Jawaban Pavel Durov, CEO Telegram Mengenai Pemblokiran Telegram di Indonesia

Jawaban Pavel Durov, CEO Telegram Mengenai Pemblokiran Telegram di Indonesia



Melalui Chanel resminya di Telegram ( https://t.me/durov ), 16 Juli 2017 kemarin Pavel Durov menuliskan begini :

Some thoughts on Indonesia
A lot of Telegram's early adopters come from Indonesia, and now we have several million users in that beautiful country. I am personally a big fan of Indonesia – I’ve been there a few times and have many friends there.

So it made me upset to hear that the Indonesian Ministry of Communication and IT suggested they would have to block Telegram in Indonesia. It turns out that the officials of the Ministry recently emailed us a list of public channels with terrorism-related content on Telegram, and our team was unable to quickly process them.

Unfortunately, I was unaware of these requests, which caused this miscommunication with the Ministry. To fix the current situation, we're implementing the following 3-step solution:

1) We have blocked all the terrorist-related public channels that have been previously reported to us by the Ministry of Communication and IT of Indonesia.

2) I emailed back to the Ministry to establish a direct channel of communication, which should allow us to work more efficiently on identifying and blocking terrorist propaganda in the future.

3) We are forming a dedicated team of moderators with knowledge of Indonesian language and culture to be able to process reports of terrorist-related content more quickly and accurately.

Telegram is heavily encrypted and privacy-oriented, but we’re no friends of terrorists – in fact, every month we block thousands of ISIS-related public channels and publish the result of this work in @isiswatch. We’re constantly striving to be more efficient at preventing terrorist propaganda, and are always open to ideas on how to get better at this.

I emailed the Ministry my suggestions above to hear their feedback. I am confident we can efficiently eradicate terrorist propaganda without disrupting the legitimate use of Telegram by millions of Indonesians. I will keep you updated in this channel on how Telegram will develop in Indonesia – and globally.
Source : https://t.me/durov/50

Terjemahan bebas :

Beberapa pemikiran Mengenai Indonesia
Banyak pengadopsi awal Telegram berasal dari Indonesia, dan sekarang kami memiliki beberapa juta pengguna di negara yang indah itu. Saya pribadi penggemar berat Indonesia - saya pernah ke sana beberapa kali dan punya banyak teman di sana.

Jadi hal ini membuat saya kesal ketika mendengar bahwa Kementerian Komunikasi dan IT Indonesia menyarankan agar mereka memblokir Telegram di Indonesia. Ternyata pejabat Kementerian baru-baru ini mengirimi kami daftar saluran publik dengan konten terkait terorisme di Telegram, dan tim kami tidak dapat segera memprosesnya dengan cepat.

Sayangnya, saya tidak sadar akan permintaan ini, yang menyebabkan miskomunikasi ini dengan Kementerian. Untuk memperbaiki situasi saat ini, kami menerapkan solusi 3 langkah berikut:

1) Kami telah memblokir semua saluran publik terkait teroris yang sebelumnya telah dilaporkan kepada kami oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia.

2) Saya mengirim email ke Kementerian untuk membentuk saluran komunikasi langsung, yang memungkinkan kami bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa depan.

3) Kami membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk dapat memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat.

Telegram sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi, tapi kami bukan teman teroris - sebenarnya, setiap bulan kami memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan hasil karya ini di @isiswatch. Kami terus berusaha untuk lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris, dan selalu terbuka terhadap gagasan tentang bagaimana menjadi lebih baik dalam hal ini.

Saya mengirim email ke Kementerian saran saya di atas untuk mendengar umpan balik mereka. Saya yakin kita dapat secara efisien membasmi propaganda teroris tanpa mengganggu penggunaan Telegram yang sah oleh jutaan orang Indonesia. Saya akan terus memberikan kabar terbaru di saluran ini tentang bagaimana Telegram akan berkembang di Indonesia - dan secara global.

*

Demikianlah tulisan yang saya baca dari Chanel Resmi Pavel Durov. Dan dari pantauan saya hingga saat ini (Senin, 17 Juli 2017). Semua aplikasi Telegram masih bisa di akses dari Hp dan desktop. Sedangkan untuk versi web atau akses yang menggunakan Browser. Semua masih dalam status terblokir.

Bagi saya pribadi, yang menggunakan Telegram untuk memfasilitasi beberapa komunitas kelas Online yang saya selenggarakan. Pemblokiran telegram ini tentu saja membuat kami semua, para admin group yang membina komunitas online di telegram menjadi pening kepala. Karena sebagaimana sudah saya tulis di postingan kemarin. Baca di sini Cara Mengatasi Telegram yang kena Blokir

Bahwa soal memindahkan media komunikasi Online seperti ini, tidaklah sesederhana kita menginstal suatu Aplikasi di Smartphone. Tetapi bagi para Admin Group, hal ini melibatkan File Database yang berukuran besar. Yang mana, di Telegram tidak memfasilitasi adanya fitur Backup data. Jadi, kalau mau memindah data, haruslah dilakukan secara manual.

Nah, bisa anda bayangkan, betapa gempornya tuh tangan para admin yang harus meng Copy Paste File dan percakapan satu persatu. Padahal jumlahnya sudah ada jutaan.

Dalam hal ini, kami sebagai rakyat Indonesia. Berharap solusi yang terbaik dari pemerintah agar kami para netizens yang menjadikan internet sebagai salah satu sumber penghasilan. Dapat terus berkarya dan menebar manfaat melalui internet ini.

Semoga, komunikasi antara pemerintah indonesia dan CEO Telegram dapat berlangsung dengan baik. dan kita semua dapat beraktifitas kembali dengan normal melalui media aplikasi telegram.

Video FB Go Live saya mengenai Hikmah Pemblokiran Telegram, Link https://www.facebook.com/haryopanuntun/videos/1387256538033011/



Sekian, tulisan saya siang ini. Semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

SALAM.


• Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.combasupati.comsabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram Messenger : @Hipnotis
Pin BB : D016E4EE
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Click To Chat :
Simak Materi Pelatihan Gratis Yang lain di Group Telegram JRC, KLIK DI SINI... untuk bergabung.

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.


Jadwal Event Workshop, klik di sini..



Jawaban Pavel Durov, CEO Telegram Mengenai Pemblokiran Telegram di Indonesia Jawaban Pavel Durov, CEO Telegram Mengenai Pemblokiran Telegram di Indonesia Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 12.35 Rating: 5

1 komentar:

  1. Are you looking for free Google+ Circles?
    Did you know that you can get them ON AUTOPILOT & ABSOLUTELY FREE by getting an account on Add Me Fast?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.