ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 10 Januari 2014

TKI, TKW, & BMI Bukan Mesin Uang

Saat saya ke Hongkong bulan Desember 2013 kemarin, ada salah seorang sahabat BMI yang konsultasi ke saya. Dia cerita sambil nangis, bahwa dia sudah memberikan yang terbaik untuk orang yang di rumah. Mulai biaya pendidikan keluarganya, biaya pernikahan familinya, Modal kerja untuk orang tuanya,dan bahkan biaya melahirkan untuk familinya.

Namun, ketika suatu saat dia cuti dan pulang kampung. Masih saja ada yang tega menghinanya dan mengatakan bahwa perjuangannya selama ini adalah sia-sia dan tidak ada gunannya. Alias tidak ada bukti yang dapat dilihat dari hasil merantaunya di luar negeri.

Mensikapi kasus yang demikian, ini adalah seperti makan buah simalakama. Semua pilihan hasilnya akan menjadi kurang baik. Oleh karena itu, akhirnya saya memberikan tekhnik Quantum Healing untuk dia amalkan. Memancarkan Vibrasi Positif kepada keluarganya yang ada di rumah. Dengan harapan mereka diberi kesadaran.

Dengan solusi ini, hubungan baik antara dia dan keluarganya akan tetap terjalin dengan baik. Dan semakin lama akan menjadi sebuah hubungan yang harmonis, saling menguntungkan, dan saling menghargai.

DIPERAS ORANG TUA
Memang Salah satu dilema yang sering dialami oleh sahabat BMI Hongkong adalah perlakuan yang tidak adil dari orang tua ataupun keluarga..

Seringkali mereka menuntut yang berlebihan dan di luar kemampuan. Seolah-olah bakti mereka untuk keluarga tidak pernah cukup..

Sudah direwangi mbabu di negri orang bertahun-tahun. Duit secara rutin terus di kirim ke rumah. Tp ketika masa pensiun tiba dan mereka pulkam.. Mereka lalu dicampakkan...

Jiaaan nelongso pol.... Pokoke diperas abis... Tos.. Kotos... Kotos...

Hal ini tidak hanya di alami oleh sahabat BMI Hongkong saja, tetapi para sahabat yang menjadi TKI ataupun TKW di negara lain.

Dan bahkan bagi sebagian orang, mereka ini dianggap mesin uang dan bahkan mesin ATM berjalan. Sehingga tidak jarang ketika mereka pulang kampung. Ada saja oknum yang mencoba memeras mereka dengan berbagai dalih.

Nah..
Bagi anda yg mengalami demikian. Mungkin Status pak Adi W gunawan ini bermanfaat utk anda....

»»»»»»»

Seorang pria mengeluh dan sedih karena orangtuanya marah dan berkata, "Percuma punya anak kamu. Kamu tidak pernah bisa membahagiakan orangtua."

Memang sangat mulia bila sebagai anak kita mampu mencintai, menghargai, dan kalau bisa membahagiakan kedua orangtua. Namun, ada satu hal yang perlu disadari. Tanggung jawab untuk menjadi bahagia ada pada diri masing-masing, bukan pada orang lain.

Kebahagiaan orangtua adalah tanggung jawab mereka, bukan tanggung jawab kita. Demikian pula sebaliknya, kebahagiaan kita adalah tanggung jawab diri kita, bukan tanggung jawab pasangan, anak , atau lingkungan. Jadi, bila seseorang, siapapun itu, tidak merasa bahagia maka yang salah adalah dirinya sendiri.

Mengapa sulit atau tidak bisa membuat orang lain bahagia?

Syarat untuk bahagia sifatnya personal dan berbeda antara satu dengan yang lain. Ada orang yang menentukan syarat yang berat, ada yang moderat, ada yang mudah.

Jadi, mulai sekarang, berhentilah mencoba membahagiakan orang lain. Lebih baik membuat diri sendiri bahagia lalu menyebarkan vibrasi kebahagiaan ini ke orang di sekitar melalui pikiran, ucapan, dan tindakan yang positif.

Bagaimana menurut Anda?