer Corporation.

Pada saat itu pula, Dell mulai melakukan sistem layanan di tempat. Pada 1992, kesuksesan Dell menjalankan usaha berhasil membuatnya dinobatkan sebagai CEO termuda dalam sejarah dunia yang memiliki perusahaan besar dan masuk dalam daftar 500 perusahaan top versi majalah Fortune (Fortune 500).

Saat itu Dell berusia 27 tahun. Kemudian pada 2003, Dell Computer Corporation berganti nama menjadi Dell Inc. “Ketika saya memulai perusahaan, sangat banyak ide di luar kebiasaan bisnis konvensional. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan bisa berhasil, saya tidak benar-benar mendengarkan mereka,” ujarnya.

Pada 2004, Dell mengundurkan diri sebagai CEO dan dia memilih duduk di dewan direksi. Tetapi untuk menyelamatkan perusahaan dari keterpurukan, pada 2007 Dell kembali menjadi CEO, menggantikan Kevin Rolling. Berkat keahlian dan berbagai inovasi yang dilakukannya, produk Dell Inc mengalami banyak perkembangan.

Bukan hanya menjual komputer pribadi (PC), saat ini Dell Inc juga menyediakan layanan penjualan berbagai produk berbasis teknologi informasi seperti laptop, server, media penyimpanan (storage), printer, PDA, MP3, kamera, televisi. Kepiawaian Dell dalam berbisnis tidak perlu diragukan lagi.

Hal ini terbukti dari keberhasilannya menjadikan Dell Inc sebagai salah satu perusahaan komputer terkemuka di dunia, hingga berhasil menduduki peringkat 41 dalam daftar 500 Fortune Companies 2011. Tak hanya itu, Dell juga sukses meraih predikat sebagai salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 2011, dengan total kekayaan bersih mencapai USD15 miliar.

SKALA KESAKTIAN
Meminjam istilah dalam teori manajemen, kemampuan seseorang dalam menghadapi problem itu ada skalanya. Skala ini bisa dijelaskan sebagai berikut :
  • Skala nol (0) : Kita menjadi orang yang lebih lemah, lebih buruk, lebih gelap dan lebih rusak akibat problem yang menimpa dalam kurun waktu yang cukup lama. Tidak ada pengetahuan, pengalaman dan pencerahan baru yang kita dapatkan dari problem itu.
  • Skala satu (1) : Kita memang merasakan hal-hal di atas, namun kita cepat menarik diri. Tapi setelah menarik diri, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik yang kita gagas. Kita cuek-cuek saja sama problem. Problem itu tidak begitu menggelapkan kita, pun juga tidak begitu mencerahkan kita.
  • Skala dua (2) : Kita memang memberikan reaksi negatif pada problem namun sifatnya hanya sangat sementara ( Just In Time ). Setelah itu kita berusaha mengambil pelajaran penting dari problem itu. Tetapi pelajaran itu terkadang belum kita olah sebagai bahan untuk mengambil keputusan penting dalam praktek hidup kita. Kita memang sudah tercerahkan oleh problem tetapi pencerahan itu sifatnya masih dalam bentuk suasana batin.
  • Skala tiga (3) : Kita sudah mampu menarik pelajaran penting dari problem itu dan menggunakannya sebagai alat penting untuk mengambil keputusan yang bisa kita jalankan dalam kehidupan kita.
  • Skala empat (4) : Kita sudah menjadikan pelajaran itu sebagai bahan keputusan yang bisa kita jalankan dan juga sudah belajar mengantisipasi munculnya problem. Kita sudah belajar memahami apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari.
  • Skala lima (5) : Kita sudah bisa mengajarkan orang lain atau memimpin orang lain atau dijadikan contoh dan panutan bagi orang lain dalam hal mengatasi problem.
Orang yang punya Skill tingi disini di sebut sebagai orang yang Tangguh/SAKTI (Resilient). Rutter (1987) mendefinisikan "RESILIENCE" ini sebagai sebuah kutub positif dari perbedaan individu dalam meresponi stress atau penderitaan. Ini berarti bahwa menjadi orang yang Resilient/Ulet/Tangguh/Sakti atau tidak, itu murni pilihan kita, bukan bawaan.

Siapapun kita dan apapun latar belakang kita, sama-sama punya kesempatan yang sama untuk menjadi orang resilient asalkan mau belajar.

Kata resiliensi berasal dari kata ”resilience” yang artinya daya lenting atau kepegasan.

Kasur dengan per pegas akan melenting kembali manakala beban badan yang menimpanya menekan per pegas kasur. Daya lenting pada manusia adalah kemampuan beradaptasi dengan tekun dan gigih walaupun keadaan terasa serba salah.

Setiap orang harus memiliki daya lenting karena satu hal yang pasti, dalam hidup selalu terdapat kemalangan yang sering tidak dapat dihindari. Contohnya, masih banyak pekerjaan menumpuk di meja padahal hari kerja sudah menunjukkan pukul 16.45. Contoh lain, terdapat kesalahpahaman dengan pasangan. Anak-anak harus tiba di tempat yang berbeda dalam satu waktu tertentu, padahal lalu lintas macet. Menghadapi peristiwa yang sangat berat, seperti terkena PHK.

Bila memiliki daya lenting yang kuat, kita dapat mengatasi setiap kemalangan dengan cara yang memuaskan dengan hasil optimal. Penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar psikologi selama lebih kurang 50 tahun terakhir tentang daya lenting membuktikan bahwa daya lenting merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani hidup.

Bagaimanakah kondisi daya lenting kita?
Setiap orang hendaknya mempertimbangkan perkembangan daya lentingnya demi kenyamanan hidup. Namun, pada kenyataan, kebanyakan orang justru secara emosional dan psikologi tidak siap mengatasi kemalangan. Mereka malahan cenderung bersikap menyerah dan merasa tidak berdaya. Untuk itu, berikut ini adalah langkah yang harus kita telusuri dalam meningkatkan daya lenting:
  • Kenali diri sendiri, bagaimanakah kebiasaan kita dalam bersikap?
  • Hindari terjebak dalam situasi tertentu, seperti menyalahkan diri sendiri.
  • Keyakinan kuat apakah yang selama ini menghambat kemampuan kita untuk bangkit? Tanpa disadari, sering kita dipengaruhi keyakinan kuat tentang hal tertentu, misalnya keyakinan bahwa orang lain dan dunia bersikap dan menginginkan sesuatu dari kita.
  • Tantangan keyakinan, artinya komponen kunci dari daya lenting adalah kemampuan mengatasi masalah. Sejauh mana kemampuan kita dalam mengatasi masalah sehari-hari?
  • Menjaga perspektif dalam hidup, seperti apakah kita sering tenggelam dalam kondisi tertekan dan menghabiskan waktu untuk terus mencemaskan hal yang belum tentu terjadi?
  • Tenang dan tetap menjaga pusat perhatian, jangan sampai kita dikuasai stres dan situasi emosional?
  • Daya lenting dalam hal tenggang waktu, apakah kita selalu dikuasai pikiran negatif yang muncul dalam benak kita sehingga sulit bagi kita menghadapi kenyataan hidup?

Tujuh kapasitas
Ternyata daya lenting seseorang mengandung 7 kapasitas yang berbeda. Ketujuh kapasitas itu bukan bersifat genetik, seperti halnya tinggi badan, melainkan kita bisa berupaya meningkatkan daya lenting tanpa batas. Daya lenting kita berada dalam kendali kita sendiri, seperti halnya kita bisa menjadi pelari cepat dengan cara berlatih walaupun kita tidak akan menjadi pelari olimpiade. Berbagai hal yang perlu kita latih adalah:

1. Regulasi emosi
Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang dalam keadaan tertekan. Seorang yang memiliki daya lenting tinggi biasanya orang yang terampil dalam mengendalikan emosi, atensi, dan perilaku. Regulasi emosi sangat penting peranannya dalam menjalin relasi yang intim, sukses dalam kerja, dan mempertahankan kesehatan.


2. Kendali impuls
Dapat dipahami bahwa orang yang mampu mengendalikan emosi pasti mampu mengendalikan impuls. Untuk bisa mengendalikan impuls, kita lebih dulu harus mengenali siapa diri kita. Bila kita mampu mengendalikan impuls, kita akan terhindar dari keterpakuan pada pola pikir tertentu sehingga dapat menggiring kita untuk memiliki kemampuan mendeteksi efek negatif dari keyakinan impulsif yang merugikan diri serta menggantikannya dengan yang positif.

3. Optimisme
Orang yang optimistis biasanya memiliki daya lenting yang kuat karena mereka yakin dapat mengendalikan jalan hidup di masa depan.

4. Kemampuan melakukan analisis-kausal
Dengan kemampuan ini, kita dapat menjelaskan hal buruk dan baik yang menimpa diri sehingga kita tidak terjebak pada pikiran buruk dan dapat meningkatkan daya lenting.

5. Empati
Kemampuan memahami orang lain melalui empati akan membuat kita mampu mendeteksi berbagai kemungkinan perilaku orang terhadap diri kita.

6. Kecukupan diri yang optimal
Dengan keyakinan bahwa kita cukup efektif dalam menjalani hidup, hal itu merupakan representasi keyakinan bahwa kita akan bisa mengatasi kesulitan yang akan kita hadapi.

7. Menggapai cita
Pada umumnya, orang merasakan ketidakmampuan secara berlebih sehingga tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu atau memiliki ambisi yang sebenarnya bisa diraih. Dengan pemanfaatan optimisme dan mencoba menghapus keyakinan negatif yang berpengaruh dalam diri, kita bisa meraih sesuatu yang fantastik, yang bisa saja tidak kita perkirakan sebelumnya. (Reivich, Karen, PhD dan Hazte, Andrew, PhD, 2002).

Nah, mengapa Anda tidak berupaya meningkatkan daya lenting demi peningkatan mutu kehidupan Anda? Ikuti Pelatihan Mendadak Sakti, Pelatihan 8 Jam yang mampu merubah hidup anda menjadi manusia yang SAKTI. Klik Di sini..

Apakah hidup anda terus sulit?
Bagaimana anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan : Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit.

Kesadaran ini penting. Karena dengan begitu, anda punya peluang untuk keluar dari kesulitan hidup anda. Tentu anda akan benar-benar keluar dari kesulitan bila anda merubah tindakan anda.

Manusia memiliki otak, yang dapat digunakan untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, dan lain-lain. Jadi saat kita menghadapi suatu masalah, maka pikiran kita akan digunakan untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Bila masalah tersebut telah dapat diselesaikan berarti kita telah memiliki pengalaman dan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah yang seperti itu; artinya kita pun mengalami pertumbuhan dari segi keterampilan dan pengetahuan.

Tetapi bila ada orang yang tidak dapat menyelesaikan masalah sama yang berulang-ulang terus muncul dalam kehidupannya, maka berarti ia tidak pernah belajar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan orang itu tidak meningkat, ia telah berhenti bertumbuh, artinya ia telah puas dengan kondisi seperti sekarang ini. Dan terjebak di Zona Nyaman (Comfort Zone).

Setelah kesulitan ada kemudahan
”Setelah kesulitan ada kemudahan” berasal dari kitab suci. Untuk meraih kemudahan, anda harus melalui suatu kesulitan. Mudah adalah ketika kemampuan anda lebih hebat dari masalah anda.

Allah berfirman :
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً
 Inna Ma'al 'usri yusroo.....
"sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."(QS. Alam Nasyrah : 6 )

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."(QS. Al-Baqarah: 286) ► Tafsirnya, apapun permasalahan yang membebani anda, hakikatnya itu masih di bawah kekuatan anda untuk menyelesaikannya. Right...???

Jadi, kesulitan dalam konteks ini adalah proses anda dalam meningkatkan kemampuan diri. Kenapa sulit? Karena peningkatan kualitas diri adalah sesuatu yang anda tidak ketahui. Kesulitan berasal dari ketidaktahuan itu. Ketidaktahuan bukan hanya mendatangkan kesulitan, tapi juga ketakutan. Nah, ketika anda berhasil mengatasi ketidaktahuan, kesulitan dan ketakutan itu, maka kemampuan anda pun meningkat. Ketika kemampuan meningkat, anda akan mudah mengatasi masalah yang anda hadapi.

Ingin hidup terus mudah?
Jadi, bila anda ingin terus hidup dalam kemudahan teruslah meningkatkan kemampuan. Atasi kesulitan-kesulitan yang anda rencanakan (terus belajar kemampuan-kemampuan baru). Dengan begitu, anda akan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan masalah yang datang pada hidup anda. Koq bisa? Karena anda telah punya kemampuan yang lebih dari masalah yang datang tersebut. Itulah salah satu sebab kenapa anda diwajibkan belajar dari buaian sampai liang kubur. Agar kemampuan anda terus meningkat dan membuat tak satu masalah pun menjadi cukup besar untuk mempersulit hidup anda.

Masalah, I Love You
Jadi, bagi anda yang terus belajar, anda akan bilang : ”Masalah, I Love You” bagi setiap masalah yang datang pada anda. Bila masalahnya lebih kecil dari kemampuan, maka anda akan senang dan mudah menyelesaikannya. Bila masalahnya lebih besar dari kemampuan, maka anda akan senang mendapatinya. Kenapa? Karena anda bisa belajar dan membuat kemampuan anda lebih meningkat lagi !!!

Remember...!
Kita harus yakin bahwa masalah & cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan masalah agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Yakinlah bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)

Yakinlah bahwa setiap ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim

Senantiasa bersiap siagalah menghadapi masalah yang lain selanjutnya setelah kita menyelesaikan suatu permasalahan.

Allah berfirman :
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).

MANTRA SHAKTI DI BACA 3 KALI SEHARI...
Seperti mendung menghilang berganti hujan
Seperti malam berlalu berganti siang
Seperti itulah kehidupan ini
Setiap masalah ada jalan keluarnya

Tak selamanya badai menerjang
Tak selamanya ombak menghempas keras
Tak selamanya kemarau melanda
Begitu juga dengan masalah tak selamanya menghimpt
Pasti ada penyelesaiannya.

Seperti burung yang berkicau riang
Seperti anak kecil yang tertawa gembira
Begitulah kita di tangan Tuhan
Dipelihara dan dijaga-Nya

Walau jalan ini berliku
Walau jatuh bangun menghiasi hidup
Janganlah berhenti melangkah
Karena masa depan sungguh cerah bagi yang berharap pada-Nya

Tak selamanya langit mendung
Tak selamanya langit cerah
Kehidupan selalu silih berganti
Karena itu jangan berputus asa

Kita tak pernah bisa menghindari masalah
Tetapi kita pasti punya kemampuan mengatasi masalah

Semakin besar masalah yang datang menerpa
Percayalah kemampuan kita mengatasi masalah makin bertambah

Setiap masalah pasti ada hikmahnya
Karena kadang masalah perlu untuk menguji
Sejauh mana kita berharap pada Tuhan

Tuhan tak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan kita
Tetapi Tuhan memberikan kita kemampuan mengatasi masalah
Jangan menyerah.

GEMBLENGAN TENAGA DALAM, ILMU HIKMAH, DAN KANURAGAN 
ILMU "MENDADAK SAKTI"