ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 29 November 2012

Tuyul Mat Gesek & Quantum Virtual

MANUSIA BERWUJUD BINATANG

Alkisah, seorang yang telah waskita dapat melihat wujud gaib dari diri kita. Dan bila peningkatan kesadaran kita masih rendah atau masih kuat dalam memperturutkan hawa nafsu, maka wujud kita terlihat bukan sebagai manusia, akan tetapi berwujud binatang. Semacam harimau, monyet, anjing, babi, dll......

Ya, wujud gaib yg terlihat, bisa jadi bukan merupakan perwujudan dari entitas makhluk astral jin. Tetapi bisa jadi merupakan kristalisasi dari nafsu kita sendiri. Maka jangan heran, bila seandainya anda melihat ada orang kaya mempunyai wujud gaib berbentuk ular naga.... belum tentu dia kaya dari pesugihan atau bekerja sama dengan syetan, tetapi bisa jadi ular naga yang kau lihat itu adalah perwujudan kristalisasi dari nafsu duniawi orang tsb.

Sebagaimana sering saya sampaikan dalam pembelajaran Quantum Virtual di sini.........

Dalam hal ini pak Yan Nurindra menjelaskan dalam diskusi di status fb-nya
dimulai dari status ini https://www.facebook.com/hipnotis/posts/4430815201095
✔ Manusia adalah ciptaan Tuhan yg sangat sempurna, dilengkapi berbagai emosi yg akhirnya tercermin dalam bentuk multiple self (personality), beberapa "self" terkadang dinilai negatif oleh normatif umum yg sudah terkontaminasi oleh pola hidup metropolis dan kapitalis. Suatu keilmuan atau faham, atau keyakinan berpotensi juga untuk "mematikan" beberapa "self" yg dinilai tidak "ekologis" menurut norma hidup moderen yg cenderung menciptakan "kasta" baru. Sayang sekali jika hal ini terjadi, karena sebagai manusia yang hidup dengan takdir holistik, kita tetap butuh sisi "ndeso", "kampungan", "rock n roll", bahkan sisi yg sedikit "gelap" dan "nakal" untuk dapat mengarungi hidup dengan nyaman dan aman. Selamat pagi Sahabat.

Dengan adanya fenomena "multiple self" di tingkat unconscious, maka secara teoritis kita dapat membuat batalyon pasukan "Tuyul" untuk berbagai keperluan praktis. Bahkan tanpa pengetahuan inipun secara tidak sengaja mungkin kita sudah memiliki "Tuyul" yg sudah terbukti kompeten untuk menjalankan berbagai tugas. Berikan nama pada "Tuyul" kita, berikan kesadaran dan tugas, dan biarkan dia bekerja bebas berkreasi tanpa dibatasi logika pemiliknya. Selamat bereksperimen.
Fathi Ridwan Basalamah II : Apakah ini sama dgn memilki beberapa Alter Ego, yg bisa dimunculkan sesukanya dan bisa dikontrol oleh Executive Ego ?

Yan Nurindra : Pak Fathi Ridwan Basalamah II : Mirip2 tapi tidak persis, alter-ego lebih berbicara tentang personality, multiple-self lebih luas dan dapat dibentuk untuk tugas yg sangat spesifik (orientasi ke task). Multiple Self yg dimaksudkan disini dapat bekerja secara "independen", dimana saat yg sama Ego dominan dapat menjalankan peran dan tugas yg berbeda. Dalam keseharian, misalkan seseorang memiliki "magnet" yg kuat untuk pertemanan, atau keberlimpahan, atau lainnya,maka sesungguhnya ia sudah memiliki "entitas" yg merupakan perpanjangan dari "Self" yg bekerja di dimensi yg berbeda (dimensi eter), hanya saja dalam penelitian saya beberapa bulan ini, entitas ini dapat dibentuk, diberikan identitas (nama, tugas) dan sebaiknya selalu di-charge (mirip dengan Sigil Magick).

Fathi Ridwan Basalamah II : Pak Yan , Apakah sensasi anchoring juga bisa dimunculkan sebagai Ego atau Self ?

Yan Nurindra : Pak Fathi Ridwan Basalamah II : Anchor konvensional selalu analogi dengan 1st Position, sedangkan disini justru memicu 3rd Position dalam bentuk reverse. Tetap dapat menggunakan Anchor, yaitu untuk memicu aktifnya 3rd Position (Reverse).

Ady Jovial : Pak Yan Nurindra.... kalau tugas tuyulnya sudah kelar, menghilangkannya gimana tuh?
apa gak jadi spam dari yang Aslinya ?

Yan Nurindra : Ady Jovial : Ya dihilangkan begitu saja, ketika "kesadarannya" sudah dicabut, maka "entitas"-nya akan lenyap.
✔ Silakan iseng membuat "Tuyul Pendamai", yg bermanfaat untuk mendamaikan konflik yg tengah terjadi antara kita dan orang lain (termasuk keluarga).
  1. Masuk ke dalam kondisi hening (Alpha-Theta),
  2. Niatkan atau imajinasikan membentuk "entitas" yg berasal dari "Self" kita sendiri yang memiliki kterampilan "mendamaikan",
  3. Berikan nama (yg nyaman tentunya bagi kita).
  4. Ketika terjadi konflik, panggil "Tuyul" ini, berikan tugas untuk menyelesaikan konflik ini.
  5. Lepaskan, jangan pernah dipikirkan.
  6. Sekali dalam sehari, panggil "Tuyul" ini, tegaskan tugasnya, dan lepaskan kembali untuk bertugas.
  7. Oh ya jangan lupa selalu mengucapkan terima kasih, agar dia happy dan lebih "pede" !
Silakan dicoba, dan jika berkenan, laporkan kecanggihan "Tuyul" anda ke saya ..... [Percaya boleh, tidak ya silakan ... bebas kok]

Yg perlu di-ingat bahwa "kompetensi" Tuyul ini seperti "manusia biasa", perlu jam terbang, perlu latihan, perlu dilatih terus dalam bertugas, sampai akhirnya benar-benar memiliki kompetensi luar biasa sebagai "pendamai".
Fathi Ridwan Basalamah II : Percaya dooooong...Btw, ini mirip teknik Ego state Therapy kah ?..:-)

Yan Nurindra : Pak Fathi Ridwan Basalamah II : Agak berbeda Pak, kalau ego state, baik ego maupun introject semuanya berada dalam diri, tetapi ini justru diposisikan di luar diri, baik secara fisik maupun mental. Ini yg saya maksudkan sebagai Reverse Third Position. Saya menyarankan untuk bereksperimen dengan "Tuyul Pendamai", karena efektivitas-nya mudah dibuktikan. Jika "kesadaran" anda sudah mulai "menyadari" keberadaan entitas ini, maka andapun dapat mengembangkan kreativitas untuk "menciptakan" berbagai "Tuyul" lainnya. nama kerennya ya "Virtual Assistant Program".

lham Ardiansyah : Oh ini seperti jessica methodnya versi pak saiful anam ya?

Yan Nurindra : Ilham Ardiansyah : Bisa dianggap sama, bisa dianggap tidak, karena "Tuyul" ini konsepnya adalah "Self", kemudian membuatnya tidak perlu di Ultra Height, karena ini soal "kesadaran" semata. Ultra Height hanya sekedar untuk lebih "klik" saja, terutama bagi mereka yg visual. Kalau konsep tepatnya "Jessica", tentu Mas Saiful Anam yg lebih kompeten untuk menjelaskannya.

Ilham Ardiansyah : Oh begitu, tp apa yg kita visualisasikan itu berwujud tuyul kah? atau terserah kita ya pak?

Yan Nurindra : Ilham Ardiansyah : Lha ya terserah kita, bagi yg visual sekalipun terkadang yg muncul adalah simbol, bola cahaya, bukan "mahluk tertentu", bagi yg tidak visual tentu tidak terbentuk menjadi apapun juga, tetapi dengan "kesadaran" yang baik, Virtual Assistant Program ini tetap akan bekerja dengan baik. Silakan dicoba saja.

Hendry Risjawan : wkt setiap hari manggil si Mr.T apakah jg masuk ke dalam Alfa Theta mas

Yan Nurindra : Mas Hendry : Tidak perlu, bisa di setiap saat. Karena sifatnya sdh menjadi "entitas" yg independen. Termasuk bagi yg terbentuk secara visual sekalipun, bisa dipanggil kapanpun juga. Tidak perlu state khusus.

Ilham Ardiansyah : Jadi kalo yg bukan tipe visual bisa dirasakan walau ga bisa dilihat ya pak?
trs yg dimaksud entitas itu seperti apa ya'?

Yan Nurindra : Ilham : Nggak usah perlu "terasa" juga tetap bekerja. Ini bukan soal sensasi submodality, tetapi "kesadaran".
✔ Dalam keseharian, jika seseorang memiliki "magnet" yg kompeten untuk menjalin pertemanan, keberlimpahan, cinta, dsb, maka yang bersangkutan sesungguhnya secara sengaja atau tidak segaja telah memiliki "entitas" yg merupakan perpanjangan dari "Self"-nya sendiri yg bekerja di dimensi berbeda. Dari penelitian saya, entitas ini dapat dibentuk dan diberikan Identitas (Nama, Tugas dan Kesadaran), dan sebaiknya selalu di-Charge secara rutin agar selalu terjadi "Connectedness" dengan Ego Sentral, saat yg sama entitas ini justru akan bekerja maksimal ketika benar-benar terlepas dari Ego Sentral (konsep paradoksial). Selamat merenungkan ......!
Oby Ice : apakah smcm khodam ya pak..?
atau hnya energi sj..
Mhn pencerahannya pak...

Yan Nurindra : Oby Ice : Justru tulisan saya ini semoga dapat "meluruskan" konsep yg salah tentang "entitas", termasuk khodam, jimat, simbol, dan lainnya.

Oby Ice : apakah smcam semangat atau energi positif kita pak...
dimna jika kita me"niat" kan sesuatu,scara tdak langsung akn berkesinambungan dgn keseharian kita di masa yg akan datang...

Yan Nurindra : Oby Ice : Ya itu salah satu yg saya maksud. Keyakinan terhadap sesuatu hal akan memunculkan "entitas" yg dapat mempengaruhi "macrocosmos".

Fathi Ridwan Basalamah II : Pak Yan, Dengan demikian ybs dianggap mempunyai POTENSI/ENTITAS yg memberdayakan...Bagaimana jika dibandingkan seseorang yg mempunyai POTENSI/ENTITAS yg biasa2 saja, tapi kebetulan KAPASITAS nya luar bisa dgn seseorang yg POTENSI/ENTITAS nya luar bisa tapi KAPASITAS nya biasa2 saja ? Apakah ini cukup bisa menjadi " INFLUENCE " ?...

Yan Nurindra : Fathi Ridwan Basalamah II : Entitas adalah espresi, dengan kapasitas yg luar biasa tentu juga menghasilkan ekspresi berupa entitas. Justru status ini menjelaskan bahwa orang dengan kapasitas biasa dapat melakukan hal yg luar biasa, karena "kesadaran"-nya dapat memicu entitas yg memberdayakan. Sebagai contoh, pemilik ayam bakar "Mas Mono", mungkin memiliki kapasitas sangat biasa2 saja, tetapi ybs memiliki "kesadaran" luar biasa, sehingga memunculkan entitas yg sangat dahsyat, yg akhirnya membawanya ke posisi saat ini.

Fathi Ridwan Basalamah II : Pak Yan, Okay kita go meta : Kalau diumpakan banyak sekali orang2 brlliant di negara2 yg disebut sbg negara2 dunia ketiga, mereka justru harus berkerja di negara2 yg lebih maju, karena illmunya tidak kepakai di negrinya sendiri....Bukankah ini berhubungan dgn kapasitas, sehingga seseorang harus berpindah ?..

Sri Lestari : pak apakah entitas ini tdk menghabiskan 'energi' qt scr tdk qt sadari? Krn seolah qt 'memperbyk' diri qt

Yan Nurindra : Mbak Sri Lestari : Tidak sama sekali, karena "ia" tidak bersifat fisik, dan seperti yg saya sampaikan sebelumnya bahwa kita justru harus "terlepas" dari "entitas" tersebut. Mirip dengan doa, ketika kita sudah melontarkan doa maka kita harus tidak memikirkannya lagi, memikirkan berarti "mempertanyakan". Niat dan "lepaskan", ini yg saya maksudkan dengan konsep paradoksial. Seperti halnya di teknik Reiki, materialisasi dengan bola energi chokurei, niat dan lepaskan, biarkan dia "berkelana" di macrocosmos untuk membentuk jalan penciptaan.
✔ Ada yg protes, bahwa istilah "Tuyul" sudah kuno dan katrok ...! Ya sudah ganti aja dengan misalkan : "Virtual Assistant Program". Gitu aja kok repot ...! Bebas kok ...... He he .....
Willy Wong : Pembelajaran dari Pak Yan akan hal-hal yang esoteris dalam "crack modern" ini membawa saya pada suatu kosakata: Neo Psychic.

Yan Nurindra : Willy Wong ini diam-diam punya Tuyul yg namanya saya duga "Mc Apart", tugasnya "mbayari" angsuran apartemennya pemiliknya ....! Sip sip !

Willy Wong : hihiihi... mohon doanya supaya si Mac bisa tambah seksi pak.. Dan yang lebih saya banggakan adalah Tuyul "Model" yang membuat saya yang sebenarnya punya tingkat kecerdasan standar ini bisa merasa layak dan PD untuk memodel kecerdasan Pak Yan dan orang-orang luar biasa lainnya, baik dari tataran makhluk 'halus' maupun 'kasar' :D

Yan Nurindra : Willy Wong : Ya itu, supaya lebih seksi, diberi "NAMA", yg ekologis terhadap kita dan tugasnya. Lalu di-charge setiap hari, dengan cara dipanggil di-briefing, dan dilepaskan lagi.

Willy Wong : Thanks pak Yan, pembelajaran dan status2 pak Yan yang ini, hebringg..! Kuerenn canggih! Selalu saj ada yang baru dari waktu ke waktu..

Yan Nurindra : Willy Wong : Contohnya Tuyul "pembayar kartu kredit" saya, namanya "Mat Gesek" .... he he jelek banget ya ? Tapi ya itu yg paling ekologis menurut conscious saya.

Ady Jovial : ada bedanya pak, kalau di-charge tiap hari dengan yang lebih dari sehari dari segi kwalitas menjalankan tugasnya?

Yan Nurindra : Ady Jovial : Boleh saja di-charge lebih sekali dalam sehari, asalkan justru bukan mencerminkan bahwa kita tidak "pede" ke kemampuan "Tuyul" ini, charge lebih ke arah "connectedness" seperlunya, dan memastikan tugasnya.

Willy Wong : hehehehe.. kalau dalam pemahaman tradisional, "Mc Apart" ini kok seperti 'khodam' yang diberikan oleh seorang guru kepada muridnya. Terimakasih banyak atas 'pewarisan' McApart ini pak..

Yan Nurindra : Ady Jovial : Kualitas "Tuyul" ini merupakan ekspresi dari kualitas "kesadaran" kita, bukan soal frekwensi.

Ifan Winarno : saya pribadi menyebutnya X-Man .. xixixi ..krn dia gak gundul kaya darto helm pas main tuyul, dan karena bentuknya malah persis saya maka saya tidak menyebutnya sahabat .. dan karena dia sangat nyata kerjanya maka saya tidak menyebutnya Virtual .. #boleh.boleh.saja.khan .. :D
✔ Pembahasan tentang "Multiple Self" yg berada nun jauh di kedalaman Unconscious yg dapat menjelma menjadi "entitas", kiranya dapat dipahami sebagai "benang merah" tentang fenomena : Jimat, Simbol, Khodam, Mantra, dan berbagai perangkat yg sering di-identikkan dengan mistik. Perangkat-perangkat dimaksud merupakan "simbol" penghubung antara sisi Conscious dengan "Self" tertentu. Bahkan " Multiple Self" inilah yg dapat menjelaskan teori LOA yg menurut beberapa orang bekerja dengan baik, dan beberapa orang lainnya mengatakan tidak bekerja. Aktivasi "Self" sesuai keinginan sangat terkait dengan pemahaman konsep holistik kesemestaan dan tingkat kesadaran, karena ia bukan di ranah logis yang dapat diukur atau dikalibrasi seperti ilmu pengetahuan.
Hati2 "bermain" dengan "Multiple Self". Harus dipahami bahwa walaupun kita dapat membentuk "Virtual Self" dengan tugas2 yg tidak masuk di akal sehat (alias gendeng, gila, sarap, atau kentir), tetapi "Real Self" tetap harus dalam kondisi "waras" sewaras-warasnya, karena ia berada di dimensi riel dan terikat hukum riel (hukum fisika, kimia, matematika, finasial, akuntansi, sosio-budaya, dsb), dunia riel berlaku "aturan" riel yg harus ditaati oleh segenap penghuni dimensi riel ini, tetap berlaku hukum newton, transformasi laplace, fungsi bessel, hukum thermodinamika, siklus carnot, hukum Dulong-Petit, juga candle-stick pasar saham, dll.


Beni Budaya Gmps : Waduh.... hukumnya banyak betul Pak Yan, hehehe :)

Yan Nurindra : Pak Beni Budaya Gmps : Lha dunia riel memang banyak hukumnya, itu belum termasuk KUHAP dan UU KPK lho.

Beni Budaya Gmps : Hahahaha... Pak Yan Nurindra (y)

Willy Wong : Barusan membuat Self bernama "Giant" yang bertugas untuk masalah "omzet bulanan" untuk kantor..

Yan Nurindra : Willy Wong : Kayaknya "genre" si Giant ini "marketing" ya ??

Willy Wong : Pak Yan Nurindra: Ya pak, 'jin cari duit' untuk marketing2 kantor karena omzet bulan ini merosot drastis. dibuat tadi siang, dan ada calon 'terjaring' malam ini :D

Willy Wong : Lapor Pak Yan Nurindra: "Giant" works perfectly..! Kalau yang tadi siang memang sudah dalam 'perkiraan sesuai kesepakatan sebelumnya', namun yang malam ini benar2 dadakan! Amazing!

Yan Nurindra : Willy Wong : Keren Bro, tinggal di chunkside saja ke hal-hal lainnya ! Karena di tingkat Meta apalagi Super-Meta (semesta), tidak ada lagi perbedaannya. Perbedaan ada hanya di tingkat "value" dan norma di kesadaran normal.

Willy Wong : Ya pak Yan, ini benar2 tanpa dibuat2, bikinnya aja tadi di kamar mandi karena 'gemes' omzet tidak lancar spt bulan2 sebelumnya. Thanks a lot pak Yan..

Yan Nurindra : Untuk teman2 semua yg tengah membaca rangkaian Status ini, baru saja Bro Willy Wong menelpon saya, dan menceritakan fenomena yg terjadi malam ini, tentu saya tidak mungkin menceritakan detailnya, karena menyangkut person dan angka. Tetapi intinya, menunjukkan bahwa "Self" yg didisain dengan kesadaran yang tepat, benar2 dapat memicu keajaiban. Tetapi kembali semuanya tergantung pilihan kita untuk mempercayainya atau hanya menganggapnya sebagai "isapan jempol" semata ! Manusia punya kuasa dan kebebasan memilih dan berpikir ..... :)

Ifan Winarno : Tetep .. Ini teamwork, kerjasama antara yg "real" dan yg "diberi kuasa" .. Misalkan, disuruh nagih, ya yg melakukan obrolan/rayuan/bujukan/ancaman biar yg "diberi kuasa", lalu pas orgnya masuk ambil duit, maka terjadi pergantian pemain .. giliran terima uang harus tetep yg "real" agar tetap aman terkendali .. :p .. Paling tidak bisa membantu mengatasi hal2 yg gak perlu si "real" turun tangan sendiri .. :D

Yan Nurindra : Pak Ifan Winarno : Bahkan saat mengerahkan Tuyul provokatif, maka Riel Self tetap ber-SMS dan ber-BBM tetap dengan kaidah2 Milton Model :)

Ifan Winarno : Sejauh ini, saya mengenal bbrp model .. Yg pertama, benar2 jadi entitas di luar diri kita dan bekerja sesuai program kita secara independen (ini yg saya kenal di quantum x-formation sebagai identity) .. Yang kedua adalah, tetap menyatu dg si "real" dan badan fisik dipakai bergantian dg si "diberi kuasa" .. Dan yang ketiga murni multitasking, pada saat badan fisik dikuasai si "real", maka program2 yg "diberi kuasa" bekerja dan bisa ditampilkan sebagai object yg nampak dlm internal movie si "real", jadi hanya si "real" yang tahu aktifitas si "diberi kuasa" .. Bahkan ada yg diwujudkan sbg sosok "super", dg fungsi tertentu .. Kalo saya pribadi, lbh nyaman dg bentuk "saya yg lain" .. Lepas dari bagaimana ini dibuat ya, pak ..:D

Yan Nurindra : Pak Ifan Winarno : Dalam kasus VAP menyatu dengan "real self" ini mirip dengan "nyambet", tapi nyambet dengan diri kita sendiri di perceptual position yg berbeda (3rd atau 4th). Kemarin kita cobakan, ketika VAP eksternal dari Bro IPP disuruh menyatu ke "real self" dari IPP, maka yg terjadi seperti memicu anchor pindah state, tetapi yg menarik ybs tidak pindah ke kondisi "trance", melainkan aktifnya alter-ego VAP tersebut mempengaruhi sisi Conscious, jadi fenomenanya benar2 sadar seperti sadar pada umumnya. Hanya saja personality-nya tentu berubah dari biasanya.

KH Ilyas Afsoh : adakah artikel lengkap multiple self, dari awal yang dapat saya pelajari Pak Yan?
sangat menarik bagi saya

Yan Nurindra : KH Ilyas Afsoh : Ada buku tentang "Multiple Self", saya sudah tuliskan judulnya di status sebelum ini, tetapi itu lebih berbicara aspek psikologis internal, jadi mirip dengan getstalt dan variannya (ego state, parts therapy, dll). Dalam pembahasan kita disini, "Self" yg dimaksud dapat menjangkau dunia eskternal, atau dalam esoterism dikenal sebagai "macrocosmos". Saya tidak tahu apakah ada buku yg membahas ini, tetapi cukup banyak buku yg membahas dalam terminologi berbeda yaitu "Superconsciousness" atau kecerdasan supra, dimana jika dikaitkan disini, maka SUperconsciousness-pun merupakan salah satu ekspresi dari "Self".

Sri Lestari : si tuyul ini kan suka 'ngerjain' kita pak...kalo pas 'ngerjain' nya kebangetan hingga 'riel self' nya kecapekan trus ga mau ambil hasil kerjanya, apakah bisa 'ngambek' dia pak?

Yan Nurindra : Mbak Sri Lestari : Wah jawabannya panjang dan tidak sederhana, tetapi singkatnya "Reall Self" tetap sebagai pengendali dan pemutus. Sehingga harus ada suatu pembagian peran seperti "Master & Slave", sisi Real Self harus tetap menjadi Master, dan si Tuyul tetap Slave. Karena memang sisi Unconscious manusia ini cenderung "buta", sehingga penyesuaian "konteks" harus dilakukan oleh sisi Conscious. Sebagai contoh "Tuyul" rejeki kalau sdh bekerja, dia nggak kenal waktu, siang dan malam orderan datang terus, padahal ini dapat menjadi tidak "ekologis" dari sisi lainnya. Real Self yg harus memegang kendali, sekaligus "memperbaiki" program dari "Tuyul" ini agar lebih ekologis.

Sebagai contoh, misalkan karena rajinnya si "Tuyul" rejeki, sampai-sampai kita disodori peluang "haram" yg tidak sesuai dengan value kita (misalkan kesempatan korupsi atau mencuri), maka tentu "Real Self" yg harus menimbang, dan menolak, lalu memprogram ulang si "Tuyul" agar lebih ekologis dan menyesuaikan dengan value dasar kita.

Sri Lestari : sy pernah bikin 'tukang cari kerjaan ngajar di luar jam dinas', awalnya iseng sj. Hasilnya, alhamdulillah minggu depannya tawaran ngajar maupun order 'ngamen' berdatangan sampe kewalahan. Trus sy bikin 'tukang jualan obat di apotek' dan dlm bbrp bln omzet apotek naik drastis. Mnrt sy, bikinnya hrs serius setengah iseng pak..betul apa tidak ya?

DOWNLOAD BUKU BARU :