ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 19 November 2013

Pewaris Ilmu Harimau Dempo Sumatra

Pewaris Ilmu Harimau Dempo Sumatra

T : Foto Profile-nya kok serem pak....??
J : Ini lagi serius ajja.... Lagipula, proses download Power Ilmu Harimau Dempo Sumatra masih sedang berlangsung.......

Saya sudah bertemu dengan dua pewaris Ilmu Harimau Sumatra, yang pertama adalah siswa saya yang dari Batam, dan sekarang (17 November 2013)  pertemuan yang kedua dengan siswa dari Palembang... Mereka bedua adalah pewaris asli Ilmu harimau Sumatra. Dan takdir Allah swt mempertemukan saya dengan mereka.



Kisah Pewaris Ilmu Harimau Dempo Sumatra
Kisah Ilmu Harimau berawal dari sebuah tarian Ulu yaitu silat Harimau, silat ini bernuansa magis, dan tidak semua dan sembarangan orang yang dapat terpilih, kendati yang mengikuti latihan silat tersebut dalam jumlah banyak. Namun yang terpilih langsung mendapatkan wangsit dari Suhu (Guru besar yang memiliki langsung Ilmu Harimau) yang berada di Gunung Dempo. Lantas yang menjadi pertanyaan kita adalah siapa Suhu itu sebenarnya? Manusia (Puyang) ataukah mahluk haluskah ? Misteri ini hingga kini belum terjawab.

Gunung Dempo.
Gunung Dempo memiliki ketinggian lebih kurang 3.159 meter dari permukaan laut (dpl), iklim berkabut, dengan suhu dipuncak gunung mencapai dibawah 1 – 3 derajat Celcius. Selain itu dipuncak masih terdapat beberapa kawah dan diantaranya, airnya dapat diminum langsung. Salah satu keunikkan ciptaan ilahi ini adakah terdapat pohon kayu Panjang Umur, yang tertanam secara rapih dan tertata dengan jarak antara pohon sepanjang 2 meter, dan bila tumbuh kurang dari itu, tanam itu akan mati dengan sendirinya.

Tentu, sepintas lalu kita akan mengatakan bahwa tanaman ini ada orang yang menanam, merawat dan memeliharanya, karena tanaman itu tertata dengan baik, bagaikan sebuah perkebunan. Jawabannya tidak, tumbuh-tumbuhan itu tertata dengan sendirinya secara alamiah. Konon katanya, kayu Panjang Umur inilah yang selalu dibawak oleh sangmurid yang berhasil menuntut ilmu (Wisudawan) Harimau ini, disamping beberapa ranting kayu lainnya.

Tanaman lainnya adalah pohon Kayu Api, dipuncak gunung Dempo anda tidak akan mampu memasak air dengan menggunakan kompor minyak atau kompor gas. Karena air tidak akan masak dan mendidih disana kecuali anda menggunakan Kayu Api, yaitu kayu hijau sebangsa tanaman yang masih basah dan bila kayunya digesek-gesekkan akan mengeluarkan api. Dengan menggunakan kayu api inilah anda akan dapat memasak air dan nasi dipuncak gunung itu.

Ritual silat.
Biasanya ritual silat diadakan di luar desa atau ditempat yang sudah ditentukan oleh sang pawang, dan jumlah peserta yang akan mengikuti ritual silat biasanya diperkirakan sekitar antara 15 -- 25 orang. Ritual ditata sedemikian rupa dengan berbagai sesajenan dan membakar kemenyan atau dupa.

Selain itu di dalam arena silat telah pula disediakan sebuah pintu yang nantinya akan digunakan bagi mereka yang mendapatkan titisan wangsit (lulus ritual) dipanggil ke Gunung Dempo, mereka yang berangkat dan terpilih itu biasanya tidak lebih dari dua orang dari peserta ritual yang ada.

Para calon pendekar itu berangkat dengan mengendarai seekor Harimau (menunggangi Harimau), dan dengan sekejap mata pula mereka telah tiba di padepokan sang Guru Besar (dalam bahasa China sering disebut Suhu) yang berdiam (bersemedi) di puncak Gunung Dempo tersebut. Ritual seperti ini umumnya berlaku di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur dan Krui, untuk lulus menjadi seorang sakti mandraguna.

Mereka yang lulus dan diakui sebagai murid dari perguruan ini (setelah pulang dari Gunung Dempo), biasanya membawa oleh-oleh kayu Panjang Umur dan berbagai ranting kayu lainnya. Oleh-oleh ini sebagai bukti bahwa murid yang bersangkutan benar-benar telah sampai menemui sang Suhu di puncak gunung tersebut.

Berbeda halnya dengan ritual yang dilakukan di daerah Kabupaten Pagar Alam (salah satu daerah yang berada dikaki Gunung Dempo), untuk menjadi murid dari perguruan silat Harimau (silat Ulu), tidaklah begitu sulit. Seseorang cukup mengikuti ritual yang diiringi berbagai tetabuhan gendang. Suara gendang akan semakin kencang (keras) terdengar bila ada diantara peserta ritual silat yang diketahui berangkat (dipanggil) ke Gunung Dempo oleh sang Guru Besar.

Suara tetabuhan ini konon tidak boleh berhenti dan harus semakin kencang, karena dikhawatirkan sang murid yang berangkat tidak tahu arah pulang kembali ke- arena silat. Sementara murit-murit lainnya yang belum terpilih semakin giat berlatih seakan-akan kesurupan (kesetanan).

Menurut penuturan mereka, ilmu silat Harimau sangat ampuh, jika dibandingkan dengan ilmu silat-silat lainnya, silat Harimau bermain dibawah (rendah) bagaikan Harimau yang sedang mengendap-endap akan menerkam musuh atau mangsanya. Selain itu keunikan silat Ulu ini adalah dapat menggunakan setiap ruas tubuh (badan manusia) untuk digunakan (dijadikan) sebagai senjata yang dapat mematikan (ampuh), itulah rahasia ilmu silat Harimau, ungkap para murid.

Kesaktian.
Kesaktian apa saja yang dimiliki mereka ? , peserta pelatihan silat terbagi dalam dua kelompok, pertama mereka yang hanya mendapatkan pelajaran ilmu silat Harimau, dan kedua mereka yang mendapatkan ilmu silat Harimau dan sekaligus dapat menyembuhkan berbagai penyakit (Dukun sakti mandraguna).

Mereka ini adalah orang yang diakui sebagai murid langsung dari sang Guru Besar yang berada di Gunung Dempo, dan memiliki ilmu magis yang tinggi. Selain itu mereka dapat berkomunikasi dalam jarak jauh (Telepati) sesama mereka dimanapun mereka berada, dan dalam jarak jauh sekalipun (diseberang lautan).

Manusia harimau dapat berjalan dengan cepat, bagaikan kilat. Karena itu pada zaman revolusi 1945 banyak pemuda-pemuda yang menekuni ilmu Harimau ini. Konon katanya, musuh tidak dapat mengejar dan sulit untuk menemui mereka, jumlah mereka yang menuntut ilmu ini semakin lama semakin berkurang sesuai dengan kemajuan zaman. Generasi muda lebih senang duduk dibangku sekolah dari pada duduk dipuncak gunung.

Catatan lain : Jika suatu ketika kita berada dipuncak gunung Dempo, tiba-tiba diselimuti oleh kabut, anda cukup Azan atau berdoa dan kabut pun akan sirna, hilang. Semuanya ini tentu merupakan kebesaran Allah SWT dan bukti kebesarannya. (source kisah : harian Bengkulupost 1998)