ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 25 Februari 2013

Mengenal Ego State Therapy

Siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan dapat mengenal Tuhannya.

Alhamdulillah, salah satu cita-cita saya untuk memperdalam wawasan keilmuan serta membekali diri saya dengan satu lagi tools terapy Psikology yang sangat efektif dan efisien di bidang Mind Technology akhirnya tercapai juga. Pada hari sabtu dan minggu tanggal 23 & 24 February 2013 secara resmi saya telah mengikuti jenjang pendidikan di bidang Ego State Therapy dari School of Mind Reprogramming di surabaya.

Apa itu Ego State Therapy...???
Dalam hipnoterapi ada sangat banyak teknik intervensi klinis yang bisa digunakan untuk membantu klien mengatasi masalah mereka. Dari sekian banyak teknik, salah satunya yang sangat efektif adalah Ego State Therapy.

Ego State Therapy adalah terapi yang dilakukan pada Ego State. Untuk memahaminya kita perlu memahami dulu apa sebenarnya Ego State itu.

Apa sih Ego State itu?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan pada anda. Pernahkah anda mengalami hal berikut:
  1. Sewaktu bangun di pagi hari anda merasa ada dua bagian dari diri anda yang “ribut”. Satu bagian ingin anda segera bangun dan yang satu lagi ingin anda melanjutkan tidur.
  2. Saat anda harus memilih atau membuat keputusan anda bingung karena ada beberapa bagian dari diri anda yang saling tidak setuju dengan keputusan anda.
  3. Anda merasa tidak nyaman atau ada perasaan bersalah setelah melakukan suatu tindakan. Padahal saat melakukannya anda merasa sangat yakin dengan tindakan anda.
Pembaca, bila anda mengalami salah satu saja dari tiga hal di atas maka sebenarnya ada telah mengalami Ego State. Dengan kata lain, Ego State sebenarnya adalah Part atau bagian dari diri kita yang aktif atau mengendalikan diri kita pada suatu saat tertentu.

Jadi, anda jelas sekarang bahwa Part ini sebenarnya tidak lebih dari program pikiran yang ada di pikiran bawah sadar. Part beroperasi dengan pemikiran, memori, preferensi, logika berpikir, paradigma, keyakinan, nilai hidup, belief, sikap, perilaku, dan kebiasaan mereka yang unik.

Ego State, menurut Watkins dan Watkins, adalah sebuah sistem perilaku dan pengalaman yang terorganisir yang elemen-elemennya saling terhubung melalui beberapa prinsip yang sama tetapi saling dipisahkan oleh batas-batas yang dapat ditembus (permeabilitas) hingga derajat kedalaman dan fleksibilitas tertentu.

Manfaat Ego State Therapy
Ego State Therapy bila dipelajari dengan mendalam, cermat, dan dikuasai dengan baik akan memberikan manfaat terapeutik yang sungguh sangat luar biasa. Dalam praktik profesional sebagai hipnoterapis, dengan menggunakan Ego State Therapy, masalah-masalah klien yang berhasil diselesaikan, antara lain :
  • phobia
  • trauma/luka batin
  • tidak percaya diri
  • kesulitan diet
  • takut sukses
  • takut gagal
  • insomnia
  • migraine
  • masalah seks
  • kecemasan
  • stress
  • depresi
  • takut berbicara di depan umum
  • konflik diri (inner conflict)
  • pencapaian prestasi hidup rendah
  • perilaku obsessive/compulsive
  • perilaku adiktif
  • berbagai penyakit psikosomatis
  • sabotase diri
  • Mental Block
dan masih banyak lagi.

Ego State Mapping
Selain manfaat therapeutic, Ilmu Ego State Therapy juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan Empowering terhadap Softskill kita. Serta melipat gandakan sumber daya diri kita dalam meraih kesuksesan. Dan juga dalam hal pengembangan diri, memahami ego state merupakan langkah awal dalam pengenalan diri dan menemukan sejatinya diri beserta dengan segala Potensi Luar Biasa yang sudah di anugrahkan Tuhan kepada manusia sebagai Khalifah di atas bumi ini.

Ego State Mapping membantu kita untuk mengungkap lebih banyak lagi mengenai potensi diri kita. Kekuatan dan kelemahan kita serta sumber daya yang masih laten dan belum kita manfaatkan secara maksimal dalam memudahkan kehidupan yang kita hadapi.

Ada berapa banyak Ego State dalam diri kita?
Tidak ada satupun pakar yang bisa menentukan secara pasti. Ini juga bergantung pada teori masing-masing pakar itu. Tansactional Analysis (TA) yang dikembangkan oleh Eric Berne mengatakan dalam diri kita ada lima ”diri”. Gestalt Therapy, yang dikembangkan oleh Frederick Perls berdasar Psychodrama-nya Jacob Moreno, tidak menetapkan suatu jumlah tertentu. Voice Dialogue dan Psychosynthesis mengatakan kita punya banyak ”diri”. Carl Jung juga mengatakan hal yang sama, tidak diketahui secara pasti ada berapa banyak ”diri” dalam diri kita.

Namun untuk lebih mudah memahami maka saya akan mengutip apa yang dikatakan oleh Rowan. Menurut Rowan kita punya antara empat sampai sembilan ”diri” atau ”bagian” yang masing-masing adalah tema besar yang menaungi ”sub-diri”. Masing-masing ”diri” mempunyai kehidupan, fungsi, kepribadian, dan tugas masing-masing. Mereka saling terhubung antara satu dengan yang lain.

Nah, itu sekilas tentang beberapa teori yang mirip dengan Ego State. Sekarang mari kita bahas sejarah dan perkembangan Ego State Therapy.

Orang pertama yang menulis tentang Ego State adalah Paul Federn, rekan sejawat Freud. Menurut teori yang dikembangkannya Federn mengatakan bahwa kepribadian seseorang tersusun atas sekelompok bagian yang ia sebut sebagai Ego State. Ego State yang aktif pada suatu saat tertentu menentukan kepribadian orang itu.

Walaupun Federn (1952) menetapkan dan menyusun teori tentang Ego State, ia tidak mengembangkan teknik terapi menggunakan dasar teori kepribadian ini. Federn melakukan praktik terapi psikoanalisa sejalan dengan orientasi terapi yang populer pada jamannya.

Sementara itu, di tahun 1957, Eloardo Weiss, seorang Italia yang sedang dalam proses menyelesaikan pendidikannya untuk menjadi seorang psikoanalis, belajar ke Paul Federn. Federn menceritakan pandangannya tentang kepribadian kepada Weiss.

Selanjutnya John Waktins mendapat pengetahuan ini pada saat belajar di bawah bimbingan Weiss sebagai bagian dari proses pendidikannya untuk menjadi seorang psikoanalis. Dari sinilah Ego State Therapy berkembang.

Dalam praktiknya sebagai psikolog utama di Welsh Convalescent Center membantu tentara yang kembali dari perang dunia kedua Waktins menemukan bahwa tentara yang diterapi dengan menggunakan hipnosis mengalami pertukaran kondisi emosi tertentu. Pada saat itu Watkins belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada tentara yang ia tangani. Barulah pada saat ia belajar ke Weiss dan mendapatkan informasi mengenai Ego State akhirnya Watkins bisa memahami dasar teori dari apa yang ia temukan.

Di pertengahan tahun 1970, Hilgard dan Hilgard menemukan bagian dari diri manusia yang mereka sebut dengan Hidden Observer atau Pengamat Tersembunyi. Mereka menemukan adanya Hidden Observer melalui eksperimen fenomena trance seperti negative auditory hallucination dan anesthesia.

Dalam eksperimen ini subjek penelitian seakan tidak bisa mendengar atau merasakan sakit namun ternyata ada bagian dari diri subjek yang sesungguhnya tetap mendengar dan merasakan semua ini.

John Waktins mengenali Hidden Observer sama dengan Ego State yang dikatakan oleh Federn dan Weiss. Untuk memastikan hal ini, John Watkins dan istrinya, Helen Watkins, mengulang eksperimen Hilgard dan menemukan bukti yang memvalidasi pemikiran mereka.

Sejak awal tahun 1970an John dan Helen Watkins mulai mempublikasikan hasil riset mereka mengenai Ego State di berbagai jurnal dan artikel. Dan pada tahun 1997 mereka menerbitkan buku dengan judul Ego States: Theory and Therapy.

Beberapa pakar yang juga menulis tentang Ego State Therapy dan dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal dan buku: Maggie Phillips, Clare Frederick, Shirley McNeal, Moshe Torem, Waltermade Hartman, Gordon Emmerson, Hunter, George Fraser, dan Michael Gainer. Di tahun 2003 diselenggarakan kongres dunia pertama Ego State Therapy di Bad Orb, satu kota dekat Frankfurt.

Kemampuan Mengenali Diri Sendiri
Banyak orang dengan mudah mengenali orang lain, tetapi ternyata tidak berhasil mengenali dirinya sendiri. Untuk mengenali diri sendiri memerlukan bantuan orang lain atau alat (tools) yang bisa dipergunakan. Apakah baju yang sedang dikenakan pantas atau cocok, seseorang bisa bertanya kepada orang lain yang sedang berada di dekatnya. Atau kalau tidak ada orang, akan melihat melalui kaca.

Mengenali diri sendiri tidak semudah mengenal orang lain. Oleh karena itu, siapapun sedemikian mudah menemukan kesalahan orang lain, tetapi tidak gampang melihat kesalahan diri sendiri. Akibatnya, banyak orang menganggap bahwa orang lain selalu salah, kurang, dan tidak ada benarnya. Begitu pula sebaliknya, dirinya selalu diangaggap paling benar.

Betapa sulitnya mengenal diri sendiri itu, hingga ada hadits nabi yang mengatakan bahwa siapa saja yang berhasil mengenal dirinya, maka akan bisa mengenal Tuhannya. Man arafa nafsahu faqod arafa rabbahu. Seseorang yang mampu mengenal dirinya secara benar, maka akan berlanjut bisa mengenal Tuhannya secara benar pula. Namun sayangnya, sekalipun sekedar mengenal dirinya sendiri ternyata tidak mudah. Itulah sebabnya, tidak semua orang mampu mengenal Tuhannya.

Dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak mampu mengenal dirinya sendiri dianggap sebagai orang yang tidak tahu diri. Padahal, sebutan atau identitas itu dianggap kurang baik. Orang yang tahu diri biasanya bisa menempatkan posisiya secara tepat. Tatkala berbicara, mengambil sikap, berperilaku dalam pergaulan, bagi orang yang paham terhadap dirinya sendiri, maka tidak akan melakukan kesalahan. Begitu pula sebaliknya, bagi orang yang tidak tahu diri.

Selain mendapatkan label yang kurang baik dari masyarakat, orang yang tidak tahu diri akan merugi atau bahkan celaka. Oleh karena itu mengenal diri secara baik adalah sangat diperlukan. Namun sayangnya, mengenal diri sendiri ternyata bukan perkara mudah. Banyak orang yang tidak mampu melakukannya, tetapi juga tidak mau bertanya kepada orang lain. Mengenal dirinya secara fisik, siapapun bisa melihatnya lewat kaca, tetapi mengenal pribadi secara mendalam, maka harus melalui orang lain atau melalui Ilmu yang benar dan tepat.

Mengenal orang lain adalah sebuah kecerdasan, mengenal diri sendiri adalah kebijakan yang sebenarnya.
Menguasai orang lain adalah sebuah kekuatan, menguasai diri sendiri adalah kekuasaan yang sebenarnya.
~sun tzu~

Dapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai diri anda beserta seluruh potensi Luar Biasa Anda...
Dan....
Dapatkan kebijaksanaan, kebahagiaan, serta Kesuksesan yang sejati sebagai bagian dari diri anda.
Dapatkan Rahasianya Di Sini...