ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 09 Agustus 2014

Spirit Anti Gagal - Free eBook

Kita sesungguhnya memiliki banyak alasan mengapa Kita harus sukses, Tetapi pada kenyataanya, kita lebih sering memikirkan alasan untuk gagal. Untuk Itu Baca eBook : SPIRIT ANTI GAGAL . di Sini : http://goo.gl/xip9gi

Apa anda pernah gagal..? Saya yakin semua orang pernah mengalami kegagalan. Apapun bentuk kegagalan tersebut Tuhan memiliki rencana lain untuk hidup yang diarungi. Berlapang dada, tidak larut dalam kesedihan, dan bangkit kembali memperbaiki kekurangan diperlukan dalam menghadapi kegagalan.

Kegagalan bukan akhir dari segalanya, hikmah yang bisa dipetik menjadikan pribadi yang lebih kuat. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, apalagi orang lain demi pembenaran kekeliruan yang dilakukan penyebab kegagalan tersebut.

Gagal merupakan proses dan perkembangan. Waktu bayi pada saat kita akan belajar berjalan, dimulai dengan tiarap, kemudian merangkak, perlahan-lahan berdiri dengan memegang meja atau kursi, berjalan selangkah demi selangkah dan akhirnya mampu berjalan dengan tegak bahkan berlari. Itu sebuah proses, pada saat belajar berjalan tak terhitung berapa kali kita jatuh, terbentur meja atau kursi membuat tubuh kita lecet dan menjerit. Apakah kita menyerah? Tidak, jika kita menyerah tak mungkin kita bisa berdiri tegak, berjalan ke tempat yang indah dan berlari bagaikan sprinter peraih emas diolimpiade. Untuk menggapai kesuksesan dibutuhkan proses dan usaha yang keras.

“There Is No Failure, Only Feedback“
“Tidak ada kegagalan, yang ada hanya umpan balik“.

Memaknai kegagalan sebagai umpan balik, memberikan persepsi baru bagi saya. Semula persepsi saya atas kegagalan mirip /saya analogikan seperti terminal atau stasiun atau tempat pemberhentian (pit stop). Maksudnya kalau kita mengalami kegagalan, berarti langkah kita mesti terhenti sebentar, atau bisa juga berhenti lama, untuk menyiapkan perjalanan yang baru lagi.

Persepsi saya seperti ini, diperkuat lagi dengan banyaknya contoh orang yang gagal dalam satu usaha, terus banting stir ke usaha lain. Dan bila kembali gagal, akan mencoba lagi usaha yang lain.

Tetapi dengan persepsi baru saya, bahwa kegagalan hanyalah umpan balik, sangat cocok dengan tipikal saya, yang cenderung teknikal. Saya jadi ingat waktu SMA punya hobby elektronika, kalau sudah mengutak-atik rangkaian elektronika, saya selalu terpacu untuk bisa berhasil. Karena kalau sedang ngoprek ternyata hasilnya tidak sesuai keinginan, maka akan dicari letak penyebabnya (feed back). Dari umpan balik-umpan balik yang bisa dikumpulkan, hampir 90% proyek-proyek kecil saya bisa diteruskan dan membuahkan hasil. Ach jadi nostalgia SMP. he..he..he..

Dengan persepsi baru saya bahwa kegagalan hanyalah umpan balik, membuat saya bertambah optimis. Apapun yang nanti terjadi pada bisnis, saya siap menghadapinya. Kalau orang lain mengatakan gagal, saya akan menyikapinya sebagai umpan balik yang memberitahu saya bahwa ada strategi yang keliru atau strategi tidak tepat dijalankan. Sehingga proses harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti, karena yakin tidak akan pernah gagal. Yang ada hanya umpan balik.

Demikian juga kalau orang lain bilang saya sukses, saya memaknainya sebagai umpan balik yang menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan sudah tepat dan sudah pas. Jadi fokusnya tetap pada proses bukan pada hasil.

Jadi, tetap jalani prosesnya, nikmati pencapain-pencapaiannya.

Tersebutlah, seorang pemuda kampung bernama Ujang yang pantang menyerah dan tidak takut menghadapi kegagalan. Ia berprinsip, “Lebih baik mencoba lalu gagal, dari pada saya gagal mencoba.”

Setelah Ujang menguasai bahasa Arab dengan baik, kini Ujang pun ingin bisa berbahasa Inggris. Pergilah ia ke sebuah lembaga kursus. Belajarlah ia disana, dengan penuh semangat membara....

Pada hari pertama kursus dia sudah belajar menyebutkan angka2 sederhana dalam bahasa Inggris, seperti one, two, three, dst. Kemudaian ia juga belajar sedikit tatakrama seperti ucapan “I’m sorry sir”.

Kemudian pada hari kedua kursus, saking semangatnya, si Ujang berangkat dengan cepat menuju tempat kursusnya, lalu tiba-tiba secara tak sengaja ia menyenggol seorang bule.

Karena Ujang dilahirkan sebagai seorang yang optimis dan PD abizzz, maka ia pun dengan kemampuan alakadarnya berkomunikasi dengan si bule seperti berikut :

Ujang : I’m sorry sir….
Bule : Oh No problem, I’m sorry too
Ujang : (Dengan pede abis) Oh yes, I’m sorry three
Bule : (Kebingungan abis) I’am sorry three, what for ?
Ujang : Oh yes, Four five sir...
Bule : (Tambah bingung) Are you sick ?
Ujang : Oh no, I’m seven

Ha ha ha ha ha... gagal itu memang indah. Janganlah Anda menyerah dengan kegagalan, sebab kelak kegagalan itulah yang membuat sukses Anda terasa begitu indah.

Lagipula, kegagalan tidak harus dinisbatkan kepada pelakunya, cukup kepada peristiwanya saja. Sehingga pembelajaran kita bisa lebih sempurna.

Sebagaimana, seorang gadis yang menggoreng tempe, lalu tempenya gosong, MAKA sungguh yang gosong adalah tempenya, bukan gadisnya...