ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 11 Juli 2016

SAINS, Fakta ataukah ilusi?

SAINS, Fakta ataukah ilusi?
Dari diskusi mengenai bumi datar yang menjadi topik tulisan saya sejak kemarin. Dapat terlihat bahwa Bumi ternyata tidak hanya datar, tetapi juga bisa lonjong, kotak, kerucut, trapesium, segitiga, dan bisa berbentuk apapun sesuai imajinasi masing-masing. Hehehe.....

Okey, terlepas dari pro kontra dan perdebatan mengenai Bumi Datar yang sekarang jadi Trend di semua sosial media.

Mencermati fenomena ini, ada sesuatu hal menarik yang dapat kita jadikan pelajaran. Yaitu:

VALIDITAS SAINS, Apakah ini Realita ataukah hanya Ilusi..?  

Bumi berbentuk Bulat seperti Bola, SAINS, Fakta ataukah ilusi?
Sejak kecil, kita sudah disuguhi kesahihan sains yang nilainya absolut seperti matematika. Dan hanya orang bodoh saja yang akan membantah kebenaran sains.

Namun ternyata, kesahihan rumus sains itu ada dua macam :

1. Rumus Sains di atas kertas, yang hanya berupa teori dan belum dapat digunakan atau dibuktikan dalam realitas kehidupan.

2. Sains praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Seperti rumus kimia, rumus mekanika, permesinan, dll.

Nah, teori mengenai alam semesta, termasuk bentuk bumi, dll. Selama ini kita anggap sudah masuk ke dalam rumusan sains versi kedua. Sehingga kesahihannya kita terima sebagai kebenaran mutlak, dan menjadi Belief. Yaitu keyakinan yang tidak perlu lagi dipertanyakan.

Dan adalah wajar ketika kemudian kelompok Flat Earth Society (FES) yang mulai mempertanyakan kesahihan konsep semesta ini membuat seluruh manusia di seluruh pelosok dunia seolah terhenyak dan tersadarkan, bahwa tidak menutup kemungkinan. Teori semesta yang selama ini kita anggap sebagai rumus sains praktis yang terbukti nyata dalam kehidupan. Ternyata semuanya masih berupa rumus di atas kertas.

Jika kita berfikiran terbuka. Berbagai argumen FES yang mempertanyakan kesahihan bentuk semesta kita, memang sungguh tidak terbantahkan.

Contoh argumen sederhana :

1. Tidak ada perjalanan keliling bumi yang melewati antartika. Bahkan tidak ada rute penerbangan yang melewati langit antartika. Fakta yang ada, semua rute penerbangan yang seharusnya lebih dekat jika melewati angkasa antartika. Lebih memilih rute penerbangan yang lebih jauh dan menghindari melewati antartika.

2. Jika bumi ini bulat seperti Bola (Globe), maka dalam jarak tertentu. Kita tentu tidak dapat melihat benda di kejauhan secara utuh, karena lengkungan bumi akan membuat bagian bawah benda menjadi tidak terlihat. Namun, faktanya. Selama mata masih bisa melihatnya, maka dengan bantuan teropong, kita tetap dapat melihat benda tersebut secara utuh. Padahal, jika bumi ini bulat, maka kita tidak akan dapat melihatnya secara utuh, walau pakai teropong.

Sungguh, dua argumen sederhana di atas betul-betul tidak terbantahkan. Karena anda tidak perlu jadi saintis untuk membuktikan kebenaran argumen FES. Bahkan anda bisa melakukan uji coba sendiri, dan dapat membuktikannya sendiri.

Dari sini, kita secara logika mulai meragukan data sains yang selama ini disuguhkan kepada kita. Bentuk Bumi Bulat seperti Bola. SAINS, Fakta ataukah ilusi?

Rumusan sains nya itu sendiri sebenarnya mungkin saja tidak salah. Tetapi penempatannya yang mungkin saja tidak tepat.

Yang seharusnya masih dalam ranah teori, maka haruslah dikatakan sebagai masih dalam tahap teori. Dan bukan direkayasa sebagai sebuah kebenaran yang sudah berada di ranah praktis dan aplikatif.  Menciptakan Realitas ilusi berbasis Sains demi keuntungan politis para kapitalis.

Nikola Tesla mengatakan,

"Today's scientist have substituted mathematics for experiments,and they wander off through equation after equation, and eventually build a structure which has No Relation to Reality."

artinya : Para saintis ini hanya menghitung matematika dari rumus ke rumus, dan akhirnya menciptakan struktur yang tidak ada hubungannya dengan realitas.


Lalu manakah yang benar, Apakah bentuk bumi itu bulat seperti bola ataukah datar....?

Ya, silahkan lakukan penelitian sendiri, dan buktikan sendiri. Siapapun boleh melakukannya. Karena hal ini sekarang sudah menjadi gerakan people power.

Ketika masyarakat sudah tidak lagi percaya pada kebenaran yang disampaikan oleh fihak otoritas yang berwenang. Maka, masyarakat itu sendirilah yang harus bergerak menelusuri kebenarannya.

Berdebat tidak akan menghasilkan kebenaran.

Bergeraklah, lakukan penelitian, cari pembuktian, barulah kita akan memperoleh kebenaran.

Bagaimana menurut pendapat anda..?
Bentuk bumi bulat seperti Bola. SAINS, Fakta ataukah ilusi?

**
ARTIKEL TERKAIT :
  1. FAKTA ILMIAH BUMI DATAR, KLIK : https://tinyurl.com/Fakta-ilmiah-Flat-Earth
  2. KONSPIRASI BUMI DATAR, KLIK : http://tinyurl.com/KONSPIRASI-BUMI-DATAR
**

Sekian artikel sore ini, semoga bermanfaat untuk anda.

SALAM AJAIB

Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA Institute)

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram Messenger : @Hipnotis
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.






#‎gendam #‎gendon #‎generasikristal #‎hipnotis #‎bumidatar #‎flatearth #‎mitos