ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 26 Maret 2012

Ilmu Merubah Nasib

"Anda tak bisa mengubah arah angin, jadi ubahlah arah layar."

Sahabat..
Pernahkah anda mengamati perahu layar yang berlayar di laut?
Tahukah Anda bahwa perahu layar dapat berlayar melawan angin?
Mana yang lebih menentukan arah perahu layar tersebut, arah angin atau arah layar? Tentu saja arah layar. Buktinya, ada angin kencang bertiup dari arah selatan, tetapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah barat atau timur. Bahkan, pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.

Jika angin mendorong perahu layar ke arah ia ingin berlayar, itu bagus.
Tapi bagaimana jika angin bertiup ke arah berlawanan?
Saya mempelajari bahwa perahu layar, dengan suatu siasat yang disebut “tacking”,
dapat menyesuaikan layarnya dan bergerak dengan zigzag, bergerak ke arah angin.

Anda adalah perahu layar. Keadaan yang terjadi di sekeliling Anda adalah angin. Dan perkataan dan keputusan Anda adalah layar Anda.

Anda tidak dapat mengendalikan angin.
Hal yang sama,Anda juga tidak dapat mengendalikan keadaan Anda.
Anda tidak dapat mengendalikan ekonomi.
Anda tidak dapat mengendalikan atasan Anda.
Anda tidak dapat mengendalikan suami Anda.
Anda tidak dapat mengendalikan apa yang dipikirkan orang lain.
Dan Anda tidak dapat mengendalikan ibu mertua Anda.
Tapi inilah yang dapat Anda kendalikan:
Anda dapat mengendalikan perkataan dan apapun keputusan Anda.

Dan sama halnya menyesuaikan layar dari perahu layar, dengan kekuatan Personal Power Anda, Anda masih dapat bergerak melawan angin. Itu Bila anda tahu Ilmunya.... :) he..he..he...

Gambaran tersebut di atas sangat mirip dengan kehidupan kita. Yang menentukan tercapai tidaknya tujuan kita, bukanlah arah angin yaitu situasi dan kondisi yang terjadi di sekeliling kita. Yang menentukan adalah arah layar yaitu keputusan kita dalam situasi dan kondisi tersebut.

Kadangkala kita dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang sama sekali bertentangan dengan tujuan yang hendak kita capai. Masalah, pergumulan, tekanan hidup, dan situasi di sekeliling kita mencoba menjauhkan kita dari tujuan yang kita apai. Namun ingatlah, bahwa hidup ini adalah pilihan. Kita bisa saja dipengaruhi oleh situasi dan keadaan, tapi kita juga bisa mempengaruhi situasi dan keadaan tersebut. Ingatlah bahwa arah layar yang menentukan, bukan arah angin.

Kita memang tidak bisa mengubah arah angin. Dengan kata lain, kita tidak bisa mengubah situasi dan kondisi yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian, kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah masalah menjadi berkat. Apa yang dialami oleh Nabi Yusuf AS sepertinya bertentangan dengan mimpi atau tujuan yang diharapkannya. Arah angin mencoba menjauhkan Yusuf dari mimpinya. Bukannya menjadi raja, tapi Yusuf justru dijual sebagai budak, difitnah dan dipenjara. Meski demikian, Yusuf meresponi semua hal yang terjadi tersebut dengan positif. Dia tidak menyerah kalah, sebaliknya dia terus mengarahkan layar menuju kepada mimpi yang Tuhan janjikan, hingga pada akhirnya tujuan Yusuf tercapai, yaitu menjadi raja muda di Mesir.

Kemana arah angin tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana kita mengarahkan layar kita.

Setiap pribadi diibaratkan seperti perahu. Perahu adalah suatu media yang digunakan untuk berlayar, kokoh karena dapat menahan beban, terbuat dari bahan kayu terbaik dan layar yang dapat menaklukkan angin yang sangat angkuh dan tidak bersahabat. Ingatlah kegunaan perahu untuk berlayar, kalau tidak berlayar bukan perahu namanya. Menaklukkan besarnya ombak, menentang angin dan mengarungi samudra denagn satu tujuan yaitu menuju pulau impian.

Apa gunanya perahu kalau hanya bertengger di dermaga sebagai penghias saja. Dermaga itu hanya masa lalu dan masa depan ada di pulau impian yang menjadi incaran setiap perahu yang sedang berlayar. Lepaskanlah tali pembalat itu, berlayarlah! Tali itu hanyalah penyesalan dan ketakutan yang masih bersembunyi dibalik dirimu. Jangan biarkan dermaga menjadi penghalang ke pulau impian, dialah masa lalu yang merenggut masa depanmu. Lepaskan dirimu dari penyesalan dan ketakutan, berlayarlah!

Yang memisahkan perahu dan pulau impian adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan kita dari keberhasialan adalah masalah yang menantang, disitulah letaknya kesejatian. Hakikat perahu adalah berlayar menaklukkan gelombang dan badai. Hakikat kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Pola Sukses dan Pola Gagal

Sahabat...
Apakah hari ini anda sedang beruntung, mengalami keajaiban hidup ataukah hari ini anda sedang mengalami suatu musibah ataupun kegagalan hidup.....

Tahukah sahabat...
Bahwa apapun yang anda alami, itu mempunyai sebuah struktur dan pola yg memunculkan pertistiwa dan kondisi itu terjadi dalam kehidupan anda.....

Kenalilah struktur peristiwa hidup anda, dan Desainlah hidup anda berdasarkan Pola Sukses yang pernah terjadi dalam kehadipun anda. Maka Sukses akan menjadi Nama Tengah anda.... Dan keajaiban Hidup akan menjadi Pola & Gaya Hidup anda...

Sahabat...
SUKSES ada POLA nya dan GAGAL pun ada POLA nya. Manusia hiduppun ada POLAnya. Ini saya sadari setelah saya mempelajari ilmu Neuro Linguistic Programming. Dimana dalam NLP ini ada suatu ilmu yang namanya Strategi.

Pada suatu ketika saya sedang melakukan in house training Salesmanship, saya melakukan demonstrasi didepan para peserta. Saya panggil peserta yang bisa dianggap sukses dalam penjualan barang door to door. Nama peserta tersebut sebut saja Eva. Dan saya segera meng-elicit atau bahasa kerennya mencacah strategi sukses dia.

“Eva, coba diceritakan pengalaman anda sukses menjual banyak satu hari itu dan apa yang anda lakukan ketika anda bangun pagi hingga anda mau berangkat menuju ke kantor”

“begitu bangun, saya berdoa dan bersyukur kepada Sang Pencipta”

“lalu?” tanya saya

“ Saya berpamit kepada suami dan anak saya.”

“apa yang anda ucapkan kepada suami dan anak anda?”

“Kepada suami sih biasa saja hanya mengatakan bang, saya jalan dulu yah.”

“sedangkan ke anak?” kejar saya

“Dod, doakan mama untuk dapat demo dan bisa jualan banyak yah”

“Terus?”

“Anak saya ngomong bahwa Mama jualan yang banyak yah, bila tidak jualan banyak mama jangan jemput Dodi yah.”

Lalu dia menangis karena terharu mengingat hal itu.

Saya meminta dia untuk melihat ke atas dan tarik nafas agar meredakan tangisnya.

“Lalu?” saya tanya lagi

“saya selama perjalanan terbayang muka anak saya dan ucapannya jangan jemput Dodi itu”

Saya bertanya “apakah setelah anda berbicara hal tersebut apakah anda menjadi jualan?”

“Tentu pak, saya menjual banyak pada hari tersebut”

“ ok deh, na sekarang cerita kepada saya apakah pada saat anda tidak jualan pada hari itu apakah tidak berpamit kepada anak?”

“Iya pak, pernah saat saya lagi terburu-buru pergi akhirnya saya malah tidak jualan sama sekali.”

“apakah Cuma itu saja?”

“O tidak pak, saya pernah pamit kepada anak saya dan dia semalam habis saya marahin dan dia sedikit muram”

“Lalu apa yang terjadi?”

“ Ya tidak terjadi jualan pak.”

Ok, lalu saya berbicara kepada para peserta.

“Apa perbedaaannya antara bisa menjual dan tidak bisa menjual?”

“Bedanya antara pamit dengan tidak pamit serta mood anaknya.”

“Ok, saya coba tanya lagi kepada Eva”

“Coba anda lihat pengalaman anda beberapa kali pada saat anda jual banyak apakah polanya sama?”

Dia merenung sejenak dan dia katakan “Iya pak, kok saya baru sadar yah?”

“Na ini yang dinamakan pola. “

“Jadi sekarang anda sudah tahu bagaimana caranya agar anda bisa jualan banyak?”

“Iya pak, saya sudah tahu”

Na, memang dalam suatu kehidupan apapun ada yang namanya pola dan andapun bisa menulis dikertas dan lihat polanya. Akan terlihat dengan jelas ada polanya.

Jadi, baik sukses ataupun gagal pasti ada polanya. Apalagi bila digunakan untuk salesmanship.

Nah, apa Pola Sukses & Pola Gagal Anda...??

Source Artikel, dari berbagai sumber...