ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 02 Oktober 2014

Logiskah Akupunktur..?

LOGISKAH AKUPUNKTUR...???

Sampai sekarang, saya belum melihat akupunktur dianggap logis oleh ilmu kedokteran, walaupun banyak dokter yang belajar Akupunktur dan bahkan menguasai serta menjadi praktisi akupunktur.... Dalam perkembangannya ilmu mengenai stimulasi titik-titik meridian tubuh (Accupoint) ini telah melahirkan ribuan tekhnik lain selain akupuntur, Misalnya tekhnik akupressur, Pijat Refleksi, Medical Qi Gong, Tung Yi Kung, dll.. yang semuanya juga terbukti cukup efektif dalam membantu kesembuhan orang yang sakit....


Akupunktur dan berbagai tekhnik terapi yang berbasiskan Accupoint menjadi begitu ajaib efeknya, menurut saya karena sebenarnya tekhnik ini sangat erat kaitannya dengan potensi pikiran bawah sadar...... Jadi, walaupun secara ilmu medis tidak logis, asalkan itu cukup logis bagi pikiran bawah sadar, maka tekhnik itu juga menjadi efektif.....

Mungkin anda akan menganggap tulisan saya ini mengada-ada saja dan melawan arus keyakinan masyarakat, dan mungkin juga anda akan menganggap bahwa tulisan ini hanyalah sekedar ajang promosi Pelatihan Hipnotis yang saya selenggarakan. Sehingga apapun saja akan dikait-kaitkan dengan Pikiran Bawah sadar atau Alam Bawah sadar.

Bila anda punya pendapat yang demikian, maka itu sih sah-sah saja. Dan itu terserah anda. Anda boleh percaya dan juga boleh tidak percaya dengan tulisan saya kali ini. Yang jelas Ketika Saya punya asumsi (hipotesa), maka sayapun melakukan serangkaian ujian / test dan juga evaluasi.. Dan tulisan ini  adalah salah satu kesimpulan sementara dari serangkaian uji materi yang telah saya lakukan,.

Tekhnik akupunktur termasuk tekhnology somatisasi energy (Chi), yaitu sebuah metode untuk membuat Chi mempunyai efek terhadap tubuh. Sedangkan ide mengenai Chi... Itu erat kaitannya dengan dimensi gaib bukan...? Sedangkan hal yang gaib itu termasuk wilayah bawah sadar (batin).. Betul...???

Dalam sebuah jurnal Ilmiah Medis dikatakan bahwa "Acupuncture Is Theatrical Placebo". Akupunktur hanyalah sebuah metode placebo belaka, yang efektifitasnya sangat bergantung dari keyakinan serta kepercayaan masyarakat padanya. Dalam jurnal itu juga ditulis demikian : In layman’s terms, acupuncture does not work – for anything. Dalam istilah awam, akupunktur tidak bekerja untuk hal apapun saja. [ Source : http://www.sciencebasedmedicine.org/acupuncture-doesnt-work/ ]

Dari jurnal ilmiah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bila Accupunctur / akupunktur secara medis dianggap tidak logis dan tidak efektif untuk apapun saja. Maka, dengan demikian. Hampir semua tekhnik terapi yang di ilhami oleh akupunktur, Misalnya Medical Qi Gong, Accupressure, Pijat Refleksi, Tuina Message, dan bahkan EFT, ataupun SEFT, secara medis juga dianggap tidaklah efektif untuk apapun saja.

Nah, kesimpulan jurnal ilmiah medis ini tentu tampak tidak sesuai dengan kenyataan yang kita lihat. Karena bukti empiris menyatakan bahwa telah jutaan dan bahkan mungkin milyaran orang di seluruh dunia merasakan hasil positif dari tekhnik terapi yang berbasiskan metode akupunktur.

Dari tekhnik EFT & SEFT saja telah ada ratusan juta masyarakat yang memperoleh manfaat positifnya. Lalu mengapa Dunia Medis menganggap tekhnik terapi ini tidak logis dan tidak efektif..???

Sebelum kita berbicara lebih jauh, mari kita simak kembali mengenai definisi Logis / Logika.

Logika : pengambilan kesimpulan dengan menggunakan runtut berpikir tertentu sesuai bidangnya. Logika matematika bisa berbeda dengan logika biologi, bisa berbeda dengan logika politik, bisa berbeda dengan logika bisnis, dlsb

Rasio : pengambilan kesimpulan dengan menggunakan perbandingan, terhadap sesuatu yang telah diketahui. Mis: sesuatu dikatakan panjang jika ada pembandingnya yang lebih pendek. Sesuatu dikatakan salah jika ada pembandingnya yang dianggap benar, dlsb.

Nah, sudah cukup jelas bukan. Logis bagi dunia medis memang belum tentu logis bagi dunia non medis, dan demikian pula sebaliknya. Artinya, akupunktur dinilai tidak logis oleh dunia medis karena dunia medis barat menggunakan alat ukur atau parameter yang ada di dunia medis barat untuk menilai dunia kedokteran timur yang dalam hal ini adalah akupunktur. Ini sama saja dengan menggunakan Logika Ilmu sosial untuk menilai Ilmu Matematika. Seperti kasus yang heboh akhir-akhir ini mengenai apakah 6 X 4 itu sama dengan 4 X 6.

Bila dunia medis barat tidak mempunyai peralatan yang cukup untuk menilai akupunktur, maka hypnosis punya. Bila dunia Medis menganggap akupunktur tidak logis, maka saya menganggap akupunktur logis bila ditinjau dari ilmu hipnosis. Itulah sebabnya diawal tulisan ini saya menuliskan bahwa efektifitas kedokteran timur yang dalam hal ini adalah akupunktur beserta dengan semua ilmu turunannya, seperti pijat refleksi, akupressure, Medical Qi Gong, EFT, dll... itu terkait  erat dengan Potensi Pikiran Bawah sadar yang saya sebut dengan TranceFrame, TranceLogic, atau Logika Pikiran Bawah sadar.

Maka janganlah anda menjadi heran, ketika menjumpai praktisi terapi yang berbasiskan Ilmu Titik meridian tubuh ini suka mengklaim bahwa tekhniknya sangat efektif dan dapat menyembuhkan penyakit apa saja dalam hitungan menit, bahkan mungkin detik. Stroke, mata minus, Diabetes, dll. katanya dapat disembuhkan dalam hitungan menit dan langsung dibuktikan saat itu juga. Anda masih ingat dengan Iklan klinik Tong fang yang pernah menghebohkan dunia maya ini bukan..?

Ya, klaim seperti itu sungguh tidak mengherankan. Karena semua klaim itu sebenarnya memang berfungsi sebagai pendongkrak Sugesti untuk menaikkan keyakinan masyarakat terhadap keampuhan metode terapinya. Dengan harapan, tingkat kesembuhan pasien yang ditanganinya juga semakin meningkat seiring dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat padanya. Yang artinya, ada permainan hipnosis di sini.

Dan memang demikianlah kejaiban pikiran bawah sadar manusia, ketika anda telah mempercayai sesuatu, maka anda akan melihat yang anda percayai.

Wallahu A'lam


Footnote :

Akupunktur Tak Mempan Pulihkan Kondisi Setelah Stroke
Praktisi tusuk jarum boleh saja mengklaim berbagai manfaat dari pengobatan alternatif tersebut. Namun pada stroke, penelitian membuktikan ternyata akupunktur tidak bisa memulihkan kondisi setelah terjadi serangan.

Selain gagal memperbaiki kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, akupunktur juga gagal memperbaiki fungsi neurologis atau saraf secara umum. Kalaupun ada, efeknya tidak signifikan ketika dibandingkan dengan plasebo.

Dr Jae Cheol Kong, ilmuwan dari Wonkwang University menyimpulkan hal itu setelah menelusuri 10 penelitian terkait. Dikutip dari Reuters, Rabu (29/9/2010), sebagian besar di antaranya menyimpulkan akupunktur tidak bermanfaat untuk pasien stroke.

Penelusuran itu meliputi sejumlah database dan jurnal di Korea, untuk mewakili populasi orang Asia. Diakui oleh Dr Kong, salah satu keterbatasan dalam penelitian akupunktur adalah kurangnya keterwakilan populasi orang Asia karena dilakukan oleh ilmuwan Barat.

Ada 2 macam plasebo yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian akupunktur. Pada 8 penelitian, plasebonya adalah teknik akupunktur palsu sementara 2 penelitian lainnya menggunakan elektrostimulasi atau rangsang listrik pada kelompok pembanding.

Berbeda dengan akupunktur asli, akupunktur palsu dilakukan di titik-titik yang bukan merupakan titik meridian yang sesungguhnya. Selain itu, jarum ditusukkan tidak terlalu dalam atau bahkan hanya di lapisan paling luar saja.

Meskipun demikian, Dr Hongmei Wu dari West China Hospital tidak ingin terburu-buru menyimpulkan akupunktur sama sekali tidak bermanfaat. Justru karena akupunktur dan plasebo sama-sama memberikan sedikit efek, ia melihatnya sebagai potensi untuk mengembangkan metode akupuntur yang baru.

Terlebih untuk gangguan kesehatan yang lain, manfaat akupunktur dapat dibuktikan secara ilmiah. Misalnya untuk meningkatkan keberhasilan penanaman embrio bayi tabung serta meredakan nyeri akut maupun kronis.(Source : http://health.detik.com/read/2010/09/29/105545/1451019/763/akupunktur-tak-mempan-pulihkan-kondisi-setelah-stroke?l771108bcj)



Artikel Terkait : SciFi Theatrical HypnosisFrame
Bagi seseorang yang sudah mengenal dan bahkan sudah menguasai hypnosis, artikel "LOGISKAH AKUPUNKTUR...???" ini adalah sebuah clue mengenai tekhnik SciFi Theatrical HypnosisFrame, Sebuah seni untuk mempengaruhi pikiran bawah sadar orang lain yang disampaikan dalam bentuk seni peran yang berdasarkan sebuah Kerangka kerja Logika Pikiran Bawah sadar (TranceFrame) tertentu.

Simak selengkapnya di sini : http://www.naqsdna.com/2014/10/scifi-theatrical-hypnosisframe.html