ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 29 April 2013

THE MAN BEHIND "THE JIMAT"

Kunci keampuhan sebuah jimat ataupun pusaka, sebenarnya terletak pada keampuhan sang pemegangnya. Krn hanya seorang manusia yg telah bulat keyakinannya saja yg dpt mengaktualisasikan keampuhan jimat itu... Manusia seperti ini sdh betul-betul madep manthep dan haqqul yakin hati dan fikirannya... Dan sebenarnya saja, orang seperti ini dapat mengaktualisasikan keampuhan dirinya sendiri seperti itu. Bahkan walau dia tdk memegang ataupun mempunyai jimat satu bijipun...

Karena sesungguhnya Jimat dan Pusaka yg sejati adalah Pusaka Hidup yg sdh ada di dalam diri setiap manusia...

Dan itu...
Intinya adalah Energi Kesadaran, HURIP LAN SADAR, YA HAYYU YA QOYYUM, sadar dan menyadari bahwa dirinya sadar. Sadar dan menyadari bahwa dirinya hidup dan mampu menghidupi serta menghidupkan karena sadar akan adanya Daya Hidup yg ada di dalam dirinya... Daya Hidup inilah yg kemudian diresonansikan ke benda mati dengan menggunakan media Energi Kesadarannya. Sehingga benda mati dapat menjadi hidup dan mempunyai kesadaran.... Wallahu a'lam...

Edisi Super Logika¤Logika tanpa Logika.

Jimat
"....Biasanya, kepemilikan jimat hanya diketahui oleh si pemilik dan biasanya tidak dikabar-kabarkan kepada orang lain. Jimat, dalam akronim bahasa jawanya “barang siji di mat-mat” [satu barang yang dieman-eman dan dijaga], menunjukkan bahwa keberadaannya sangat istimewa. Pamer jimat bukanlah sesuatu yang lumrah, bahkan terkadang tidak dianjurkan. Oleh sebab itu, kita akan kesulitan untuk bertanya pada seseorang apakah dia memiliki jimat tertentu atau tidak [kecuali dia ingin menjualnya]. Terkadang, pemakai jimat akan malu-malu untuk mengakui mereka memiliki jimat. Mereka tidak mau disebut sebagai orang yang menyekutukan Tuhan. Sebagai penengahnya, para pengguna jimat akan mengatakan bahwa, “jimat ini hanyalah media perantara belaka, tidak disembah, hanya diharapkan tuah-nya saja......” (Yanu E. Prasetyo, MTB, Hal 111)

~ JIMAT, PUSAKA lan YONI ~
Copas dari statusnya Kanjeng Putri Uyun ARente...

Pernah mendengar istilah JIMAT?
Pernah mendengar istilah PUSAKA?
Pernah mendengar istilah YONI?

Salik menjawab: “ya guru. Aku sering mendengar, bahkan aku sering melihatnya.”

Dalam dunia perdukunan Ada istilah isian, dan ada istilah diaktifkan, dan ada pula istilah dijawab..

- Yang namanya diisi dengan "sesuatu".. - kalau dikuras? akan habis,
- Kalau diaktifkan? ya tergantung pulsa wiridannya,
- Kalau dijawab? loh berarti memiliki kehendak atau hidup.

salik bertanya: "Bagaimana manusia menghidupkan benda mati? Bukankah nyawa hanya kehendak ALLAH?"

Ya memang, tapi semua benda bisa dihidupkan, Sama seperti engkau menekan dan menarik anak panah yang bisa melesat sendiri Secara otomatis, dan itu ada caranya.

salik bertanya: "Bagaimana caranya?"

Putuskanlah bakal pusaka itu dari urusan dunia... Matikanlah, kalau perlu disholati layaknya mayat,,

salik bertanya: "Bagaimana membangkitkannya?"
  • Gunakan 4 anasir api, angin, tanah dan air... Bisa dengan buhur, atau wewangian yang dibakar Untuk menghidupkan benda supaya beryoni. agar dapat bermanfaat secara luas....
  • di-Adzani...(syahadatkan dan bangkitkan) seperti layaknya bayi yang baru lahir..
  • diperlakukan seperti halnya makhluk (ingon2) makanannya minyak atau sari-sari bunga..
  • Untuk membangunkannya cukup disyahadati dan sholawat.. Namun ingat itu hanyalah benda, Meski hasilnya dahsyat, itu hanyalah pelayanmu..
salik bertanya: "Lantas kenapa Guru sendiri tak memiliki jimat dan Pusaka.?"

SYEKH tak perlu Jimat atau Pusaka....!
Seluruh alam semesta sudah dijanjikan untuk dipimpin manusia..
Itulah kebesaran kalian sebagai khalifah di muka bumi.. Berlatihlah untuk menguasai benda dhahir dan bathinnya..

Tidak hanya benda seperti jimat maupun pusaka. Pabrik, Tambang mineral, sumber mata air, sawah,kantor,kebun Dan apapun yang kalian dirikan... lakukan hal itu agar benar-benar hidup... dan menghidupi.

Mereka akan bekerja melayani kalian.
Seluruh sumber daya alam pasti akan tunduk Dibawah kekuasaan manusia.