Santet Putih Part 3


EASY FITNAH & MENDADAK ZALIM
Hati-hatilah dengan Kezaliman yang paling mudah dilakukan, tanpa perlu keluar biaya, tanpa perlu keluar tenaga, tanpa perlu mikir, dan memang seringkalinya itu dilakukan tanpa sadar. Bahkan bisa dilakukan Sambil lalu saat santai minum kopi atau menulis status & koment di sosmed.

Yaitu Ghibah (Menggunjing/ngrasani) & Fitnah.

Ghibah oleh Rasulullah di ibaratkan sebagai memakan Bangkai teman sendiri. Sedangkan kekejaman fitnah di ibaratkan melebihi pembunuhan.

Salah satu target fitnah adalah Pembunuhan Karaker, dan itu efeknya memang labih sadis dari sekedar pembunuhan biasa. Orang yang jadi korban fitnah bahkan bisa merasa seolah sudah mati, walau dirinya masih hidup. Ruang gerak dipersempit, kemana-mana terasa risih karena jadi sorotan banyak orang, dijauhi kawan, dll.

Dan salah satu efek paling berbahaya dari fitnah adalah ketika skala fitnah itu sudah jadi viral dan menyebar luas. Ini efeknya seperti kebakaran hutan. Titik api awalnya cuman hanya satu titik, tetapi kemudian bisa menyebar menjadi ribuan titik. Dan semua titik berpotensi sebagai penebar api yang aktif dan siap membakar siapa saja dan apa saja yang ada di sekelilingnya.

Dengan kata lain, efek fitnah yang sudah jadi viral ini bisa bersifat berkelanjutan terus menerus. Bahkan seolah-olah abadi tanpa henti.

Sehingga walau awal terjadinya fitnah itu sudah berlalu sekian tahun lamanya. Tapi, peluru fitnah itu bisa terus menerus menghantam sang korban secara terus menerus sampai sekarang. Karena ada estafet dari pelaku fitnah yang masih terus berlanjut hingga kini.

Apalagi jika konspirasi fitnah ini sejak awal sudah dilakukan secara terencana, terstruktur, dan masive. Maka, efeknya betul-betul bisa mematikan dan sadis banget.

Orang yang jadi korban fitnah semacam ini. Tidak bisa hanya dibekali dengan terapi pembersihan hati, pemulihan jiwa, serta pembekalan agar kebal dari serangan mental.

Karena menghadapi serangan yang terus datang bertubi-tubi tanpa henti dan berlangsung bertahun-tahun lamanya. Jika hanya menggunakan strategi bertahan seperti itu, tentu sangatlah menguras tenaga, energi, serta fikiran. Dan lama-lama bisa jebol juga.

Sun Tzu, Pakar strategi perang Cina kuno mengatakan bahwa perang yang berkepanjangan. Itu hanya akan membawa kehancuran bagi semua fihak. Moral prajurit semakin lama bisa semakin ngedrop dan sumber energi semakin menipis. Rakyat akan banyak yang mati tidak hanya sebagai korban perang. Tetapi sebagai korban mati kelaparan.

Bruce Lee mengatakan, bahwa pertahanan yang terbaik adalah dengan menyerang. Strategi ini tentu saja lebih efektif dan lebih menghemat energi daripada hanya sekedar bertahan secara pasive.

Dalam kasus fitnah, jika korban hanya mengambil strategi defensive. Bisa-bisa dia jadi langganan psikolog, dokter jiwa, atau hipnoterapis. Agar emosinya stabil.

Dan tidak hanya itu, tekanan serangan mental yang menguras energi itu juga dapat membuat karirnya terbonsai dan kran rejekinya jadi mampet. Karena energinya bocor dan lebih banyak terpakai hanya untuk bertahan hidup. Sehingga energi untuk membuat Goal & impiannya tercapai, menjadi lemah.

Itu sebabnya, selain bertahan. Korban harus dibekali dengan kemampuan untuk melakukan serangan balik yang dapat melumpuhkan, memusnahkan, dan mematikan serangan lawan.

Dan salah satu tekhnik serangan balik yang paling ampuh dalam menanggulangi serbuan fitnah yang datang adalah menggunakan Senjata Pistol Gaib. Sebagaimana sudah saya ulas dalam Artikel yang berjudul UNBOXING ILMU SIHIR & SANTET di https://www.naqsdna.com/2018/09/unboxing-ilmu-sihir-santet.html

Pistol Gaib di satu sisi dia dapat menyerang balik secara otomatis. Di sisi lain, dia juga berfungsi sebagai media untuk Self Terapi, pembersihan hati dari beban muatan emosi negatif, sekaligus menjadi media untuk pemulihan dan penguatan bagi jiwa. Defensive & Offensive.

Kembali ke paragraf awal.
Ketika seseorang tanpa sadar melakukan easy fitnah. Dan tanpa sadar menjadi pemicu dosa fitnah berantai. Maka, dengan sendirinya. Di mata hukum alam yang bersifat universal ini. Statusnya adalah sebagai fihak yang Dzalim.

So..
Jika si korban fitnah ini ternyata adalah orang yang menguasai Tekhnik Pistol Gaib. Maka, walau fitnah yang sudah dia lakukan terlihat hanya seolah-olah sepele dan remeh temeh saja baginya. Bisa-bisa hal itu harus ditebus dengan nyawanya sendiri.

Pernah lihat Film Rambo seri yang pertama?
Bagaimana sang sherif tanpa sengaja menjahili seorang pejalan kaki yang tampangnya seperti gembel. Dan terlihat seolah-olah lemah tanpa daya. Akhirnya harus menelan pil pahit akibat ulah kejahilannya sendiri. Karena orang yang disangka cuman gembel gelandangan itu ternyata adalah RAMBO. Veteran tentara elit dari perang vietnam. Yang mampu membunuh semua pasukan sang sherif tanpa berkedip. Jika saja dia mau.

So...
Mari kita semua berhati-hati dari perbuatan Ghibah & Fitnah. Karena efeknya bisa sangat-sangat berbahaya bagi kebaikan diri kita sendiri.

Ghibah & Fitnah itu enteng di lidah, tapi berat beban dosanya bagi jiwa...

Waspadalah.....

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Kesadaran.

Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com

***

Ps.
*

Metafisika Modern

Terima Kasih sudah membaca Santet Putih Part 3. SHARE / BAGIKAN jika manfaat.
Santet Putih Part 3 Santet Putih Part 3 Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 21.13 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.