ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 30 November 2012

Multiple Self (Tuyul Part 2)

Multiple Self
Untuk sahabat NAQS DNA HK Community di Hongkong, jangan khawatir ya. Tekhnik Kembaran Diri Virtual atau yang di istilahkan oleh pak Yan Nurindra dengan istilah "Multiple Self" itu termasuk materi yang akan saya ajarkan di level advanced (selain materi lain yang juga sangat dahsyat....)

Langsung praktek & dijamin HALAL.

Dan, Insya Allah, saya akan hadir kembali di Hongkong sekitar bulan february atau Maret 2013.

Jadwal event terdekat :
✔ Surabaya, 1 & 2 Desember 2012
✔ Jakarta, 8 & 9 Desember 2012

INFO & PENDAFTARAN : 081231649477 
Info Materi Workshop, silahkan klik di sini...

MENU DOWNLOAD :

SILATURAHMI NAQS DNA HONGKONG, 24 & 25 November 2012


Diskusi Multi Self Part 2, di Wall Pak Yan Nurindra. Link status : https://www.facebook.com/hipnotis/posts/4439779625200. Artikel yang memuat diskusi part 1, silahkan klik DI SINI...

Hati2 "bermain" dengan "Multiple Self". Harus dipahami bahwa walaupun kita dapat membentuk "Virtual Self" dengan tugas2 yg tidak masuk di akal sehat (alias gendeng, gila, sarap, atau kentir), tetapi "Real Self" tetap harus dalam kondisi "waras" sewaras-warasnya, karena ia berada di dimensi riel dan terikat hukum riel (hukum fisika, kimia, matematika, finasial, akuntansi, sosio-budaya, dsb), dunia riel berlaku "aturan" riel yg harus ditaati oleh segenap penghuni dimensi riel ini, tetap berlaku hukum newton, transformasi laplace, fungsi bessel, hukum thermodinamika, siklus carnot, hukum Dulong-Petit, juga candle-stick pasar saham, dll.


Beni Budaya Gmps : Waduh.... hukumnya banyak betul Pak Yan, hehehe :)

Yan Nurindra : Pak Beni Budaya Gmps : Lha dunia riel memang banyak hukumnya, itu belum termasuk KUHAP dan UU KPK lho.

Beni Budaya Gmps : Hahahaha... Pak Yan Nurindra (y)

Willy Wong : Barusan membuat Self bernama "Giant" yang bertugas untuk masalah "omzet bulanan" untuk kantor..

Yan Nurindra : Willy Wong : Kayaknya "genre" si Giant ini "marketing" ya ??

Willy Wong : Pak Yan Nurindra: Ya pak, 'jin cari duit' untuk marketing2 kantor karena omzet bulan ini merosot drastis. dibuat tadi siang, dan ada calon 'terjaring' malam ini :D

Willy Wong : Lapor Pak Yan Nurindra: "Giant" works perfectly..! Kalau yang tadi siang memang sudah dalam 'perkiraan sesuai kesepakatan sebelumnya', namun yang malam ini benar2 dadakan! Amazing!

Yan Nurindra : Willy Wong : Keren Bro, tinggal di chunkside saja ke hal-hal lainnya ! Karena di tingkat Meta apalagi Super-Meta (semesta), tidak ada lagi perbedaannya. Perbedaan ada hanya di tingkat "value" dan norma di kesadaran normal.

Willy Wong : Ya pak Yan, ini benar2 tanpa dibuat2, bikinnya aja tadi di kamar mandi karena 'gemes' omzet tidak lancar spt bulan2 sebelumnya. Thanks a lot pak Yan..

Yan Nurindra : Untuk teman2 semua yg tengah membaca rangkaian Status ini, baru saja Bro Willy Wong menelpon saya, dan menceritakan fenomena yg terjadi malam ini, tentu saya tidak mungkin menceritakan detailnya, karena menyangkut person dan angka. Tetapi intinya, menunjukkan bahwa "Self" yg didisain dengan kesadaran yang tepat, benar2 dapat memicu keajaiban. Tetapi kembali semuanya tergantung pilihan kita untuk mempercayainya atau hanya menganggapnya sebagai "isapan jempol" semata ! Manusia punya kuasa dan kebebasan memilih dan berpikir ..... :)

Ifan Winarno : Tetep .. Ini teamwork, kerjasama antara yg "real" dan yg "diberi kuasa" .. Misalkan, disuruh nagih, ya yg melakukan obrolan/rayuan/bujukan/ancaman biar yg "diberi kuasa", lalu pas orgnya masuk ambil duit, maka terjadi pergantian pemain .. giliran terima uang harus tetep yg "real" agar tetap aman terkendali .. :p .. Paling tidak bisa membantu mengatasi hal2 yg gak perlu si "real" turun tangan sendiri .. :D

Yan Nurindra : Pak Ifan Winarno : Bahkan saat mengerahkan Tuyul provokatif, maka Riel Self tetap ber-SMS dan ber-BBM tetap dengan kaidah2 Milton Model :)

Ifan Winarno : Sejauh ini, saya mengenal bbrp model .. Yg pertama, benar2 jadi entitas di luar diri kita dan bekerja sesuai program kita secara independen (ini yg saya kenal di quantum x-formation sebagai identity) .. Yang kedua adalah, tetap menyatu dg si "real" dan badan fisik dipakai bergantian dg si "diberi kuasa" .. Dan yang ketiga murni multitasking, pada saat badan fisik dikuasai si "real", maka program2 yg "diberi kuasa" bekerja dan bisa ditampilkan sebagai object yg nampak dlm internal movie si "real", jadi hanya si "real" yang tahu aktifitas si "diberi kuasa" .. Bahkan ada yg diwujudkan sbg sosok "super", dg fungsi tertentu .. Kalo saya pribadi, lbh nyaman dg bentuk "saya yg lain" .. Lepas dari bagaimana ini dibuat ya, pak ..:D

Yan Nurindra : Pak Ifan Winarno : Dalam kasus VAP menyatu dengan "real self" ini mirip dengan "nyambet", tapi nyambet dengan diri kita sendiri di perceptual position yg berbeda (3rd atau 4th). Kemarin kita cobakan, ketika VAP eksternal dari Bro IPP disuruh menyatu ke "real self" dari IPP, maka yg terjadi seperti memicu anchor pindah state, tetapi yg menarik ybs tidak pindah ke kondisi "trance", melainkan aktifnya alter-ego VAP tersebut mempengaruhi sisi Conscious, jadi fenomenanya benar2 sadar seperti sadar pada umumnya. Hanya saja personality-nya tentu berubah dari biasanya.

KH Ilyas Afsoh : adakah artikel lengkap multiple self, dari awal yang dapat saya pelajari Pak Yan?
sangat menarik bagi saya

Yan Nurindra : KH Ilyas Afsoh : Ada buku tentang "Multiple Self", saya sudah tuliskan judulnya di status sebelum ini, tetapi itu lebih berbicara aspek psikologis internal, jadi mirip dengan getstalt dan variannya (ego state, parts therapy, dll). Dalam pembahasan kita disini, "Self" yg dimaksud dapat menjangkau dunia eskternal, atau dalam esoterism dikenal sebagai "macrocosmos". Saya tidak tahu apakah ada buku yg membahas ini, tetapi cukup banyak buku yg membahas dalam terminologi berbeda yaitu "Superconsciousness" atau kecerdasan supra, dimana jika dikaitkan disini, maka SUperconsciousness-pun merupakan salah satu ekspresi dari "Self".

Sri Lestari : si tuyul ini kan suka 'ngerjain' kita pak...kalo pas 'ngerjain' nya kebangetan hingga 'riel self' nya kecapekan trus ga mau ambil hasil kerjanya, apakah bisa 'ngambek' dia pak?

Yan Nurindra : Mbak Sri Lestari : Wah jawabannya panjang dan tidak sederhana, tetapi singkatnya "Reall Self" tetap sebagai pengendali dan pemutus. Sehingga harus ada suatu pembagian peran seperti "Master & Slave", sisi Real Self harus tetap menjadi Master, dan si Tuyul tetap Slave. Karena memang sisi Unconscious manusia ini cenderung "buta", sehingga penyesuaian "konteks" harus dilakukan oleh sisi Conscious. Sebagai contoh "Tuyul" rejeki kalau sdh bekerja, dia nggak kenal waktu, siang dan malam orderan datang terus, padahal ini dapat menjadi tidak "ekologis" dari sisi lainnya. Real Self yg harus memegang kendali, sekaligus "memperbaiki" program dari "Tuyul" ini agar lebih ekologis.

Sebagai contoh, misalkan karena rajinnya si "Tuyul" rejeki, sampai-sampai kita disodori peluang "haram" yg tidak sesuai dengan value kita (misalkan kesempatan korupsi atau mencuri), maka tentu "Real Self" yg harus menimbang, dan menolak, lalu memprogram ulang si "Tuyul" agar lebih ekologis dan menyesuaikan dengan value dasar kita.

Sri Lestari : sy pernah bikin 'tukang cari kerjaan ngajar di luar jam dinas', awalnya iseng sj. Hasilnya, alhamdulillah minggu depannya tawaran ngajar maupun order 'ngamen' berdatangan sampe kewalahan. Trus sy bikin 'tukang jualan obat di apotek' dan dlm bbrp bln omzet apotek naik drastis. Mnrt sy, bikinnya hrs serius setengah iseng pak..betul apa tidak ya?

DOWNLOAD BUKU BARU :