Object Imagery

Serial Tekhnik Dasar Hipnoterapi, Object Imagery

Imajinasi manusia begitu kuat. Kekuatan imajinasi bahkan mampu diproyeksikan menjadi sebuah realitas. Namun ia memiliki dua sisi. Efeknya bisa negatif, atau positif. Penyakit-penyakit psikosomatik yang dialami manusia, adalah proyeksi dari imajinasi-imajinasinya yang buruk. Kecemasan, ketakutan, bayangan gagal atau citra diri buruk, adalah imajinasi-imajinasi bermuatan negatif yang bisa merealisasikan dirinya menjadi depresi, gila, atau secara fisik maag, migraine, gula darah tinggi, kanker, dan sebagainya.

Di sisi lain, kehebatan imajinasi ini bisa juga dieksplorasi justru menjadi alat terapi yang mujarab. Subjek dipandu untuk membayangkan suatu objek sebagai metafora problemnya. Lalu dilakukan intervensi terhadap objek dalam imajinasinya itu, dan hasilnya, problem pun hilang. Inilah metode yang disebut “Object Imagery”.

Sebagai contoh, kerap orang mengidentikkan rasa sakit kepalanya dengan imaji-imaji tertentu. “Aduh, kepala saya seperti ditusuk ratusan jarum, nih. Sakit,” misalnya.

Kalimat tersebut, sebenarnya merupakan informasi yang luar biasa berharga bagi hipnoterapis. Cara menetralisirnya adalah, dengan menghipnosis orang tersebut, lalu menggunakan teknik “Object Imagery”.

Si orang tersebut diminta secara detail membayangkan, kepalanya seakan ditusuk 100 jarum seperti kalimat yang dia ucapkan tadi. Setelah itu, kemudian orang tersebut diminta untuk mencabuti jarum itu satu persatu. Semakin sedikit sisa jarum, semakin sedikit sisa rasa sakit. Dan saat jarum tersebut habis dicabut ataupun dibuang, maka rasa sakitnya pun hilang.

Teknik seperti ini bisa Anda gunakan untuk menetralisir emosi negatif atau masalah anak Anda. Anda tentu harus jeli menangkap setiap kata anak Anda. Adakah yang mengindikasikan imageri-imageri tertentu? Misalnya, anak Anda bilang bahwa “hatinya panas” karena ia selalu saja dilecehkan oleh temannya. Itulah kenapa ia marah saat ini.

Maka, sikap Anda adalah mengintervensi “hati yang panas” itu. Misalnya, dengan membuat anak Anda rileks. Minta anak memejamkan mata, lalu menarik napasnya pelan, dan menghembuskannya juga dengan pelan. Lakukan tarikan napas dan hembusan napas pelan sampai 3 kali. Lalu, sugestilah anak Anda dengan memintanya membayangkan, bahwa anak Anda sedang memegang kain kompres yang dingin, kemudian perlahan tapi pasti, ia kompres hati yang panas itu. Pandu dengan mengatakan bahwa dalam 5 kali kompres, maka hati menjadi dingin dan tenang. Lakukan proses ngompres dalam imajinasinya itu hingga 5 kali. Dan setelah kali ke-5, tanyakan bagaimana perasaan anak Anda.

Bila dalam percakapan Anda dengan anak, Anda tidak menemukan kata-kata metaforik yang penuh dengan imaji-imaji, jangan putus asa. Anda tidak wajib mendapatkannya. Cukup Tanya saja skala marah, sakit, cemas atau kesalnya berapa kalau dihitung dari angka 0 hingga 10. Setelah anak Anda menjawab, skala 8 misalnya, cobalah teknik favorit saya berikut ini.

Biarkan anak Anda rileks. Seperti tadi, minta anak Anda memejamkan mata. Pandu ia menarik napas pelan 3 hitungan, lalu menghembuskan napas pelan juga 3 hitungan. Lakukan minimal 3 kali sampai anak Anda terlihat sangat rilaks. Setelahnya, lakukan pendalaman, dengan menghitung mundur dari 10 hingga 1, dan katakan, setiap hitungan membuat anak semakin rilaks.

Setelah terasa sangat rilaks, lakukan teknik Object Imagery. Berikut ini contoh script dengan contoh kasus, anak yang sedang cemas berkepanjangan:

"Nak, dalam dadamu, kamu menyimpan rasa cemas yang besar. Kamu bilang skalanya 8. Baiklah. Sekarang bayangkan, di depanmu ada tombol volume radio. Lihat dengan detail. Volume itu adalah gambaran rasa cemas kamu. Gambaran emosi kamu. Beri warna yang jelas. Lihat angka-angkanya. Dan kini kamu bisa lihat dengan sangat jelas, bahwa tombol volume itu menunjuk ke skala volume 8 dari total 12 level… Sudah terlihat?”

Tunggu respons dari anak. Lalu, bimbing tangannya untuk seakan memegang tombol volume tersebut sambil katakan: “Oke. Sekarang, coba pegang tombol volume itu… Rasakan teksturnya. Bayangkan, tombol volume itu adalah emosi kamu. Kecemasan kamu. Saat ini posisi volumenya ada di angka 8 ya. Nah sekarang, coba gerakkan tombol volume itu ke arah angka 9 (pastikan posisi tangan anak Anda bergerak). Rasakan kecemasan kamu menjadi lebih besar. Coba gerakkan lagi ke angka 10… dan sekarang kecemasanmu jauh lebih besar. Gerakkan terus volumenya ke level 11… dan terus hingga level 12. Dan kamu sekarang merasakan kecemasan itu di puncak terbesar. Rasakan… amati perasaanmu.

Lihat reaksi anak Anda. Kemudian, segera turunkan level cemasnya:

“Oke, sekarang coba gerakkan tombol volume ke arah sebaliknya, menuju level 11. Rasakan level kecemasanmu turun. Gerakkan tombol ke level volume 10, dan perasaan cemasmu lebih berkurang. Terus turunkan hingga level 9… level 8… level 7… dan 6… amati, perasaan cemasmu jauh lebih berkurang dari sebelumnya. Oke, sekarang gerakkan lagi tombol volume ke angka 5… dan 4. Perasaan cemasmu benar-benar hampir hilang dan netral. Gerakkan terus hingga level 3. Dan sekarang, kamu hampir tak merasakan rasa cemas itu. Yang ada hanya rasa tenang dan nyaman.

Turunkan terus tombol volume kamu ke level 2… level 1… dan sekarang level 0. Rasakan, amati, kecemasan itu benar-benar hilang, lenyap. Yang ada hanyalah ketenangan, kenyamanan, yang begitu luar biasa. Tarik nafas kamu… dan hembuskan. Maka kenyamanan itu semakin besar dan besar lagi. Sebarkan rasa nyaman dan tenang itu ke seluruh tubuh kamu."

Terapi dengan teknik “Object Imagery” pun selesai. Bangunkan anak Anda, dengan menghitung maju dari 1 hingga 10. Katakan, pada hitungan 10, anak Anda membukan mata dan bangun dengan segar dan sehat. Tanyakan perasaan anak Anda, dan minta anak Anda menceritakan pengalamannya.

Sekian, semoga bermanfaat.

Penulis : Asep Herna, Instruktur Hypnoterapy


Terima Kasih sudah membaca https://www.naqsdna.com/2018/07/object-imagery.html . Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Object Imagery Object Imagery Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 04.47 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.