ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 11 Januari 2014

BMI Hongkong Bukan Mesin Uang Bagian 2

Sebagaimana saya tulis di artikel sebelumnya, Sahabat TKI, TKW, ataupun BMI Hongkong bukanlah Mesin Uang. Mereka adalah pekerja yang mempertaruhkan nyawanya demi peningkatan kesejahteraan hidupnya di rantau orang.

Saat kita dalam perjalanan saja, Resiko di jalan itu tidak sedikit. Apatah lagi merantau dan mencari kerja di daerah yang beda budaya dan tradisinya. Tentu resiko yang dihadapi juga semakin besar. Contohnya adalah sahabat kita di bawah ini.

BMI ini sudah pulang kampung
Entah siapa BMI ini. Seorang teman kebetulan menemukan dia di bandara CHEK LAP KOK, HONG KONG, kemarin malam 10 Jan 2014,±00:00 (dini hari) ketika dia mau pulang ke Indonesia.

Sempat ditanya, menurut ceritanya dia bekerja selama 8 bulan dan selalu mengalami penyiksaan. Pulang hanya membawa satu stel baju dan uang seratus dolar.

Info mengenai dia memang sangatlah minim. Tapi tentu kita berharap dari foto ini yang kita bantu sebarkan di internet, insya Allah akan bisa membantu mengetahui siapa dia, asal mana, Agent dan PTJTKI-nya juga. Sehingga pertolongan ataupun bantuan akan masih bisa dilakukan walau dia sudah tidak di Hong Kong lagi. Mohon untuk dibantu share foto ini. Jika ada yang mengetahui tentang BMI tsb mohon segera menghubungi Yuni Sze (Apa Kabar Hongkong). <= KLIK For Help..

Sahabat, Mereka ini adalah Mujahid. Yang berjihad menegakkan kehormatan serta derajad dirinya sebagai manusia. Mereka adalah Pahlwan Devisa, yang faktanya turut serta menyumbang devisa bagi negara. Maka sungguh tidak seharusnya bila mereka diperlakukan dengan tidak layak dan tidak hormat. Apalagi diperas oleh oknum yang sebenarnya sudah bergaji gede...

Melihat nasib salah satu BMI di atas, masih belum terbukakah nuranimu wahai para pemegang kekuasaan...???

Walaupun keberadaan mereka terpinggirkan di mata sebagian manusia. Mudah-mudahan ihktiar mereka memperoleh penghormatan yang layak di mata Tuhan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

"Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla." (HR. Ahmad)

"Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah." (HR. Ath-Thabrani)

"Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal." (HR. Ad-Dailami)

"Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak." (Mutafaq’alaih)

(sumber : Yuni Sze)

Please help & share