ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 29 Oktober 2013

Kabel Pedhot Authority & Think Out of The Box

Sebelum saya berbicara mengenai "Kabel Pedhot Authority" dan "Think Out of The Box", mungkin sebaiknya para pembaca mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Authority yang saya maksudkan di dalam tulisan ini.

Authority terkait dengan Otoritas atau suatu Daya Kuasa atau kekuasaan yang ada pada diri seseorang. Yang mana dengan otoritas yang ada dia kemudian menjelma menjadi sosok Figur Otoritas bagi orang lain. Dengan demikian dia dapat mempengaruhi, menguasai, dan bahkan mengendalikan orang lain. Dan dalam hal ini saya sedang tidak berbicara mengenai ilmu gaib lho...

Karena Authority atau Otoritas yang ada pada diri seseorang bisa jadi menjadi ada karena merupakan hasil dari suatu kesepakatan bersama, atau karena ada jabatan yang melekat padanya, atau karena unsur senioritas, dituakan, dipercaya, dll..

Secara natural, menurut Dr. Robert, manusia lebih mudah ‘patuh’ terhadap perkataan atau perintah dari orang yang ia segani atau kagumi yang merupakan sosok Figur Otoritas baginya.

Dalam ilmu Leadership, Max Weber mennyoroti Authority atau kewenangan  yang dimiliki seorang pemimpin dalam suatu organisasi sebagai berikut:

1. Rational legal authority
Kewenangan yang diperoleh seorang pemimpin karena tingkat posisi yang diduduki dalam organisasi.

2. Traditional authority
Kewenangan yang diperoleh seorang pemimpin karena kedudukan dalam kehidupan sosial masyarakat atau adat-istiadat.

3. Charismatic authority
Kewenangan yang diperoleh seorang pemimpin ini karena pembawaan pribadi atau keunggulan pribadi.

Dalam dunia pengetahuan, dikenal Empat cara pendekatan ilmu pengetahuan [Kerlinger 1973]
  1. Metode keuletan/kegigihan (method of tenacity)
  2. Metode kekuasaan (method of authority)
  3. Metode apriori/intuisi (method of intution)
  4. Metode ilmu pengetahuan (method of science)
Tenacy atau Tenacity
Ini adalah model kebenaran yang bersifat suatu keyakinan pribadi dan tanpa didukung oleh adanya alasan rasional di belakangnya. Secara mudahnya orang yang melandaskan dirinya pada pengetahuan model ini adalah dari ungkapan berikut "It's the truth because I say so.." -Ini adalah kebenaran karena saya mengatakannya demikian- Dan biasanya dia akan tetap ngotot pada pendapatnya, walaupun bukti-bukti logis berseberangan dengan pendapatnya. Inilah type orang yang terpenjara pemikirannya dan tidak mampu berfikir "Think Out of The Box".

Authority
Kebenaran merupakan milik para pemegang otoritas. Kebenaran merupakan milik otoritas yang memiliki kekuasaan atau dianggap sebagai terpercaya.

Contoh :
  • Ketika seorang dokter (Figur Otoritas di bidang kesehatan), menyatakan bahwa "Manusia membutuhkan tidur minimal 8 jam perhari". pernyataan tersebut dianggap benar hanya karena dia seorang dokter (Yang terpercaya di bidang medis) menyatakan demikian.
  • Contoh lain, Ketika MUI sebagai pemegang otoritas Label Halal menyatakan sebuah product adalah "Halal", serta merta product tersebut akan diyakini kehalalannya karena MUI sudah berkata demikian.
Masalahnya adalah, apa yang dinyatakan dan dikatakan oleh Otoritas tidaklah selalu benar dan tidak mutlak kebenarannya. Kita perlu berfikir secara "Think Out of The Box" untuk mengetahui sebuah kebenaran dengan sebenar-benarnya.

Contoh :
Galileo dihukum oleh Gereja Katolik karena mendukung ide Heliosentris (Matahari sebagai pusat tata surya), sementara saat itu gereja mendukung penuh ide Geosentris (Bumi sebagai pusat Tata surya).

Intuition
Dalam pengetahuan yang berbasiskan intuisi, kenyataan tidaklah penting. Yang terpenting adalah penalarannya terhadap Premis-premis atau fakta-fakta yang bersifat subyektif (Self Evident). Karena faktanya bersifat subyektif berdasarkan pengalaman pribadi atau kelompok, maka sebuah fakta yang dianggap benar oleh seseorang atau suatu kelompok bisa jadi bukan kebenaran bagi orang lain. Yang artinya, kebenaran Intuitif bersifat relatif untuk setiap orang.

Cth.
Ketika seseorang meyakini suatu fakta bahwa semua yang hidup di laut adalah ikan. Maka dari premis tersebut, dia akan menganggap bahwa Paus adalah juga sejenis ikan yang sama dengan ikan yang lain karena dia hidup di laut. Padahal faktanya tidaklah demikian. Paus adalah sejenis hewan mamalia atau hewan yang menyusui.

Kebenaran Intuisi bisa menjebak kita bila kita terlalu fanatik padanya dan tidak melakukan cara berfikir yang "Think Out of The Box".

Science
Science merupakan perolehan pengetahuan yang mengkombinasikan Reasoning dan empirical evidence. Reasoning artinya kita menggunakan penalaran-penalaran untuk mendapatkan pengetahuan tertentu. Empirical Evidence berarti bahwa kesimpulan yang kita peroleh melalui penalaran kita uji dengan menemukan bukti-bukti yang medukung hasil kesimpulan yang kita buat. Sebuah pengetahuan baru dikatakan ABSAH, ketika terjadi kongruensi antara penalaran dengan bukti yang kita temukan. Dan pengetahuan tersebut haruslah dapat direplikasi atau di duplikasi oleh orang lain. Jadi, ketika ada orang lain yang menjalankan prosedur yang sama, maka seharusnya dia juga memperoleh hasil yang sama.

Cth.
Prosedur membuat minuman air teh, bila seseorang sudah mengetahui cara membuat minuman air teh. Maka diapun akan dapat membuat minuman tersebut dengan hasil yang sama, dan juga dapat mengajarkan cara tersebut ke orang lain dengan hasil yang sama pula.

Dalam kenyataan, manusia dapat memperoleh pengetahuan melalui berbagai sumber atau sarana seperti: pengalaman inderawi dan pengalaman batin (external sense experience and internal sense experience); nalar (reason), baik melalui penalaran deduktif maupun induktif (deductive and inductive reasoning); intuisi (intuition); wahyu (revelation); keyakinan (faith), authority (orang yang ahli dalam bidangnya); dan lewat tradisi dan pendapat umum (tradition and common-sense).[ Thiroux, Jacques P., Philosophy Theory and Practice. New York: Macmillan Publishing Company, 1985, hlm. 478-483.]

Think Out of The Box
Berfikir di luar kotak (Thinking outside the box), yaitu suatu cara berfikir diluar kebiasaan umumnya, atau berbeda dalam memecahkan suatu permasalahan atau dalam menghadapi kondisi-kondisi baru.

Sekarang istilah ini menyebar secara luas, termasuk digunakan di dalam dunia bisnis dan marketing, pendidikan dan manajerial sehingga orang memandang perlu tahu istilah ini untuk diterapkan dan diujicoba dalam usahanya untuk mewujudkan inovasi – inovasi produk, langkah langkah bisnis dan strategy manajemen yang akan diambil.

Untuk mengetahui cara fikir diluar kotak selayaknya kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud berfikir didalam kotak (Thinking inside the box), cara berfikir jenis ini artinya kita menerima status quo, kita berfikir secara umum normal dan rutin, orang yang hanya membatasi dirinya dalam berfikir “inside the box” akan menemukan suatu kesulitan dalam membedakan “suatu kualitas ide”, ide adalah ide, solusi adalah solusi, mereka sangat jarang menginvestasikan waktunya untuk memikirkan “a great solution“.

Mereka juga percaya bahwa setiap masalah hanya memerlukan satu solusi, merumukan lebih dari satu kemungkinan alternatif solusi hanyalah buang-buang waktu, apakah lagi bila untuk mencari terobosan-terobosan.”There is no time for creative solution, we just need the solution“. demikian prinsip yang ada di dalam pikiran orang yang hidup terpenjara di dalam kotak pemikirannya yang sempit.

Pada Zaman Wild-Wild-West (Jaman koboi di Amerika dulu), terjadi trend menggali emas dan tiba-tiba semua orang pergi ke barat untuk mencari emas, tetapi tahukah Anda siapa yang paling kaya? Yang menggali emas ...?

BUKAN !!

Ternyata yang paling kaya adalah YANG JUAL JEANS (LEVI’S), dan YANG JUAL SEKOP.

Kenapa..?

Karena disaat semua orang ikut-ikutan menggali emas, mereka tiba-tiba mempunyai kebutuhan yang sama yaitu celana jeans dan sekop. Jadi pada saat itu orang-orang yang dapat melihat peluang bisnis tersebut, akan menjual jeans atau sekop karena mereka tidak ikut-ikutan mencari emas, tapi fokus pada apa yang akan banyak di cari saat trend emas itu terjadi. Inilah "Think Out of The Box"...

Nah, seumpama ada trend, semua orang suka olah raga lari, kita sebaiknya jualan apa supaya dapat untung besar....?

Tepat sekali jawaban anda...... Kita JUALAN SEPATU atau JUAL KAOS OLAHRAGA... Anda telah mulai bisa berfikir "Think Out of The Box".

Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya AQUA (maaf bukan promosi lho!). Mungkin hanya sedikit yang tahu bagaimana situasi yang dihadapi oleh perintis dari produk air dalam kemasan ini. Kala itu, banyak orang mencibir dan meremehkan, air bening dijual dalam kemasan botol (waktu itu kemasan gelas belum ada), pasti tidak akan laku. Karena apa ? Karena air yang biasa dijual dalam kemasan saat itu biasanya adalah air yang sudah diberi perasa dan pewarna (sirup, orson dll), selain itu kalau orang butuh air bening tinggal masak saja air dari sumur. Selesai, habis perkara...

Tapi apa yang terjadi sekarang (dimana kualitas air tanah tidak sebagus dulu), orang dimana-mana sudah akrab dengan air dalam kemasan ini bahkan banyak perusahaan yang akhirnya mengikuti (mengekor) kesuksesan yang ditorehkan AQUA.

Salah satu cara yang paling bisa untuk melatih kita berpikir diluar dari “kotak” atau "Think Out of The Box" adalah dengan mengetahui terlebih dahulu cara berpikir apa yang orang biasa pikirkan atau lakukan. Jika sudah mengetahui apa yang orang biasa pikirkan, maka kita bisa mencari sesuatu di atas yang orang biasa pikirkan tersebut. Menciptakan suatu hal yang sudah pernah dipikirkan orang lain namun belum terealisasikan atau bahkan menciptakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sekalipun Apakah bisa disebut ide yang gila? Ya, memang benar ini ide yang gila dan mustahil pada saat ini. Bagaimana jika hal itu nantinya terjadi? Akan menjadi sangat luar biasa dan ternyata tidak mustahil.

Kabel Pedhot Authority
Istilah kabel pedhot (Putus kabelnya, alias ndak sinkron) adalah istilah yang diberikan kepada seseorang yang suka bertindak sekehendak hatinya sendiri, dan tidak semudah itu tunduk pada aturan serta tatanan yang ada.

Dan selama ini konotasi KABEL PEDHOT adalah bernuansa negatif, dan ditujukan pada orang-orang yang suka berbuat negatif...

Sebenarnya tidaklah selalu demikian.... Harus dibedakan antara karakter Kabel Pedhot dan karakter Pemberontak..

Banyak kok, orang baik-baik yang mempunyai karakter KABEL PEDHOT....
Karena ini terkait dengan kemerdekaan pribadi, kebebasan diri dari tindasan kekuasaan atau otoritas orang lain....

Dan karena orang lain tidak mudah ngatur-ngatur atau menjebak dia ke dalam aturannya... Maka, akhirnya oleh orang lain tersebut dia dijuluki kabel pedhot.....

Karakter Kabel Pedhot secara alami melekat pada karakter serta sifat seseorang yang sejak kecil memang tidak mengenal Authority dari orang lain selain Authority dari dirinya sendiri.....

Siapakah pemegang Authority yang kita kenal sejak kecil....??
Dialah orang tua kita....

Dan bila ada seseorang yang sejak kecil tidak di asuh oleh orang tuanya sendiri, baik karena orang tuanya sudah meninggal ataupun karena di angkat sebagai anak asuh oleh orang lain.... Maka dia secara alami akan mempunyai karakter Kabel Pedhot ini. Authority yang dia kenal adalah Authority yang berasal dari dirinya sendiri.... Sedangkan Authority yang berasal dari luar dirinya, baginya hanyalah sekedar suatu kesepakatan.... yang berdasarkan suatu Terms of Service tertentu...

Akhir-akhir ini saya dijuluki oleh beberapa rekan sebagai Trainer Kabel Pedhot... dan mensikapi yang demikian, saya tersenyum saja.... Karena ini hal yang sudah biasa saya dengar....

Dulu ketika masih ikut orang dan jadi karyawan, atasan saya juga menjuluki saya sebagai KARDIMAN, atau orang yang suka bertindak di luar aturan alias sak karepe dewek "Think Out of The Box"...

Istilah Kardiman, senada dengan istilah Kabel pedhot....

Karakter kabel pedhot berbeda dengan karakter pemberontak sebagaimana yang juga sering ada pada generasi muda zaman sekarang....

Sebenarnya Si Kabel Pedhot ini sangat menghormati, menghargai, dan juga segan pada orang-orang tua dan juga para senior, hanya saja karena si Kabel pedhot ini tidak bisa ditarik ke dalam lingkaran Pengaruh atau Lingkaran Authority para senior, sehingga mengakibatkan kekesalan di hati para senior. Dan muncul istilah Kabel Pedhot dari mulut para senior....

Sedangkan jiwa pemberontak, sebenarnya tidak punya karakter kabel pedhot. Dia hanya sedang melarikan diri dan keluar dari lingkar pengaruh atau Authority orang lain, yg nota bene dalam hal ini biasanya melarikan diri dari Authority orang tuanya....

Si Pemberontak ini walaupun sedang melarikan diri dari suatu authority, sebenarnya dia masih melekat dan terikat pada suatu authority. Hanya saja bila selama ini dia berdiri di kutub cinta, kini dia berdiri di kutub benci.

Dan karena si pemberontak ini di dalam pikiran bawah sadarnya masih tertanam Anchor atau jangkar emosi dari sebuah Authority... Maka, saat dia melarikan diri dari sebuah lingkar authority, biasanya dia akan memasuki suatu lingkaran authority yang lain. Misalnya menjadi anggota suatu Genk berandalan, genk motor, dll..

Yang artinya, Si Pemberontak tidak pernah lepas dari suatu authority seumur hidupnya. Dia hanya pindah zona saja..

Hal ini sangat berbeda dengan si Kabel Pedhot...
Seumur hidupnya dia hanya tunduk dan terikat pada Authority yang berasal dari dirinya sendiri.....

Dan bila anda sudah membaca premise mengenai karakter Kabel Pedhot yang identik dengan karakter orang yang suka berfikir Out of The Box.....

Sebagai Muslim, Bukankah Psikologi Nabi Muhammad SAW bila di tinjau dari Ilmu Psikologi di atas adalah juga seorang yang berfikir di luar kotak, Think Out of The Box.. alias....

Artikel Terkait : Authority Programming, membuka gerbang pikiran bawah sadar.

Nb.
Bila Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan untuk SHARE ke teman-teman Anda. Klik saja tombol “Share” di bawah artikel. Kalau tombol share di klik, maka semua teman Anda ikut membaca dan memperoleh manfaatnya. Atau koment di kolom FB Comment. Dan Bila anda mau copas tulisan ini, sertakan juga link URL dari alamat artikel ini.Trims..