Apa itu Zona Nyaman

ZONA NYAMAN? Why Not..?

Seorang sahabat, update status seperti ini :

"Saya yakin Sang Motivator tidak akan berani keluar dari zona nyamannya sebagai Motivator. (Realita)"


Status tersebut dalam tafsiran saya, terkesan mengejek kepada para motivator yang biasanya mengajar orang keluar dari zona nyaman. Namun faktanya, Banyak motivator yang betah jadi motivator. Kenyataan inilah, yang kayaknya sedang dia sindir. Dan karena saya melihat ada kesalah fahaman mengenai definisi Apa itu Zona Nyaman. Maka dalam kesempatan ini, akan sedikit saya ulas mengenai Apa itu Zona Nyaman.

Sebenarnya, Zona nyaman yang menunjang karir & prestasi itu adalah baik, jadi tidaklah salah jika seseorang betah disitu.

Zona nyaman yang bermasalah dan bisa menjadi mental block (penghambat) bagi kebaikan dan kemajuan seseorang adalah Zona Nyaman semu. Yang terbentuk dari kemampuan alami manusia beradaptasi dengan keadaan dan penderitaan.

Jadi, seolah-olah saja nyaman. Tetapi sebenarnya dia sangatlah merasa tidak nyaman dengan kenyataan kualitas hidup & nasib yang sedang dia alami. Namun, karena sudah jadi mental block. akhirnya ya terjebak di situ... mau melangkah keluar, ndak berani..

Apa itu Zona Nyaman?

The comfort zone is a behavioural state within which a person operates in an anxiety neutral condition, using a limited set of behaviours to deliver a steady level of performance, usually without a sense of risk.

Demikian Menurut pakar Behavioural Psychology Alasdair A. K. White dalam bukunya 'From Comfort Zone to Performance Management'.Yang artinya secara harfiah menurut Google Translate :

Zona kenyamanan adalah keadaan perilaku di mana seseorang beroperasi dalam kondisi kecemasan yang netral, dengan menggunakan seperangkat perilaku terbatas untuk memberikan tingkat kinerja yang stabil, biasanya tanpa rasa risiko.

Terjemahan bebasnya, Zona Nyaman adalah adalah sebuah keadaan dimana seseorang merasa terbiasa dan nyaman karena mampu mengontrol sikap dan perilakunya atas kondisi lingkungan yang dihadapinya. Dengan kata lain, orang ini telah mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan keadaan.

Dalam menghadapi tantangan kehidupan, Otak primitive manusia merespon dengan dua pilihan cara. Yaitu Fight (melawan) dan Flight (menyerah).

Nah, dalam kondisi Zona Nyaman. Otak manusia cenderung berada dalam Mode Flight, menerima dan menyerah dengan keadaan. Walaupun kenyataannya itu terasa sangat tidak menyenangkan, namun dia akan mengembangkan seperangkat State of mind, sikap, dan perilaku yang mampu membuatnya nyaman dengan keadaan yang ada.

Jadi, hal apapun yang membuat manusia merasa nyaman dan enggan beranjak pergi karena takut sesuatu terjadi jika dia meninggalkannya, maka itu adalah merupakan Zona Nyaman baginya.

Takut mencoba sesuatu yang baru adalah definisi paling sederhana dari kalimat 'terjebak di zona nyaman'.

Contoh Kasus :

1. Seorang istri sering mengalami KDRT oleh suaminya. Sehingga sampai sering masuk rumah sakit. Dan si istri ini juga sering banget curhat pada orang lain, bahkan kepada konselor rumah tangga. Tapi ketika dikasih saran, dia cenderung menolak dan tidak menjalankan. Seolah-olah sudah ikhlas pasrah dengan keadaan.

2. Seorang pedagang jualannya sepi karena lokasi jualannya yang sudah tidak lagi strategis, akibat perubahan rute jalan raya di kampungnya. Yang dulunya lapaknya tepat di pinggir jalan raya, sekarang jadinya ada di pelosok kampung. Namun, entah kenapa tanpa alasan yang jelas, dia tidak mau pindah lokasi. Walau ada kesempatan dan dana.

Dan masih banyak lagi contohnya, cari saja di sekeliling anda. Pasti banyak anda temui orang yang seperti itu. Ciri utamanya yaitu suka mengeluh, suka curhat, suka marah-marah atas nasibnya, dll. Tapi kalau dikasih saran, pasti ditolaknya dengan berbagai alasan.

Itulah contoh dan ciri khas manusia yang terjebak di zona nyaman semu..

Zona nyaman semu seperti inilah yang perlu dibenahi, agar orang tersebut sadar dengan keadaan dirinya. Dan mau berubah serta keluar dari dunia sempit yang membuat nasibnya jadi Stuck (Mandeg).

Tapi, jika Zona Nyaman itu memang betul-betul sangat Nyuaaaman banget... dan terbukti nyata telah membuatnya jadi semakin sukses. Maka, hanya orang yang hilang kewarasannya saja yang akan meninggalkan zona itu.

Jadi jangan salah faham lagi ya...

*

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah, terdapat dua jenis Zona Nyaman :
1. Zona Nyaman Palsu.
2. Zona Nyaman Riil.

Nah, terkait Zona Nyaman yang memang riil membuat hidup kita sudah nyaman tenteram, sejahtera, terpenuhi, dan juga bahagia. Atau jika menggunakan terminologi ilmu Gendam Harta, secara Financial kita sudah melampaui level Financial Security. Aman secara finansial, tercukupi dan terpenuhi hampir segala kebutuhan kita. Tapi....

Masih ada kata "Tapi..."nya, yaitu kita harus menumbuhkan kewaspadaan ketika kondisi nyaman itu sama sekali tidak bertumbuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Tentu saja lama-lama zona nyaman Riil ini suatu saat bisa berubah jadi Zona Nyaman Palsu.

Why?
Karena perubahan zaman adalah suatu kepastian.  Faktanya, Dunia di luar diri kita terus menerus berubah dan berkembang dengan demikian pesatnya. Sehingga jika pertumbuhan diri kita sudah tidak lagi selaras dengan perubahan zaman. Maka, kasus pedagang yang sepi jualannya karena perubahan rute jalan raya tadi. Bisa saja menimpa diri kita.

Oleh sebab itu, jika zona nyaman itu membuat kita tidak lagi berkembang. Maka perluaslah Zona Nyaman anda mulai sekarang juga, sebelum semuanya terlambat.

Apa itu memperluas Zona Nyaman?
Berikut ini saya kutipkan artikel mengenai Memperluas Zona Nyaman dari Blog solusik(.)com.

MEMPERLUAS ZONA NYAMAN

Kenyataannya adalah kita tidak harus selalu keluar dari zona nyaman yang ada, masih ada alternatif lain yaitu dengan memperluas zona nyaman Anda secara bertahap, misalnya seperti orang yang awalnya hanya menyukai menggambar, perlahan-lahan bisa mulai belajar tentang internet marketing, web desain, sosial media, blogging, membuka usaha/bisnis desain, dan lain-lain.

Cobalah kerjakan sesuatu yang baru namun masih berada dekat dengan zona nyaman Anda (sedikit diluar zona nyaman), sebenarnya secara tidak sadar semua orang melakukan hal ini dalam hidupnya. Hampir setiap harinya kita memperluas zona nyaman ini sedikit demi sedikit.

Sukses tidak datang begitu saja hanya karena Anda nekat/keluar dari zona nyaman, berapa banyak orang yang asal nekat keluar dari zona nyamannya dan gagal? Bukan karena mereka kurang berani, tetapi untuk sukses Anda harus menjadi hebat dalam sesuatu, untuk menjadi hebat dalam sesuatu Anda harus mencintai dan nyaman dengan prosesnya, karena tujuan hanya bisa dinikmati kalau Anda juga menikmati perjalanannya.

Sebaliknya jika kita terus-terusan berada di zona nyaman kita juga tidak bisa berkembang, maka dari itu perluaslah zona nyaman Anda, mulailah dari sesuatu yang “ingin” Anda coba/lakukan, bayangkan apa yang sejak dulu ingin Anda coba bukan sesuatu yang Anda sendiri tidak mengerti bahkan “tidak nyaman” untuk melakukannya.

Contohnya:
~ Jika Anda suka menulis, mulailah membuat blog atau menulis novel/buku/cerpen.
~ Jika Anda suka menggambar, mulailah membuat karikatur atau komik.
~ Jika Anda suka menghasilkan uang lebih, mulailah bekerja freelance atau berbisnis waralaba.

Kita hidup dijaman dengan sejuta peluang, semua informasi bisa kita akses di internet, ilmu yang Anda butuhkan sudah tersedia secara gratis, lowongan pekerjaan/freelance sangat mudah dicari (online), bahkan semua orang bisa bekerja dari mana saja secara remote.

Saya percaya tidak ada yang namanya perubahan instan dalam semalam, perubahan itu perlu waktu dan apa yang jauh lebih penting dari sekedar “niat berubah” adalah niat untuk terus konsisten. Kebanyakan orang hanya kuat niatnya diawal tapi berakhir dengan lemah, jauh lebih baik melakukan perubahan sederhana secara konsisten, mencoba hal-hal baru secara bertahap dan sedikit demi sedikit memperluas zona nyaman kita.

Zona nyaman bukanlah hal yang buruk.

Hanya karena istilah zona nyaman identik dengan tidak bertumbuh/berkembang, bukan berarti Anda harus menghindari zona tersebut, seringkali mereka yang tumbuh dalam zona nyamannya sendiri lebih cepat berkembang dan sukses karena memiliki passion yang kuat dalam pekerjaan yang mereka lakukan dan terus bertumbuh dari situ setiap harinya.

Kesimpulannya adalah Anda tidak harus keluar dari zona nyaman jika Anda tidak mau, cobalah perlahan-lahan memperluas zona nyaman Anda. Jika Anda seorang pegawai Anda tidak harus menjadi “entrepreneur wannabe” di esok hari, mungkin Anda bisa mencoba pindah kerja atau menjadi self-employee. Jika Anda seorang introvert bukan berarti Anda harus menantang/memaksa diri Anda menjadi seorang publik speaker layaknya Mario Teguh.

Jika membayangkannya saja sudah membuat Anda malas maka tidak perlu melakukannya, waktu Anda sangat terbatas, mengapa Anda mau menghabiskannya untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda suka?

Tidak ada gunanya membuat diri Anda sendiri tidak nyaman hanya karena faktor ekonomi/sosial/ekspektasi orang lain. Namun jangan juga terus-terusan stuck di zona tersebut karena Anda tidak akan berkembang, mulailah memperluas zona nyaman Anda sekecil apapun itu, tidak perlu nafsu/terburu-buru dalam hidup karena menikmati “proses mencoba” dan “proses berubah” juga merupakan bagian dari kesuksesan itu sendiri.

{{{{ Bagaimana Menurut anda...? }}}}


SALAM.


• Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.combasupati.comsabdasakti.com

WA : +62 813 8141 1972
HP : +62 822 3458 3577
Telegram : @Hipnotis
Pin BB : DA927129
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Click To Chat :
Simak Materi Pelatihan Gratis Yang lain di Group Telegram JRC, KLIK DI SINI... untuk bergabung.

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.


ads
Apa itu Zona Nyaman Apa itu Zona Nyaman Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 23.26 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.