ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 30 Desember 2013

Mengakses Zona Vibrasi Power


CINTA KASIH, tidak akan pernah berkurang karena dibagikan...
CINTA KASIH akan terus tumbuh dan berkembang karena vibrasinya diresonansikan ke orang lain... Dan secara bersama-sama bergetar dalam getaran CINTA KASIH yang kekuatannya semakin berlipat ganda jutaan kali lipat...

CINTA KASIH SEJATI itu menyembuhkan dan juga menguatkan...

Masuk Ke Zona Vibrasi Full Power...
Dalam training Training Quantum TranceFormation, Hari Rabu tgl. 1 January 2014 di Irsyad Hongkong Study besok, akan saya bagi sebuah cara sederhana agar kita dapat memasuki Zona Vibrasi Power dan Kunci Untuk mengakses Zona Power dengan mudah...

Vibrasi Power sebenarnya merupakan state of mind yang pernah dan sering kita alami, hanya saja karena belum tahu caranya, maka kita terkadang menjadi kesulitan untuk mengaksesnya kembali...

Untuk memudahkan kita memahami apa itu POWER & FORCE, maka untuk Force kita terjemahkan dengan kata NAFSU & untuk Power kita terjemahkan dengan kata NURANI...

Ketika kita menggunakan FORCE/NAFSU maka konsekuensinya adalah kita menjadi sangat bernafsu, ambisius, kerja keras banting tulang dan bahkan sampai menghalalkan segala cara, sedangkan jika kita menggunakan POWER/NURANI kerja fisik kita lebih hemat.

Jadi bila anda sudah bekerja dengan sangat keras namun semuanya seperti serba sulit dan bahkan semakin sulit atau bisa juga sukses tetapi tidak bahagia, berhasil kaya tetapi rumah tangga kacau berantakkan, dll. segera cek, jangan-jangan anda selama ini menggunakan FORCE.

Bila anda menggunakan POWER, anda tetap action secara fisik, namun apapun yang anda kejar juga akan berlari ke arah anda, sehingga upaya anda tidak habis-habisan. Dan dalam beberapa kasus, anda belum berupaya pun yang anda cari sudah hadir di depan mata anda. The Effortless Success, Sukses Yang Tanpa Perlu Upaya Keras..

Nah, bagaimana aplikasi praktisnya.... Semuanya akan kita praktekkan besok di Irsyad Hongkong Study Causeway Bay... Insya Allah...

Info & pendaftaran :
  1. Sih Tiar : 95893290
  2. Irwan Seft Hongkong : 66289614
Power Vs Force, Level Energi Psikis
David R. Hawkins, MD., Ph.D., dalam riset disertasinya yang berjudul Qualitative and Quantitative Analysis and Calibration of The Level of Human Consciousness menemukan bahwa perasaan atau emosi mempunyai level vibrasi dan energi yang berbeda.

Ia memetakan level energi dari masing-masing emosi menjadi The Map of Consciousness. Menurut Beliau semakin tinggi level energi suatu emosi maka akan semakin baik bagi kualitas kehidupan seseorang baik pada aspek pencapaian duniawi maupun spiritual.

Level energi ini dinyatakan dalam satuan 10 pangkat X. "X" di sini adalah angka yang dimulai dari 0 (kematian) dan terus naik hingga 1.000 (pencerahan).

Titik tolaknya di 10 pangkat 200 yaitu emosi "berani". Ini adalah level energi untuk memulai perubahan. Dari level "berani" bila turun, maka ada emosi bangga (175), marah (150), nafsu keinginan (125), takut (100), kesedihan mendalam (75), putus asa / apatis (50), rasa bersalah (30), dan rasa malu (20).

Semakin rendah "X" maka semakin tidak baik emosi ini untuk diri kita karena akan sangat menguras energi psikis kita. Rasa malu dengan X = 20 adalah sedikit di atas kematian.

Bila dicermati dengan saksama maka emosi-emosi dengan X di bawah 200 seperti yang dijelaskan di atas, dari pengalaman saya membantu klien, berawal dari pengalaman traumatik. Emosi ini terkunci di pikiran bawah sadar seseorang dan terus ada di sana sampai ia dipadamkan.

Untuk bisa "hidup" maka emosi ini membutuhkan energi yang ia ambil dari energi yang ada di sistem psikis kita. Akibatnya tentu akan sangat merugikan hidup kita.

Ini adalah salah satu sebab banyak orang yang katanya sudah pasrah dan ikhlas namun tetap sulit sukses. Banyak juga yang mengalami sakit fisik akibat emosi negatif ini.

Kunci untuk bisa menikmati hidup lebih baik adalah dengan menetralisir emosi negatif yang ada di pikiran bawah sadar dan naik ke level energi yang lebih tinggi.

Berikut ini adalah emosi dengan level energi di atas 200: pasrah / ikhlas (250), kemauan (310) , penerimaan (350), berpikir (400), cinta (500), bahagia (540), damai (600), pencerahan (700 - 1000).

Ini juga yang selalu saya sarankan kepada banyak rekan, klien, dan peserta pelatihan Quantum Life Transformation agar mereka segera menetralisir emosi-emosi negatif yang selama ini menganggu hidup mereka.

Tentu ada banyak cara untuk melakukan hal ini. Salah satunya adalah dengan doa. Namun bila sudah dicoba dengan doa dan masih sulit melepaskan emosi negatif ini maka dibutuhkan teknik lain atau minta bantuan / bimbingan seorang ahli.

Biasanya hambatan yang membuat doa tidak efektif adalah besarnya energi (baca: intensitas) dari emosi negatif yang ada di pikiran bawah sadar. Emosi ini mencengkeram dan mempengaruhi diri kita, baik disadari atau tidak, sehingga mencipta tabir penghalang / hijab.

Doa dipanjatkan oleh satu Ego Personality (Bagian Diri). Sedangkan emosi dipegang oleh EP lainnya. Di dalam Pikiran Bawah Sadar ada banyak EP yang saling memengaruhi. Bila EP yang memegang emosi negatif jauh lebih kuat dari EP yang berdoa maka ia akan mempengaruhi keyakinan, kekhusyukan, kepasrahan, dan keikhlasan kita sehingga tentu saja mempengaruhi kuaitas doa kita.

Melalui pelatihan yang intens di QLT saya mengajarkan cara mengenali emosi negatif ini beserta teknik-teknik untuk mengatasinya dengan cepat sehingga tidak menumpuk dan membesar.

Saya juga menjelaskan hubungan antara emosi negatif / positif dan level energi psikis seseorang. Peserta tidak hanya dijelaskan secara detil dan juga diajari cara membuktikan dan melihat sendiri pengaruh emosi negatif, baik dalam bentuk pikiran, perasaan, atau bahan bacaan, terhadap kekuatan fisik dan sistem energi di tubuh mereka.

Saran saya bagi Anda, biasakan untuk melatih diri merasakan emosi-emosi positif setiap hari. Rasakan dan nikmati emosi cinta, bahagia, dan damai karena ini akan sangat kuat pengaruhnya bagi kualitas hidup baik secara materi, fisik, maupun mental, emosi, dan spiritua.

Bagaimana menurut Anda?