ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 20 Februari 2014

Neo Hypnosis Protokol

Neo Hypnosis Protokol
Sekilas Penjabaran untuk masing-masing langkah dalam Neo Hypnosis Protocoler.

MAP & MAPPING
Map atau peta adalah persepsi internal yang ada di dalam pikiran bawah sadar seseorang terhadap dunia atau realita. Yang mana, realitas internal terkadang jauh berbeda dengan realitas external. Dikarenakan adanya Filter Fisik (Indrawi) dan Filter Mental (Fokus, Minat, Believe, Value, dll) yang mempengaruhi input data dari informasi yang masuk ke dalam pikiran seseorang.

Cth.
!0 orang duduk di kelas seminar yang sama, dengan jam belajar yang sama, dengan guru yang sama, dan dalam waktu yang sama. Tetapi mereka mempunyai penafsiran yang berbeda terhadap materi seminar yang dipelajari.

Map Internal seseorang akan mempengaruhi terbentuknya program pikiran yang ada di dalam pikiran bawah sadar. Dan program pikiran tersebut akan mempengaruhi bagaimana individu itu merepresentasikan, mengekspresikan, serta mengaktualiasasikan dirinya dalam kehidupannya.

Program Pikiran inilah yang juga mempengaruhi kecenderungan seseorang, apakah seseorang itu cenderung bahagia, cenderung skeptis dan pesimis, cenderung banyak hutang, cenderung sial, cenderung beruntung, dll...

Dalam sudut pandang yang lain, mas Andreas Anaya Pasolympia dalam status Facebooknya juga menulis mengenai apa itu MAP...

M.A.P itu menyatakan bahwa seseorang akan termotivasi secara hakiki bukan karena reward eksternal seperti uang.. Tetapi lebih kepada Motivasi yang bersumber dari sisi internalnya. Dan hal itu terangkum dalam singakatan kata M.A.P.
  1. Mastery, yaitu kesempatan untuk ia mengembangkan dirinya dan menjadi master di skills tertentu..
  2. Autonomy (otonomi), adalah kesempatan untuk dia memimpin dirinya sendiri dan menjadi agen perubahan dengan caranya sendiri..
  3. Purpose, adalah pemahaman bahwa ia memiliki tujuan yang lebih tinggi (for the greater good) dan memberi berkat bagi dunia..
MAP dalam versi mas Andreas, juga dapat saya terjemahkan secara aplikatif demikian, sesuai dengan langkah Mapping dalam protokoler Master Neo Hipnotis...

Terkait dengan subjek....

M = Mastery, adalah terkait dengan Program Pikiran apa yang telah mencapai Unconscious Competence atau level Master di alam bawah sadar seseorang. Dan yang selama ini mempengaruhi kecenderungan hidupnya secara dominan.

A = Autonomy, atau Self Authority...
Terkait dengan Type suggestibilitas dan sejauh apa seseorang memahami serta mengendalikan sugestibilitas dirinya.

P = Purpose
Apa yang menjadi latar belakang serta tujuan orang tersebut, dan apa outcome-nya

Terkait dengan Master Neo Hipnotis.

Mastery artinya, sejauhmana kita memahami internal map seseorang. dan sejauhmana kita dapat mengkalibrasinya. Serta meLeadingnya..

Autonomy, artinya, sejauhmana kita mampu menanamkan kepercayaan kepadanya, sehingga dia mengijinkan diri kita memasuki autonominya. Dan menjadi figur otoritas baginya...

Setiap upaya masuk ke kondisi hipnosis, baik itu waking hypnosis, self hypnosis, atau hetero-hypnosis, pasti mempunyai tiga komponen.

Pertama, orang yang melakukan hipnosis harus mempunyai otoritas, atau paling tidak dipandang sebagai figur otoritas di bidangnya. Ini adalah langkah awal untuk menembus atau membuka celah di critical factor pikiran sadar.

Setelah berhasil, dibutuhkan komponen kedua untuk membuat critical factor bersedia menerima informasi yang akan disampaikan. Critical factor akan bertanya, “Mengapa ini bisa bekerja?” Untuk bisa membuat critical factor “puas” maka digunakan salah satu dari tiga otoritas informasi berikut, yaitu doktrin, paradigma (teori atau model) dan trance-logic.

Setelah itu baru komponen ketiga digunakan yaitu Hypnotic Strategy untuk membimbing subjek memasuki Kondisi Hypnosis.

Purpose, artinya dalam setiap langkahnya, seorang master Neo Hipnotis harus mempunyai Outcome yang jelas atas tindakan hipnosis yang dia lakukan terhadap subjek..

FRAME & FRAMING
Alam Bawah Sadar atau pikiran Bawah sadar adalah kesadaran diri kita yang berada di area Kesadaran Quantum atau Kesadaran Murni, alam "Ning" atau alam Non Dualitas... Di dimensi ini, kekuatan potensi Alam bawah sadar kita masihlah dalam bentuk yang tanpa bentuk, atau masih bahan mentah, atau bahan inti.. masih berbentuk Energi dan vibrasi..

Nah, agar Potensi Kekuatan Pikiran Bawah sadar itu dapat digunakan di alam nyata, di alam dualitas. Maka diperlukan sebuah kerangka kerja agar energi tersebut mempunyai bentuk serta sistem kerja untuk operasionalnya... Nah, inilah Frame...

Framing artinya, kita membuat kerangka bagi bentuk serta sistem kerja dari kekuatan pikiran bawah sadar agar dapat bekerja dan kita gunakan.

Artificial Frame of Mind
Frame of Mind atau Bingkai Pikiran alias kerangka berpikir. Frame menunjukkan batasan yang jelas sejauhmana seseorang berfikir, seluas atau sesempit apa batasan fikirannya. Bingkai ini dalam NLP berarti cara yang kita gunakan untuk menginterpretasikan dunia dan seisinya yang kita lihat, dengar dan rasakan dengan filter yang kita miliki.

Frame dalam konteks Neo Hypnosis adalah "Artificial Frame" atau Frame yg diproduksi utk kebutuhan khusus di waktu khusus untuk memberi kerangka, bentuk, serta sistem bagi TranceWork Process Change dii Pikiran Bawah sadar dalam Proses Hypnosis yang dilakukan.

Walaupun kita dapat merangkai sebuah frame secara bebas (Artificial Frame of Mind), akan tetapi untuk membentuk Frame yang kuat dan tahan lama haruslah mempunyai landasan serta fondasi yang sangat kuat... Yaitu sebuah Hukum atau ketetapan Tuhan yang ada di alam semesta.. dengan kata lain, harus selaras dengan hukum alam dan hukum Tuhan...

Baca juga :
Religi Frame (Spiritual Frame)
Salah satu contohnya adalah Frame yang berbasiskan religi dan juga spiritualitas...

Frame Religi inilah yang membuat potensi alam bawah sadar kita mempunyai bentuk dan juga sistem sehingga dapat berkembang sesuai Outcome dari Spiritual Frame yang telah ditetapkan...

Itulah sebabnya, kita tidak usah heran.. Ketika mendengar adanya perbedaan pengalaman spiritual dari Spiritual Frame yang berbeda.. Karena Frame yang berbeda akan mempunyai mekanisme serta Outcome yang berbeda. Dan akan menghasilkan pengalaman TranceSpiritual yang berbeda.

Itulah sebabnya disebutkan bahwa "AKU ADALAH SESUAI SANGKA HAMBAKU"...

Cth.
Bagi yang percaya dan meyakini Reinkarnasi, maka mereka akan menjumpai dan mengalami pengalaman spiritual Past Life... Namun, bagi yang di dalam framenya tidak ada kepercayaan itu. Maka mereka tidak akan pernah menjumpai serta mengalami pengalaman spiritual yang terkait dengan reinkarnasi...

Dan hal ini telah menjadi bahan perdebatan yang cukup seru di antara para ahli Mind Technology.

Adanya pengetahuan ini, ternyata banyak membuat goncang keimanan para Master Mind Technology sehingga mereka terlempar dari agama dan keyakinannya yang semula... Dan kemudian memilih menjadi sekuler, tidak beragama, atau malah anti agama..

Padahal tanpa adanya suatu Spiritual Frame, maka spiritualitas mereka menjadi tidak tumbuh dan berkembang, dan bahkan lambat laun akan menjadi mati... Mereka sekedar hanya menjadi Hewan Yang berakal yang disebut MANUSIA. Seperti ungkapan dari Darwin... Manusia yang tidak berjiwa....

Sesungguhnya, yang menjadi titik utama permasalahannya bukanlah pada Spiritual Frame yang ada. Tetapi banyaknya Virus yang membuat Program Pikiran dari Spiritual Frame itu tidak dapat bekerja secara maksimal, itulah penyebab utamanya....

Dan Si penyebar Virus itu adalah Mereka yang di sebut Sang Tokoh Agama.... Adanya unsur kepentingan, telah membuat kemurnian dari sebuah Spiritual Frame menjadi ternoda...

Next... http://goo.gl/qEWuPu