ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 01 Oktober 2013

HIPNOSIS EEG INDUCTION

Anda tahu apa itu EEG...???
EEG (electroencephalogram) merupakan sebuah alat untuk mencatat aktivitas gelombang otak. Dengan alat ini dapat diketahui frekwensi gelombang otak seseorang saat itu. Apakah dia sudah masuk ke Alpha Theta ataukah masih di Beta...

Lalu apa kaitannya dengan hipnosis...??
Kaitannya sangat erat sekali, karena pengukuran gelombang otak terkait dengan salah satu tekhnik induksi hipnosis yaitu Progressive Relaxation untuk meraih kondisi Sleep Hipnosis. Yang mana hal itu di asosiasikan dengan kondisi seseorang yang sedang tidur.

Sebenarnya kondisi TRANCE atau Hipno state itu tidak selalu identik dengan terjadinya penurunan gelombang otak dari Beta menuju Alpha. Dalam kondisi gelombang otak apapun seseorang bisa Trance. Karena Trance itu adalah sebuah fenomena yang sangat normal dan sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari...

Frekwensi gelombang otak hanya dibicarakan dalam tekhnik Induksi Progressive Relaxation dan tekhnik-tekhnik lain yang sejenis...


Lalu apa itu "HIPNOSIS EEG INDUCTION"...???
Setelah cukup lama melakukan praktek klinis sebagai seorang Hipnoterapist, dapat saya simpulkan bahwa ternyata yang menjadi penghambat utama seseorang memasuki kondisi hipnostate adalah Pengetahuannya mengenai hipnosis. Yang mana pengetahuan tersebut sebagian besar hanya diperoleh dari tontonan Hipnotis panggung yang ada di televisi..

Stage Hipnosis atau Hipnotis Panggung di satu sisi memang membuat Ilmu Hipnotis semakin dikenal luas oleh masyarakat. Namun di sisi yang lain, masyarakat menjadi melihat ilmu hipnosis secara setengah-setengah. Seolah-olah Stage Hipnosis itulah sesungguhnya Ilmu Hipnosis. Dan hanya itulah cakupan pengetahuan mengenai Hipnosis....

Dari tontonan tersebut akhirnya sebagian masyarakat banyak yang mengira Ilmu Hipnosis itu adalah ilmu Mistik, Magis, bekerja sama dengan iblis, kuasa gelap, dll... dan akhirnya mempunyai sudut pandang yang negatif terhadap ilmu hipnosis.

Di sisi lain, keajaiban serta kesaktian sang hipnotis di panggung membuat sebagian besar masyarakat yang lain memandang Ilmu Hipnosis terlalu berlebihan. Seolah-olah hanya cukup dengan jentikan jari saja. Semua orang bisa dikendalikan...

Masyarakat type yang pertama, biasanya dalam mensikapi hipnosis akan bersifat antipati dan juga sebisa mungkin tidak mau bersentuhan ataupun bersinggungan dengan hipnosis. Bahkan kalau perlu, seluruh keluarga dan semua orang yang dia kenal, akan di himbaunya untuk menjauhi hipnosis.

Sedangkan masyarakat type kedua. Justru memuja ilmu hipnotis. dan mungkin mendewa-dewakan ilmu hipnotis. dan di sinilah jebakan Betmennya dimulai.... Yaitu ketika mereka suatu saat membutuhkan layanan terapi dengan hipnosis atau hipnoterapi. Mereka akan cenderung bersikap over estimated. Dan berharap dapat mengalami perubahan, penyembuhan ataupun pemulihan yang seketika dari permasalahannya. Mereka cenderung berharap adanya hasil yang Instant. Dan ketika hasil terapi tersebut tidak sesuai harapannya. Mereka menjadi kecewa dan memutuskan untuk menghentikan terapi lanjutan yang diperlukan dan seharusnya dilakukan. Atau bahkan lalu mereka menjadi apriori dan meremehkan ilmu hipnosis.

Selain Overestimated, biasanya mereka juga berharap ketika di hipnoterapi. Mereka mengalami kondisi kesadaran seperti yang mereka lihat di pertunjukan hipnostage yang ada di televisi. Yang mana subyek hipnosis di panggung terlihat seolah-olah hilang kesadarannya secara total. Sehingga ketika mereka saat sudah memasuki kondisi hipno state, mereka merasa seolah-olah belum di hipnosis. Alasannya, mereka masih bisa mendengar suara terapist, mereka juga kalau mau, masih bisa bangun setiap saat, mereka merasa sangat sadar, dll... Alasan inilah yang membuat mereka merasa belum memasuki kondisi hipnosis. Karena bagi mereka, di hipnotis itu artinya sama dengan tidak sadar alias hilang kesadaran.

Masih banyak orang yang berasumsi bahwa memasuki Hypnosis State berarti hilang kesadaran (Deep Trance), sehingga mereka beranggapan bahwa dirinya tidak berhasil di Hypnosis karena mereka merasa tetap terjaga selama proses Hypnosis / Hypnotherapy berlangsung. Hal itu tidaklah sepenuhnya benar, karena Hypnosis tidak identik dengan hilang kesadaran (Deep Trance).

Mensikapi kondisi masyarakat seperti inilah akhirnya muncul Tekhnik "HIPNOSIS EEG INDUCTION", yaitu menggunakan mesin EEG sebagai alat pemantau gelombang otak klien selama memasuki sesi Hipnoterapi. Dan sekaligus sebagai bukti bahwa mereka sesungguhnya sudah memasuki kondisi Hipno state, walaupun dalam kondisi masih sadar (Light Trance}. Dengan adanya bukti ini, akhirnya klien menjadi tenang dan merekapun menjadi cukup yakin. Sehingga faktor kritis dari pikiran sadarnya dapat diredam. Dan merekapun dapat mengikuti sesi terapi dengan baik.

Jadi, Mesin EEG ini dalam sudut pandang saya. Bukanlah semata-mata sebagai alat pemantau dan alat perekam gelombang otak saja. Tetapi sekaligus sebagai alat bantu klien untuk memasuki kondisi Hipno State. Oleh karena itulah penggunaan alat ini saya namakan "HIPNOSIS EEG INDUCTION" atau ada juga yang menamakan NeuroTherapy. Selain cukup efektif untuk membantu klien mengikuti sesi hipnoterapi dengan baik dan benar. Penggunaan mesin EEG juga dapat meningkatkan Personal Branding atau Pamor dari Hipnoterapisnya. Karena di anggap bonafid, Canggih, terdepan di bidang Mind Technology, dll.. Dengan demikian, tarifnyapun dapat diseuaikan untuk melayani segmen kalangan menengah ke atas... alias bisa dimahalin gitu lho... hehehehehe... Ssssttt.... Rata-rata di kisaran angka 2 juta bro... untuk satu kali sesi terapi selama kurang lebih satu hingga dua jam...

Nah, setelah membaca tulisan ini. Sebagai hipnoterapist, apakah anda juga jadi berniat pengen beli mesin EEG juga....??? hayooo.... hahahahahaha.........