Kebal Asli Wajib Bisa Tes Mandiri
Kebal Asli Wajib Bisa Tes Mandiri
Tanggung Jawab Batin di Zaman Mental Modern
Di zaman sekarang, ilmu kebal yang asli perlu dapat diuji secara mandiri oleh praktisinya sendiri. Bukan untuk pamer. Bukan untuk pembuktian ke orang lain. Melainkan sebagai sarana memastikan bahwa apa yang diyakini di batin benar-benar selaras dengan realitas yang dialami.
Zaman telah berubah. Cara manusia berpikir, merasakan, dan memaknai pengalaman pun ikut berubah. Karena itu, cara menjaga ilmu agar tetap hidup dan bekerja juga harus disadari dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Perbedaan Zaman, Perbedaan Kondisi Batin
Pada masa lalu, banyak ilmu tetap bekerja dengan baik meskipun tidak pernah diuji secara eksplisit. Hal ini bukan karena ilmunya berbeda, melainkan karena kualitas mental manusia pada masa itu berbeda.
Pikiran lebih tenang. Batin lebih jernih. Keyakinan tidak terfragmentasi oleh terlalu banyak keraguan, distraksi, atau konflik batin.
Manusia hidup dalam ritme yang lebih sederhana. Hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan relatif utuh. Dalam kondisi seperti ini:
- sugesti batin bekerja lebih efektif,
- doa lebih mudah khusyuk,
- dan laku batin lebih stabil.
Ilmu tidak banyak dipertanyakan, sehingga energi batin tidak bocor oleh konflik internal.
Tantangan Manusia Modern
Sebaliknya, manusia modern hidup di tengah arus informasi yang padat, cepat, dan sering kali kontradiktif.
Pikiran terbiasa:
- meragukan,
- membandingkan,
- dan menganalisis secara berlebihan.
Akibatnya:
- keyakinan mudah goyah,
- fokus mudah terpecah,
- dan batin jarang benar-benar hening.
Dalam kondisi mental seperti ini, ilmu yang tidak pernah disentuh pengalaman langsung akan sulit bertahan. Bukan karena ilmunya palsu, tetapi karena wadah batinnya tidak cukup stabil untuk menopangnya.
Relevansi Tajriban Kebal
Di sinilah peran tajriban kebal menjadi relevan.
Tajriban bukan dimaksudkan sebagai atraksi. Bukan pula sebagai pembuktian eksternal. Ia adalah proses sinkronisasi antara keyakinan batin dan kenyataan yang dialami. Sebuah cara sadar untuk memastikan bahwa ilmu tidak berhenti sebagai konsep atau cerita, tetapi hadir sebagai pengalaman yang disadari.
Dengan tajriban yang dilakukan secara:
- mandiri,
- kalem,
- dan bertahap,
praktisi belajar mengenali kondisi batinnya sendiri.
Memilah Yakin yang Sehat
Melalui tes mandiri yang sadar, seseorang belajar membedakan:
- yakin yang lahir dari sugesti semata,
- dengan yakin yang tumbuh dari pengalaman langsung dan kesadaran.
Dari sini, keyakinan tidak lagi rapuh. Ia tidak bergantung pada cerita kata orang, figur guru, atau suasana tertentu. Keyakinan menjadi kokoh karena disangga oleh pengalaman dan kesadaran, bukan oleh imajinasi atau tekanan sosial.
Tes Mandiri sebagai Tanggung Jawab Batin
Di zaman sekarang, kemampuan menguji diri sendiri secara sadar justru menjadi bentuk tanggung jawab batin, bukan tanda kesombongan.
Ia adalah cara menjaga ilmu agar tetap hidup di tengah kondisi mental manusia modern yang jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu.
Tes mandiri yang dilakukan dengan adab:
- tidak melahirkan ego,
- tidak mendorong pamer,
- dan tidak menantang bahaya secara sembrono.
Justru sebaliknya, ia menumbuhkan: kejujuran batin, kewaspadaan, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Penegasan:
Ilmu tetap sama.
Yang berubah adalah manusianya.
Karena itu, cara menjaga ilmu pun harus disesuaikan dengan kualitas batin manusia masa kini—bukan dengan sensasi, bukan dengan klaim, tetapi dengan kesadaran.
Dalam perspektif JADUG, kebal bukan alat pembuktian, melainkan alat latihan kesadaran dan jaga diri. Dan tes mandiri yang dilakukan dengan adab adalah bagian dari upaya menjaga ilmu agar tetap lurus dan tidak menyimpang.
Demikianlah adanya, dan demikianlah kenyataannya.
Salam JADUG,
Abah Edi Sugianto
Gubes Ilmu JADUG
JADUG
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477

Terima Kasih sudah membaca Kebal Asli Wajib Bisa Tes Mandiri. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
08.00
Rating:











Tidak ada komentar: