ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 15 Mei 2014

Black & White Gendam Marketing

BLACK GENDAM MARKETING

T : Master mo tanya mengapa ada orang yang secara terang2an memposisikan diri sosok seorang penganut kesesatan kalo Master tidak keberatan menjelaskannya krn terus terang 36 tahun hidup di dunia ini baru kali ini melihat ada orang yang tidak hanya Atheis tapi juga Sangat-sangat sesat Master?.

J : itu adalah permainan pencitraan.. untuk marketing... namanya Gendam Marketing... Lebih tepatnya Black Gendam Marketing... Memanfaatkan sisi gelap manusia... sebagai targetnya..

T : Oh iya baru ngeh aku Master akupun menyadari zaman sekarang ini banyak orang2 pada umumnya merasa dibelenggu oleh Agama. Inilah target sasarannya rupanya!

J : Betul... Sebagian besar Agama saat ini sudah kehilangan spiritnya, sudah kehilangan Ruhnya.. Hanya tinggal kulitnya saja... Sehingga Agama terlihat hanya sebagai retorika belaka, kemunafikan juga meraja lela, para penjaja agamapun marak di mana-mana... Dan hal inilah yang membuat kaum muda banyak yg muak dengan agama...

dan bahkan agama seolah-olah seperti belenggu penjara... Karena agama sering dijadikan alat untuk menghakimi sesamanya, digunakan sebagai alat untuk pembenaran diri, dll...

Sehingga banyak emosi negatif yang timbul karenanya... Dan ketika emosi ini semakin menumpuk... maka itu semua butuh pelampiasan, butuh butuh untuk diledakkan....

Dan hal inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian orang... Mengail di air keruh.. Mengambil kesempatan di dalam kesumpekan pikiran orang...

T : Thank's Master naik lagi deh satu tingkat pencerahanku di pagi ini.

Source : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/614183582006981

WHITE GENDAM MARKETING

Fika S. Setiono : Kalau Pak Edi sendiri termasuk penjaja agama bukan? (Maaf).

Edi Sugianto : itu tergantung apa definisi anda mengenai istilah "Penjaja Agama"...

Bila yang dimaksud dengan "Penjaja Agama" adalah orang-orang yang menyampaikan keyakinan agamanya pada orang lain, maka hal ini tentu dilandasi oleh niat yang positif. Hal ini seperti orang yg pernah merasakan enaknya sebuah menu makanan, lalu memberitakan dan bahkan mengajak orang lain untuk merasakan hal yang sama...

Ini adalah hal yang lumrah dan wajar, karena pada prinsipnya manusia itu terlahir baik dan suka kebaikan serta suka mengajak orang lain pada kebaikan.... Inilah orang-orang yang menghidupkan agama...

Namun, bila yang anda maksud dengan "Penjaja Agama" adalah orang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mencari penghidupan, sebagai sarana untuk mencari nafkah dan uang.... serta jabatan... Memanfaatkan sisi Terang atau Golden Side orang lain sebagai target marketingnya... Maka inilah orang-orang yang hidup dari agama....

Karena Motif utamanya adalah Duniawi, maka orang seperti ini akan mundur dan kalau perlu dia akan pindah agama, bila dirasakan agama sudah tidak lagi menguntungkan.,. Agama, hanyalah alat marketing saja baginya... lebih tepatnya White Gendam Marketing... Itulah sebabnya, dia tidak akan pernah mempertaruhkan nyawanya demi agama...

Mengenai pertanyaan anda, apakah saya adalah seorang "Penjaja Agama"...??? Maka soal itu, adalah soal persepsi, soal penilaian, dan tentu saja akan menjadi bias, bila saya menilai diri saya sendiri..... Oleh karena itu, silahkan anda Nilai sendiri, dan tiap orang tentu bebas untuk menilai saya..... dan itu adalah hak anda... dan juga hak siapapun saja..

Fika S. Setiono : Pak Edi@ jawabannya diplomatis banget heehe ..... jawaban yg tidak mengandung resiko krn pembaca diminta menyimpulkan sendiri. Ok deh sukses utk Pak Edi ....

Source : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/614197502005589