ILMU KEBAL NUSANTARA
🔥 ILMU KEBAL NUSANTARA & ILMU JADUG
Dalam beberapa tradisi spiritual dan keilmuan batin di Nusantara, ilmu kebal sering dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
- Kebal Aktif
- Kebal Pasif
Penjelasan Singkat
1. Kebal Aktif
Kebal aktif umumnya digunakan dalam berbagai bentuk atraksi ketahanan tubuh, seperti pertunjukan debus, atau demonstrasi yang melibatkan pengujian menggunakan benda tajam maupun tumpul.
Jenis kebal ini bersifat terlihat dan dapat diuji secara langsung, sehingga sering dipertunjukkan sebagai bukti ketahanan fisik atau energi tertentu yang bekerja pada tubuh seseorang.
Kekurangan Kebal Aktif
- Berpotensi menimbulkan penyimpangan spiritual, terutama jika disertai praktik yang tidak sesuai dengan nilai keimanan.
- Energi yang digunakan cenderung cepat terkuras, terutama jika sumber kekuatan berasal dari media atau benda tertentu.
- Dalam kondisi darurat nyata seperti begal atau kejahatan lainnya, energi dari media tersebut terkadang tidak keluar secara sempurna, bahkan bisa saja tidak berfungsi.
2. Kebal Pasif
Kebal pasif memiliki karakter yang sangat berbeda dari kebal aktif.
Jenis kebal ini tidak digunakan untuk atraksi, pamer kekuatan, atau demonstrasi seperti debus. Kebal pasif bukan untuk dipertontonkan kepada orang lain.
Energi perlindungannya biasanya muncul secara alami ketika seseorang berada dalam keadaan darurat, terutama ketika menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.
Pada saat kondisi tersebut terjadi, energi perlindungan akan bekerja secara spontan dan lebih sempurna, sehingga mekanismenya berbeda dengan kebal aktif yang harus diuji atau dipicu terlebih dahulu.
📌 Kebal Dalam Ilmu Jadug
Ilmu Jadug tidak mengenal istilah Kebal Aktif dan Kebal Pasif. Tuah kebal dalam Ilmu Jadug dibagi menjadi dua, yaitu:
- Kebal Tajriban
- Kebal Refleks (Kebal Sejati)
Kebal Tajriban adalah tuah kebal Ilmu Jadug yang dapat diuji di mana saja dan kapan saja oleh praktisinya sendiri dalam praktik yang disebut Tajriban Kebal.
Energi Ilmu Jadug bersifat tanpa batas, sehingga praktisi dapat melakukan Tajriban Kebal dengan bebas tanpa perlu merasa khawatir energinya habis atau terkuras.
Dalam Ilmu Jadug, Tajriban Kebal difungsikan sebagai laboratorium kesadaran untuk menilai koherensi diri, yaitu keselarasan antara energi, pikiran, perasaan, ucapan, dan lampah praktisi.
Kebal Refleks / Kebal Sejati adalah tuah kebal yang hadir saat praktisi dalam kondisi terdesak, mendapat serangan, atau menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.
Kesimpulan
Ilmu Jadug tidak mengenal kebal aktif dan pasif. Dalam Ilmu Jadug hanya dikenal Tuah Energi yang Hidup, yaitu energi yang tidak hanya melapisi ketahanan kulit, tetapi juga meresap dan mentenagai seluruh lapisan kehidupan praktisinya.
Kebal hanyalah lapisan energi yang menempel di tubuh praktisi. Selain kebal masih ada lapisan lain yaitu:
- Ragajati — kualitas diri yang unggul
- RagaBhumi — medan energi diri yang meluas ke lingkungan dan sosial
- Kasugihan — keberlimpahan rezeki
- Kabegjan — keberuntungan
- Keselamatan — terhindar dari musibah
- Kewaskitaan — ketajaman intuisi
Semakin rajin siswa mempraktikkan Tajriban Kebal, maka kepadatan energinya juga akan semakin melimpah.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa Ilmu Jadug lebih hebat dari keilmuan tradisional, karena sumber keilmuannya juga sama. Ilmu Jadug merupakan kombinasi berbagai keilmuan Nusantara yang dipadukan dengan sains metafisik modern sehingga memiliki ruang lingkup yang lebih luas.
Demikian, semoga pengetahuan ini bermanfaat untuk Anda.
Salam Jadug,
Abah Edi Sugianto
Pamengku Utama Ilmu Jadug
JADUG
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477

Terima Kasih sudah membaca ILMU KEBAL NUSANTARA. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
09.17
Rating:











Tidak ada komentar: