ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 07 Desember 2012

ILMU VERSUS UANG

Nabi Sulaiman diberi pilihan antara harta, kerajaan atau ilmu. Maka Sulaiman memilih ilmu. Lalu dengan ilmu itu (akhirnya) ia diberi kerajaan dan harta.

Bila Nabi Sulaiman memilih Ilmu, bagaimana dengan anda....???

Ada beberapa sahabat yang menahan niat untuk menginvestasikan uangnya dalam dunia pendidikan untuk pengembangan potensi dirinya (Semisal mengikuti pelatihan ini.... Klik Di Sini...) Dan lebih memilih menanamkannya dalam dunia usahanya.

Mungkin dia lupa, bahwa modal sukses 90% terletak bukan di banyaknya harta yg dimiliki. Akan tetapi pada softskill yang dimiliki oleh sang pengelola uang tsb.

THE MAN BEHIND THE GUN
Senjata yang canggih dan hebat tak akan ada artinya di tangan orang yang tidak mengerti menggunakan senjata tersebut. Demikian juga dengan uang. Modal milyaran rupiah rupiah bisa hilang dalam sekejap di tangan orang yg tidak ahlinya dalam mengelola keuangan.

NABI SULAIMAN
Suatu ketika, Nabi Sulaiman ditawari oleh Allah untuk memilih antara ilmu, harta, dan tahta. Nabi Sulaiman dengan tegas memilih ilmu, dan pilihan tersebut adalah yang terbaik. Dengan pilihan itu juga, Nabi Sulaiman akhirnya mendapatkan harta dan tahta sebagai raja, dengan kehendak Allah. Nabi Sulaiman adalah raja yang sangat kaya dengan wilayah kekuasaan yang luas. Raja-raja lain menaruh hormat kepadanya.

Bila Nabi Sulaiman memilih Ilmu, bagaimana dengan anda....???

Nabi Sulaiman a.s. merupakan nabiyullah yang tercatat dalam sejarah sebagai nabi yang cerdas, kaya raya, berkuasa dan shalih. Ada hadits yang mengisahkan tentang nabi Sulaiman. Namun, hadits tersebut sanadnya dla’if (lemah). Walaupun begitu, tidak berlebihan jika hadits tersebut kita rasionalkan. Haditsnya berbunyi seperti ini:

خُيِّرَ سُلَيْمَانُ بَيْنَ الْمَالِ وَالْمُلْكِ وَالْعِلْمِ فَاخْتَارَ الْعِلْمَ فَأُعْطِيَ الْمُلْكُ وَالْمَالُ لِاخْتِيَارِهِ الْعِلْمِ

“Sulaiman diberi pilihan antara harta, kerajaan, atau ilmu. Maka Sulaiman memilih ilmu. Lalu dengan sebab memilih ilmu (pada akhirnya) ia diberi kerajaan dan harta.” (H.R. Ibnu ‘Asakir dan ad-Dailami).

Dalam hadits tersebut, Nabi Sulaiman lebih memilih ilmu daripada harta dan kerajaan. Ini adalah pilihan yang sangat tepat. Nabi Sulaiman paham betul bahwa ilmu itu tidak seperti harta dan kerajaan. Ilmu itu ringan dibawa ke mana-mana. Ilmu itu bagaikan biji yang tumbuh menjadi pohon yang kemudian menghasilkan buah yang segar dan bermanfaat. Ilmu itu cahaya yang menyingkirkan duri dan gelapnya jalan menuju tujuan sehingga kita akan tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Mana arah ke surga mana arah ke neraka. Mana jalan menuju kaya dan mana jalan menuju kemelaratan. Dengan begitu, kita tinggal memilih mau melangkah di jalan mana kita? Tentunya semua pilihan memiliki konsekuensi masing-masing.

Berbekal ilmu yang luas, Nabi Sulaiman berhasil menguasai dunia bukan dikuasai dunia. Ia pun berhasil menjadi raja yang cerdas nan kaya raya. Maka, sekali lagi saya tegaskan bahwa, tidaklah berlebihan jika hadits dla’if tersebut dirasionalkan. Dan, memang begitulah fakta dan realitas bahwa orang berilmu derajatnya lebih tinggi daripada yang tidak berilmu.

Contoh tersebut sudah menjadi bukti bahwa ilmu itu selalu saja bersinggungan dengan rezeki. Dalam hal ini adalah rezeki materi. Bahkan Allah pun secara tegas menyatakan bahwa orang berilmu itu diangkat derajatnya daripada yang tidak berilmu.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah [58]: 11).

Oleh karena itu, menjadi orang berilmulah sebagaimana yang Rasulullah sebutkan dalam hadits jika kita ingin menjadi orang yang mulia di hadapan Allah dan manusia serta dilapangkan rezeki. Ini pasti!

طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
Mencari Ilmu itu wajib bagi ummat Islam , baik laki-laki maupun Perempuan

انماالاْعمال بالنيات
Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.

Kenapa ?
karena niat merupakan barometer untuk meluruskan amal perbuatan. Apabila niat itu baik maka amal perbuatan akan menjadi baik dan sebaliknya apabila amal itu jelek maka perbuatan tersebut otomatis jelek juga

Sabda Nabi SAW :

وعن رسول الله صلى الله عليه وسلم : كم من عمل يتصور بصورة اعمال الد نيا ويصير بحسن النية من اعمال الاخرة . وكم من عمل يتصور بصورة اعمال الاخرة ثم يصير من اعمال الد نيا بسوء النية

Dari Nabi SAW : Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia lalu menjadi amal akherat,sebab niat yang bagus. Dan banyak juga amal perbuatan yang kelihatannya amal akherat namun karena niat yang buruk maka menjadi amal dunia.

العلم نور
Ilmu adalah cahaya

dan mencari ilmu adalah wajib . Namun jika tidak dibarengi dengan niat yang kuat rasanya malaslah untuk datang ke majlis ta lim. Padahal Sabda Nabi SAW menyatakan Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari Ilmu , maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Syurga

Sabda Nabi SAW

قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : من تعلم با با من العلم ينتفع به فى اخرته ود نياه اعطا ه الله خيرا له من عمرالد نيا سبعة الاف سنة صيام نهارها وقيام لياليها مقبولا غيرمردود

Barang siapa belajar satu BAB dari Ilmu yang bermanfaat untuk akhirat dan dunianya , maka Allah akan memberi kebaikan kepada orang tersebut dengan lebih baik dari pada perkara dunia yang ia berpuasa tujuh ribu tahun pada siang harinya dan sholat sunat pada malam harinya dengan diterima dan tidak ditolak sama sekali..

Apa jawab Nabi Sulaiman AS ketika Allah menyuruh Nabi Sulaiman AS untuk memilih antara Ilmu dan harta.

Ternyata Nabi Sulaiman AS memilih Ilmu , dengan alasan sebagai berikut :
  1. Ilmu lebih utama dari pada harta , karena Ilmu warisan Nabi ( Milik para Nabi ) . Sedang Harta adalah warisan Qorun dan Fir aun. 
  2. Ilmu menjaga kita , sedangkan harta harus kita yang menjaganya. 
  3. Ilmu ibarat teman hidup di dunia ini dan harta ibarat musuh kita . Sebab kita punya Ilmu akan bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia akherat , sedangkan kalau kita banyak harta akan menjadi musuh , mengapa ? karena harta menjadi orang banyak yang iri dan dengki. 
  4. Orang banyak Ilmu menjadi Alim dan tidak di juluki kikir , tetapi orang banyak harta bisa jadi mendapat julukan kikir / pelit. 
  5. Ilmu dapat menolong seseorang tetapi harta malah mencelakakan seseorang. 
  6. Orang punya Ilmu tidak akan berkurang , tetapi orang punya harta bisa jadi akan semakin berkurang / surut 
  7. Orang punya Ilmu akan rendah hati tetapi orang punya banyak harta , bisa jadi orang sombong / congkak 
  8. Ilmu dapat menyinari hati sedangkan harta akan menyebabkan hati gelap atau keras.