SALAM SEMESTA, Menghilangkan Masalah Tanpa Masalah


Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...

Kepada seluruh siswa NAQS DNA amalan utk minggu ini adalah SALAM SEMESTA.
Ucapkan sebanyak-banyaknya dalam hati kalimat salam lengkap seperti di atas [Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...]. Lakukan kapan saja, di mana saja, tanpa hitungan..

Krn amalan ini kayaknya belum pernah di ijazahkan oleh kyai manapun. Maka jgn tanya ke kyai yg lain ya... He..he..he..

Yang penting, rasakan & buktikan saja faedahnya dlm kehidupan anda. Silahkan di catat level permasalahan apapun yg menimpa anda saat ini. Dan silahkan di check level masalah anda dlm 7 hari ke depan. Insya Allah apapun masalah anda, akan menjadi semakin ringan. Bahkan hilang lenyap.

Bagi yg punya masalah khusus, baik masalah keuangan, kesehatan, ataupun bermasalah dengan orang lain. Kapanpun masalah itu muncul di hadapan anda. Baik di alam nyata ataupun hanya muncul mengganggu di dalam fikiran anda. Maka ucapkanlah salam pada masalah itu. Cukup di ucapkan dalam hati saja. Baca sebanyak-banyaknya.

Islam disebarkan dengan ucapan salam, ucapan keselamatan, yang menjadi bukti cinta kita kepada sesama untuk terwujudnya kedamaian, artinya Islam adalah agama kedamaian & Keselamatan.

Syarat mengamalkan :
Anda harus tulus ingin terbebas dari permasalahan anda. Dan jgn ada niat utk menantang, krn bila anda berniat menantang. Maka yg berlaku adalah kebalikannya. Yang dimaksud menantang , adalah mengamalkan sambil berharap amalan ini gagal bagi dirinya. Karena merasa diri sudah hebat, sakti, dan berilmu tinggi sehingga bersikap meremehkan.

Sekian, terima kasih.
Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman. Dan kamu tidak akan mencapai iman sampai kamu saling mencintai satu sama lain. Maukah kuberi tahu tentang sesuatu yang jika kamu lakukan akan menyebabkan kamu saling mencintai? Yaitu, sebarkan SALAM di antara kamu sekalian.” (HR Muslim)

Ya, ucapan salam, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, meskipun banyak orang menganggapnya sepele, ternyata bisa mengantarkan kita masuk ke dalam surga. Karena, dengan ucapan salam yang tulus, hati kita bisa terbuka untuk saling mencinta dengan saudara-saudara kita seagama. Dan kecintaan terhadap saudara-saudara kita itu melahirkan benih-benih keimanan di dalam diri kita yang pada akhirnya merupakan “tiket” kita menuju surga.

Ada 3 level medan energi yg di akses dg kalimah ini :
yaitu medan energi asma'ul husna As Salam, dari sini kemudian medan energinya diperluas menjadi Rahmat dan diperluas lagi menjadi berkah.

SALAM SEMESTA ►Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...◄ merupakan sebuah bentuk pemberkatan, pengampunan, & pembersihan diri & semesta kita... agar diri kita dan semesta kita terkondisi dan masuk ke dalam Konidi SURGA DARUSSALAM yaitu kondisi KESELAMATAN, KEAMANAN, KEBERUNTUNGAN, KESEJAHTERAAN, KEMAKMURAN, KERAHMATAN, & KEBERKAHAN.

Karena hakikatnya segala masalah yang menimpa diri dan lingkungan kita, di karenakan adanya program-program negatif serta aura negatif yang menyelimuti diri dan orang-orang yang beresonansi dg kita. Maka bersihkan semua itu dengan SALAM SEMESTA. Bersihkan...bersihkan... murnikan & ubah energi semesta diri dan semesta dunia kita, agar bersinar terang.......

Dalam ucapan salam: ada Rakhmat dan Berkah, yang merupakan perluasan dari medan energi As Salam. Jika rakhmat curahan dan kasih sayang Allah akan dilimpahkan kepada siapapun. Namun keberkahan tidak segampang itu. Keberkahan dalam bahasa modern bisa diartikan dengan sinergis. Berbeda dengan energi, ketika dipakai akan habis sementara sinergis merupakan suatu proses energisasi yang berkelanjutan (unlimited process). Sebagai contoh:
  1. Orang yang haus, ia dapati air minum maka ia mendapatkan rakhmat. Ketika haus itu hilang menghadirkan ketenangan maka ia mendapat berkah.
  2. Seorang ahli pemasaran dengan ilmunya ia berhasil meraup keuntungan yang luar biasa. Ia mendapat rakhmat. Namun belum tentu mendapat keberkahan karena rezeki yang diterima seringkali masih dianggap kurang. Ia dapat rakhmat tapi tidak mendapat berkah (limpahan kebaikan yang sinergis).
  3. Berkah dilimpahkan di dunia untuk siapa saja, hatta kepada maling/koruptor sekalipun. Ia memperoleh rakhmat namun uangnya tidak membawa keberkahan.
  4. Karenanya orang yang rajin dan bekerja ia pasti mendapat rakhmat berupa hasil kerjaanya baik gaji maupun kedudukan. Tinggal mencari keberkahannya. Namun orang yang malas dan tidak bekerja, ia tidak mendapatkan dua-duanya antara rakhmat dan bekah.
Imam Al Qurthubi berpendapat dalam bukunya “tadzkiratul qurthubi” mengatakan bahwa orang non muslimpun mendapatkan rakhmat karena kehebatan usahanya dan keberkahannya akan diwariskan kepada orang muslim. Dari teori ini maka tidak masalah bergaul dengan non muslim dan tidak masalah untuk saling bantu-membantu dalam urusan sosial kemasyarakatan. Sebab keberkahan mereka akan mengalir kepada kita, dan mereka, menurut sang ilmuan ini, tidak membutuhkan berkah.

Sedikitnya ada tiga manfaat yang bisa kita peroleh dari ucapan salam.
  • Pertama, ucapan “Assalamu’alaikum” pada hakikatnya merupakan kontrak atas adanya jaminan keselamatan: keselamatan atas diri seseorang yang kita beri ucapan salam, maupun atas diri kita yang mengucapkannya. Itu merupakan doa keselamatan yang kita panjatkan kepada Allah Swt, dan bila keluar dari lubuk kita secara tulus tentu Allah Swt akan mendengar doa kita tersebut.
  • Kedua, dengan mengucapkan “Warahmatullahi” berarti kita memposisikan orang lain seperti saudara kita sendiri yang keluar dari rahim yang sama. Itu merupakan wujud kasih sayang kita yang amat dalam kepada orang tersebut, yang pada gilirannya Allah pun akan menunjukkan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.
  • Ketiga, dengan ucapan “Wabarakatuh” berarti ada ketulusan kita untuk meraih ridha Allah Swt dan mendapatkan barakah-Nya, berkah untuk diri kita dan berkah untuk semesta kita.
Itulah mengapa karena begitu pentingnya ucapan salam, maka Rasulullah Saw, sebagaimana hadits di atas, mengajak umatnya untuk selalu menyebarkan salam, apalagi jika dilakukan dengan kehangatan dan keceriaan. Dalam haditsnya yang lain, Rasulullah Saw bersabda: “Jangan menganggap remeh terhadap perbuatan sekecil apa pun, sekalipun hanya menyalami saudaramu dengan wajah yang cerah.” (HR. Muslim)

As-Salam” adalah salah satu dari nama-nama Allah yang artinya: ”Kesejahteraan dan Keselamatan”.

As Salam artinya: Dzat yang terhindar dari segala kekurangan, atau yang menyelamatkan kaum Mukmin dari siksaan, atau yang menyelamatkan mereka ke dalam surga. Dengan kata lain, Dialah Dzat yang terbebas dari segala aib (cela), sifat-Nya terbebas dari kekurangan, dan perbuatan-Nya terbebas dari kejahatan yang ditujukan kepada diri-Nya.

Nama ini telah Allah berikan kepada umat Islam untuk digunakan di antara mereka di dunia sebagai ucapan saling menghormat (tahiyyah dalam bahasa Arabnya): ”Semoga Kesejahteraan dan Keselamatan dilimpahkan Allah untuk kalian”. Inilah arti ”As-Salamu ’Alaikum”.

Rasulullah saw. pun diperintah Allah untuk mengucapkan ”Salam” ini kepada orang2 mu’min yang mendatangi Beliau, seperti disebutkan dalam surah Al-An’am (6) ayat 54 (yang artinya): ”Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat2 Kami itu datang kepada-mu (Muhammad), maka katakanlah: ” Salamun ’Alaikum ..dst” .

Demikian pula kita umat Islam, mengucapkan salam kepada Nabi kita, di dalam shalat dengan ucapan: ”As-Salamu ’Alaika Ayyuhan-Nabiyyu Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh”. Meskipun Beliau telah wafat dan dikuburkan 15 Abad yang lalu, ucapan ”Salam” kita tetap akan sampai kepada Beliau, di mana pun kita berada, lalu Beliau pun akan menjawab ucapan ”Salam” kita dari dalam kuburnya sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): ”Tidak ada seorang pun yang yang mengucapkan salam kepada-ku, melainkan Allah mengembalikan ruh-aku ke – jasad –ku, sehingga aku menjawab ucapan salamnya”. (H.R. Abu Dawud)

Dan ucapan ’Salam” ini sekaligus menjadi identitas penghuni Surga, karena ucapan ’Salam’ ini juga yang akan berkumandang di Surga dari para malaikat yang menyambut Ahli Surga, sebagaimana disebutkan dalam surah Ar-Ra’du (13) diujung ayat 23 dan juga ayat 24 (yang artinya): ”…sedang para malaikat masuk ke tempat2 mereka (penghuni Surga) dari semua pintu; (sambil mengucapkan): ”Salamun ’Alaikum… dst”

“Jangan bersandar pada sebatang pohon yang akan menjadi kering dan tumbang. Jangan bergantung pada manusia, karena mereka akan menjadi tua dan mati.” 
Orang yang bergantung pada Allah, As-Salaam, Penyelamat, tidak akan pernah panik. Kekuatan Allah akan menampakkan diri pada orang itu sebagai sikap pemberani orang beriman. Inilah manifestasi As-Salaam.

Untuk melengkapi wawasan anda silahkan juga pelajari di ARTIKEL berikut ini :
SALAM SEMESTA, Menghilangkan Masalah Tanpa Masalah SALAM SEMESTA, Menghilangkan Masalah Tanpa Masalah Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 05.01 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.