Mengapa Orang yang Mengejar Kebal Justru Sering Kehilangan Keselamatan

ILMU KEBAL DALAM PERSPEKTIF JADUG (Bagian 5)

Mengapa Orang yang Mengejar Kebal Justru Sering Kehilangan Keselamatan

Pendahuluan

Dalam perjalanan panjang mempelajari Ilmu Kebal Nusantara, satu pola selalu berulang dan nyaris tak pernah meleset:

Mereka yang paling bernafsu mengejar kebal, justru sering paling cepat celaka.

Ironis, namun nyata.

Di banyak kasus, kecelakaan, konflik, dan tragedi bukan terjadi karena ilmu kebalnya tidak cukup kuat, melainkan karena orientasi batinnya keliru sejak awal. Dalam Ilmu Jadug, ini dikenal sebagai kesalahan orientasi kesadaran.

Artikel ini membahas mengapa pengejaran kebal sebagai tujuan utama justru menjauhkan seseorang dari keselamatan sejati.


Kesalahan Fundamental: Kebal Dijadikan Tujuan, Bukan Konsekuensi

Dalam Jadug, kebal bukan tujuan latihan, melainkan efek samping alami dari kesadaran yang matang.

Namun pada praktik yang menyimpang, kebal sering dijadikan:

  • Target pembuktian
  • Alat pamer
  • Simbol kejantanan
  • Jalan pintas untuk rasa aman palsu

Ketika kebal dijadikan tujuan, maka:

  • Kesadaran dipinggirkan
  • Etika ditinggalkan
  • Kehati-hatian dianggap lemah
  • Risiko dianggap sepele

Di titik inilah bahaya mulai terbentuk.


Paradoks Kebal: Merasa Aman, Padahal Rentan

Pengejar kebal biasanya mengalami paradoks ini:

  • Merasa kebal → bertindak lebih ceroboh
  • Merasa kuat → mengabaikan tanda bahaya
  • Merasa aman → menantang situasi yang tak perlu

Dalam Jadug, ini disebut sebagai keberanian palsu.

Bukan keberanian berbasis kesadaran, melainkan keberanian berbasis ilusi.

Ironisnya, justru pada fase inilah:

  • Keselamatan melemah
  • Keberuntungan menjauh
  • Konflik datang bertubi-tubi

Mengapa Keselamatan Tidak Mengikuti Nafsu Kebal

Keselamatan dalam Jadug bukan hasil dari kebal, tetapi hasil dari:

  • Waskita (kemampuan membaca situasi)
  • Kesadaran diri
  • Kemampuan menghindari sebelum berbenturan
  • Pilihan jalan yang tepat

Orang yang terlalu fokus pada kebal sering:

  • Gagal membaca situasi
  • Mengabaikan intuisi
  • Menolak mundur saat seharusnya mundur
  • Meremehkan faktor manusia dan hukum sosial

Akibatnya, meskipun secara fisik mungkin “tahan”, secara hidup ia justru rapuh.


Kebal Tanpa Keselamatan: Kombinasi Paling Berbahaya

Dalam peta energi Jadug:

  • Keselamatan lebih dalam daripada kebal
  • Kesadaran lebih utama daripada kekuatan fisik

Jika kebal muncul tanpa fondasi keselamatan, maka yang terjadi adalah:

  • Ilusi perlindungan
  • Keberanian yang tidak selaras realitas
  • Keputusan berisiko tinggi
  • Tabrakan dengan hukum alam, sosial, dan spiritual

Banyak tragedi kebal bermula dari titik ini.


Mengapa Praktisi Jadug Justru Menjauh dari Uji Kebal

Praktisi Jadug yang matang justru dikenal:

  • Tidak suka diuji
  • Tidak tertarik adu kebal
  • Tidak mencari pembuktian
  • Tidak terpancing tantangan

Bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak perlu.

Dalam Jadug:

Kemampuan tertinggi adalah kemampuan untuk tidak perlu menggunakannya.

Semakin tinggi kesadaran seseorang, semakin ia paham bahwa:

  • Konflik tidak selalu perlu dimenangkan
  • Tantangan tidak selalu perlu dijawab
  • Keselamatan lebih berharga daripada pembuktian

Pelajaran Penting: Kebal Tidak Menyelamatkan Hidup, Kesadaran yang Menyelamatkan

Sejarah, pengalaman lapangan, dan praktik nyata menunjukkan satu kesimpulan:

  • Kebal tidak menjamin selamat
  • Kuat tidak menjamin aman
  • Berani tidak menjamin hidup panjang

Yang menjamin keselamatan adalah:

  • Kesadaran
  • Kewaspadaan
  • Kerendahan hati
  • Ketepatan membaca situasi

Inilah sebabnya Jadug menempatkan kebal di lapisan paling luar, bukan di inti.


Penutup: Berhenti Mengejar Kebal, Mulailah Mengejar Kesadaran

Ilmu Jadug tidak melarang kebal. Namun Jadug menolak menjadikan kebal sebagai tujuan hidup.

Karena hidup bukan soal seberapa keras tubuh bisa menahan benturan, tetapi seberapa bijak kita memilih jalan agar benturan itu tidak perlu terjadi.

Kebal sejati bukan tentang tahan luka.
Kebal sejati adalah tentang hidup yang selamat, utuh, dan bermartabat.


Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Getar sabda shakti Online, KLIK DI SINI ( https://sabda.naqsdna.org )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0812 3164 9477
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Mengapa Orang yang Mengejar Kebal Justru Sering Kehilangan Keselamatan. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Mengapa Orang yang Mengejar Kebal Justru Sering Kehilangan Keselamatan Mengapa Orang yang Mengejar Kebal Justru Sering Kehilangan Keselamatan Reviewed by Edi Sugianto on 03.06 Rating: 5

Tidak ada komentar:


kelas Gendam Online
Diberdayakan oleh Blogger.