Bisikan Setan Ratna Sarumpaet ini sumbernya

Ini Setan Yang Memberi Bisikan pada Ratna Sarumpaet.
Jika anda memang serius ingin tahu, setan apa yang merasuki Ratna Sarumpaet sehingga membuat sebuah Langkah Blunder yang dapat menghabisi karirnya sendiri sebagai aktivis Politik. Maka, baca tulisan ini sampai Habis.

Sebagaimana kita ketahui bersama, beberapa hari kemarin. Netizen dihebohkan dengan berita bahwa Salah satu Aktivis Politik senior, yaitu Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan yang menyebabkan wajahnya bengkak dan lebam. Namun, tidak lama kemudian. Beredar Video pengakuan dari Ratna Sarumpaet, bahwa dia telah berbohong soal kejadian penganiayaan itu. Untuk selengkapnya, silahkan browsing sendiri beritanya. Mumpung masih hangat. Hehehehe...

Nah, yang lebih seru dari dunia persilatan di dunia maya ini adalah. Setelah Video pengakuan itu beredar. Maka tidak lama kemudian beredar pula berbagai berita & Meme mengenai Bisikan Setan yang merasuki Ratna Sarumpaet.

Dan tentu saja, yang kita bahas di sini bukanlah setan dalam artian Makhluk Halus seperti Jin, demit, Gendruwo, Pocong, Kuntilanak, wewe gombel, dll. Tapi ini adalah setan yang ada di dalam diri setiap manusia. Yaitu sisi gelap diri yang dapat membuat kita terjerumus pada langkah yang salah.

Sebagaimana sudah saya tulis dalam Artikel Rahasia 1 Detik Ganti Nasib. Bahwa Hidup ini tidak berisi satu kejadian saja. Tetapi ada berjuta-juta titik kejadian yang semuanya berperan penting dalam membentuk Garis nasib. Oleh sebab itu, kita perlu mengawal perjalanan Nasib itu di tiap titik-titiknya. Agar selamat sampai di akhir hayat kita. Dan tentu saja, tanpa ilmu. Hal itu akan menjadi sulit dan sangat berat untuk dilakukan.

Nah, dalam kesempatan ini, saya Posting ulang salah satu Tulisan Pakar Mind Technology Indonesia, yaitu Pak Adi W Gunawan. Yang membahas Bisikan Setan Ratna Sarumpaet ini dari sudut pandang yang berbeda. Semoga dapat menambah ilmu dan memperluas wawasasan anda semua. Selamat menikmati.


Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet Ditinjau dari Perspektif Teori Ego Personality

By. Adi W Gunawan

Jagad media sosial beberapa hari lalu gaduh dengan tersebarnya foto Ratna Sarumpaet (RS) berwajah lebam. Narasi yang berkembang dan viral di media sosial, RS mengalami penganiayaan.

Apa yang sesungguhnya terjadi pada diri RS hingga ia melakukan kebohongan ini, hanya ia dan Tuhan yang tahu. Publik, termasuk saya, hanya bisa menerka atau berasumsi berdasar informasi yang sangat terbatas. Dan ini tentunya bisa menimbulkan pandangan salah dan penghakiman, seperti yang sering orang lakukan. Ada satu kutipan sangat bagus dari Carl Jung saat ia berkata, "Thinking is difficult. That's why most people judge."

Artikel ini ditulis dengan tujuan memberi penjelasan apa yang mungkin terjadi di dalam diri RS hingga mengakibatkan ia melakukan pembohongan. Saya katakan "yang mungkin terjadi" karena ini adalah analisis yang dilakukan berdasar teori EP, bukan berdasar wawancara mendalam langsung dengan RS atau melakukan hipnoanalisis. Data yang sangat akurat tentunya hanya bisa diperoleh bila saya melakukan penggalian data di pikiran bawah sadar (PBS) RS dalam proses hipnoanalisis.

Saya mendengarkan keterangan yang disampaikan RS dalam jumpa pers, menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. Dan secara khusus, agar jelas dan detil, saya mengetik keterangan RS sehingga bisa dibaca dan dipelajari dengan cermat.

RS menjalani tindakan sedot lemak di kedua pipinya di salah satu rumah sakit. Setelahnya, wajahnya lebam. Dan saat di rumah, ia ditanya oleh anaknya apa yang terjadi, dan ia menjawab dipukulin orang.

Berikut ini adalah transkrip penjelasan RS:



"..... ada kebodohan yang saya nggak pernah bayangkan saya bisa lakukan dalam hidup saya. Saya pulang membutuhkan alasan pada anak saya di rumah. Mengapa muka saya lebam. Dan saya ditanya kenapa dan saya menjawab dipukulin orang. Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depan terus dikorek. Namanya juga anak.

Saya nggak tahu kenapa... dan saya nggak pernah membayangkan bahwa saya akan terjebak dalam kebodohan seperti ini. Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita, seperti yang diceritakan. Ada kebenarannya dengan apa yang saya katakan kepada anak-anak saya.

Jadi selama seminggu lebih, sebenarnya cerita itu hanya berputar-putar di dalam keluarga saya dan hanya untuk kepentingan saya berhadapan dengan anak-anak saya. Tidak ada hubungannya dengan politik. Tidak adak hubungannya untuk keluar.

Tapi setelah sakit di kepala saya mereda dan saya mulai berhubungan dengan pihak luar, saya nggak tahu bagaimana saya memaafkan ini kelak, pada diri saya. Tetapi, saya kembali melakukan kesalahan itu. Saya kembali dengan cerita itu bahwa saya dipukulin.

Mohon jangan dikira saya mau mencari pembenaran, nggak. Ini salah.. apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang salah. Dan sampai ketemu Fadli Zon datang ke sini, dan cerita itu yang sampai ke dia. Iqbal saya panggil ke sini, cerita itu juga yang berkembang di dalam percakapan.

Dan hari Selasa, tahu-tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial. Saya nggak sanggup baca itu. Saya... ada beberapa peristiwa yang membawa saya ke pak Joksan, lalu membawa saya ke Pak Prabowo. Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, ngorek apa yang terjadi pada saya, saya masih juga melakukan kebohongan itu.

Sampai kita keluar dari lapangan polo kemarin, saya tetap diam. Saya biarkan bergulir dengan cerita itu. Lapangan polo... sebenarnya saya merasa betul ini salah. Waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo, Amien Rais, saya sebenarnya tahu di hati saya ini salah. Tapi saya tidak mencegat mereka. Itulah yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan.

Itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu. Saya tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela saya dalam sebuah jumpa pers. Saya nggak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya dalam sebuah pertemuan yang digelar di Cikini.

Saya sholat malam dan tadi malam berulang kali. Saya mengatakan pada diri saya.. stop. Saya panggil anak-anak saya. Saya minta maaf pada anak-anak saya. Saya minta maaf pada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang selama sekian hari selalu saya bohongi.

Bohong itu adalah perbuatan yang salah. Dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya. Mudah-mudahan dengan itu, semua pihak yang terdampak oleh perbuatan saya ini, mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa. Perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir.

Untuk itu melalui forum ini juga saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo Subiato, yang kemarin dengan tulus membela saya. Membela kebohongan yang saya buat. Saya nggak tahu apa rencana Tuhan dengan semua ini. Tapi saya berjanji saya akan memperbaiki dan meneruskan perjuangan kami yang sekarang ini sedang terhenyak.

Saya mohon maaf kepada Papa Amin Rais yang juga dengan sabar mendengar kebohongan saya kemarin dan ikut jumpa pers. Saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di Koalisi 02. Sekarang ini saya melukai hati kalian. Sekarang ini saya membuat kalian marah. Demi Allah saya tidak berniat seperti itu. Dan saya berharap Tuhan memberi kepada saya kekuatan, kepada kita semua, agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita.

Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa. Tapi begitulah hidup kita lihat. Bukan bagaimana Anda melihat aku, tetapi bagaimana kita melihat rakyat.

Saya ingin tetap emak-emak berjuang di garis itu. Ratna could be somebody, could be nobody. Tapi kalian adalah emak-emak Indonesia yang akan terus berjuang.

Aku juga meminta maaf kepada semua pihak.. semua... terkena dampak dari apa yang saya lakukan. Saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya. Kali ini saya pencipta hoax terbaik, ternyata. Menghebohkan sebuah negeri.

Mari kita semua mengambil pelajaran dari kejadian ini. Juga kawan-kawan. Bangsa kita ini sedang dalam keadaan tidak baik. Seperti apa yang saya lakukan ini, seperti apa yang kita hebohkan selama ini, segala sesuatu yang tidak penting, mari kita hentikan."



Dari perspektif hipnoterapi klinis, khususnya teori Ego Personality (EP), dari membaca transkrip di atas, tampak sekali ada beberapa EP yang aktif dalam diri RS.

EP adalah Bagian Diri yang mengendalikan diri seseorang, pada satu waktu. Setiap orang memiliki banyak EP, masing-masing dengan tugas, peran, fungsi, dan tujuan spesifik. Dalam kondisi psikologis normal, sehat, hanya bisa ada satu EP aktif pada satu saat, mengendalikan diri individu.

Saat satu EP aktif mengendalikan diri individu, secara teknis ini disebut eksekutif, EP-EP lainnya bergeser dan tidak bisa mengendalikan diri individu. Untuk mudahnya, bayangkan diri manusia sebagai sebuah bus. Ada banyak penumpang dalam bus dan hanya bisa ada satu orang yang duduk di bangku sopir, menjalankan bus.

Setiap penumpang bisa duduk di kursi sopir. Namun, mereka hanya bisa melakukannya bergantian. Dalam satu saat, hanya bisa dan boleh ada satu sopir. Siapapun yang duduk di bangku sopir, ia mengendalikan penuh dan menjalankan bus sesuai yang ia inginkan.

Demikian pula dengan manusia. EP manapun yang aktif saat itu, mengendalikan diri manusia, maka cara berpikir, sikap, perilaku, kebiasaan, tindakan, perbuatan, keputusan, pilihan kata, atau apapun yang individu ini lakukan sepenuhnya adalah hasil kerja EP eksekutif.

RS dulunya adalah pemain drama, penulis skenario, pernah mendirikan teater, dan sekaligus sutradara. Dulu RS tampil di Taman Ismail Marzuki. Jadi sangat jelas RS adalah orang panggung. Dari sini pasti ada EP, sebut saja EP Drama, yang memang pintar bermain drama, mencari dan menikmati perhatian, dan juga lihay dalam menulis skenario yang akan dimainkan. Saat ini, panggung yang bisa digunakan EP Drama jauh lebih luas dan masif yaitu media sosial.

Saat RS ditanya oleh anaknya apa yang terjadi dengan dirinya sehingga wajahnya lebam, EP Drama aktif, mengendalikan diri RS, membuat skenario dan memberi jawaban bahwa RS dipukulin orang.

Saat RS berkata, "..... ada kebodohan yang saya nggak pernah bayangkan saya bisa lakukan dalam hidup saya", ini menunjukkan bahwa yang sedang bicara adalah EP Pengamat dalam diri RS. EP ini tidak habis pikir mengapa RS bisa sampai melakukan kebodohan ini. Dari sini dapat disimpulkan bahwa EP Pengamat ini tidak tahu tentang apa yang diperbuat EP Drama, yang menyusun skenario dan menebar kebohongan.

"Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita, seperti yang diceritakan. Ada kebenarannya dengan apa yang saya katakan kepada anak-anak saya."

"Saya" pada kalimat di atas bukan RS yang sedang memberi keterangan pers. "Saya" ini adalah EP Drama yang terus mengembangkan ide. Jadi, pada saat mengucapkan kalimat di atas, yang sedang bicara adalah EP Drama, menggunakan tubuh RS. Orang awam yang tidak paham mengenai hal ini menganggap yang bicara adalah RS, padahal bukan.

Hal yang perlu diingat, EP Drama ini tercipta dan aktif dalam diri RS sudah sangat lama. Dengan demikian EP Drama ini tentu memiliki kekuatan atau energi sangat besar, yang dalam bahasa teknis disebut cathexis. Semakin besar energi EP, semakin kuat daya pengaruh dan kendalinya atas diri individu. EP yang sangat kuat bisa menon-aktifkan, mengalahkan, menindas, mengendalikan, dan bahkan membunuh EP lain yang tidak ia sukai atau yang menghalanginya mencapai tujuan.

"Tapi setelah sakit di kepala saya mereda dan saya mulai berhubungan dengan pihak luar, saya nggak tahu bagaimana saya memaafkan ini kelak, pada diri saya. Tetapi, saya kembali melakukan kesalahan itu. Saya kembali dengan cerita itu bahwa saya dipukulin."

Besar kemungkinan EP Drama yang selama ini dorman atau tidak aktif, atau hanya aktif di belakang layar menjadi aktif karena RS mengalami sakit kepala pasca tindakan penyedotan lemak di pipinya. Ada beberapa kondisi yang membuat EP dorman menjadi aktif, antara lain karena pemicu spesifik, rasa sakit, pengaruh obat, lingkungan, atau emosi intens. Saya memperkirakan EP Drama ini aktif karena RS mengalami sakit kepala sehingga EP dominan yang biasa mengendalikan RS, untuk sementara waktu, menjadi tidak aktif.

EP, sejak tercipta, bisa mengalami salah satu dari dua hal berikut. Pertama, EP ini berkembang, bertumbuh, dan meng-update pengetahuannya mengikuti perkembangan individu. EP ini juga bertumbuh dari sisi usia mengikuti usia kronologis individu. Kedua, EP mengalami fiksasi, maksudnya EP tidak berkembang, tidak update pengetahuan.

Besar kemungkinan EP Drama ini mengalami fiksasi. EP ini muncul atau tercipta di jaman doeloe, saat RS masih belia, dan tidak punya data, pengetahuan, informasi bahwa skenario atau kebohongan yang ia ciptakan dapat dengan mudah dipatahkan melalui pemeriksaan jejak digital.

Dan yang mengucapkan kalimat di atas adalah Pengamat yang tidak tahu atau menyadari akan keberadaan EP Drama.

"Mohon jangan dikira saya mau mencari pembenaran, nggak. Ini salah.. apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang salah. Dan sampai ketemu Fadli Zon datang ke sini, dan cerita itu yang sampai ke dia. Iqbal saya panggil ke sini, cerita itu juga yang berkembang di dalam percakapan."

Ini yang lagi bicara adalah EP Bijaksana. EP ini tahu bahwa yang dilakukan EP Drama adalah salah. EP Bijaksana ini tahu dan kenal EP Drama karena bisa memantau apa yang terjadi saat RS jumpa Fadli Zon dan Iqbal. Saat RS jumpa Fadli Zon dan Iqbal, yang melakukan percakapan dengan mereka adalah EP Drama. Percakapan ini diketahui juga oleh EP Bijaksana.

"Dan hari Selasa, tahu-tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial. Saya nggak sanggup baca itu. Saya... ada beberapa peristiwa yang membawa saya ke pak Joksan, lalu membawa saya ke Pak Prabowo. Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, ngorek apa yang terjadi pada saya, saya masih juga melakukan kebohongan itu."

Yang mengucapkan kalimat di atas adalah EP Politisi. EP Politisi ini yang mendukung Prabowo untuk menjadi presiden. Namun, saat jumpa Prabowo dan yang lainnya, EP Drama masih tetap dominan menguasai dan mengendalikan RS. EP Politisi tahu kejadian ini namun tidak kuasa melakukan intervensi atau mencegah EP Drama menyampaikan kebohongan pada Prabowo dan yang lainnya.

"Sampai kita keluar dari lapangan polo kemarin, saya tetap diam. Saya biarkan bergulir dengan cerita itu. Lapangan polo... sebenarnya saya merasa betul ini salah. Waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo, Amien Rais, saya sebenarnya tahu di hati saya ini salah. Tapi saya tidak mencegat mereka. Itulah yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan."

Ini yang diam adalah EP Bijaksana. Ia tidak kuasa untuk menghentikan EP Drama karena kalah kuat. Dan EP Bijakasa tahu ini salah tapi tidak berdaya.

"Itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu. Saya tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela saya dalam sebuah jumpa pers. Saya nggak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya dalam sebuah pertemuan yang digelar di Cikini."

EP yang sedang bicara ini adalah EP Sahabat. EP Sahabat ini juga tidak tahu atau tidak kenal EP Drama sehingga tidak tahu apa yang telah EP Drama lakukan. EP Sahabat ini merasa sangat tidak nyaman karena ternyata sahabat-sahabat RS membela RS berdasar cerita bohong.

"Saya sholat malam dan tadi malam berulang kali. Saya mengatakan pada diri saya.. stop. Saya panggil anak-anak saya. Saya minta maaf pada anak-anak saya. Saya minta maaf pada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang selama sekian hari selalu saya bohongi."

Yang bicara ini adalah EP Spiritual. EP yang memegang nilai-nilai kebenaran. EP Spiritual memberitahu RS untuk segera menghentikan kebohongan ini dan minta maaf kepada anaknya. Dan ini yang RS lakukan.

"Bohong itu adalah perbuatan yang salah. Dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya. Mudah-mudahan dengan itu, semua pihak yang terdampak oleh perbuatan saya ini, mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa. Perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir."

Yang mengucapkan kalimat di atas adalah EP Bijaksana.

"Saya juga minta maaf kepada ibu-ibu, emak-emak yang selalu menyebut nama saya di dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa. Tapi begitulah hidup kita lihat. Bukan bagaimana Anda melihat aku, tetapi bagaimana kita melihat rakyat. Saya ingin tetap emak-emak berjuang di garis itu. Ratna could be somebody, could be nobody. Tapi kalian adalah emak-emak Indonesia yang akan terus berjuang. "

Kalimat di atas diucapkan oleh EP Politisi. Terasa sekali nuansa yang berbeda dengan kalimat sebelumnya.

"Aku juga meminta maaf kepada semua pihak.. semua... terkena dampak dari apa yang saya lakukan. Saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya. Kali ini saya pencipta hoax terbaik, ternyata. Menghebohkan sebuah negeri."

Mari kita semua mengambil pelajaran dari kejadian ini. Juga kawan-kawan. Bangsa kita ini sedang dalam keadaan tidak baik. Seperti apa yang saya lakukan ini, seperti apa yang kita hebohkan selama ini, segala sesuatu yang tidak penting, mari kita hentikan.""

Setelah EP Politisi aktif, langsung digeser oleh EP Bijaksana. Dan RS mengucapkan kalimat di atas. Kalimatnya sejuk, arif, dan membawa kesejukan. EP Bijaksana mengajak masyarakat untuk berhenti menghebohkan hal-hal tidak penting, dan sebaiknya fokus pada hal yang lebih penting.

Dari analisis transkrip ini, tampak ada lebih dari satu EP RS yang aktif. Ada :
  1. EP Drama,
  2. EP Bijaksana,
  3. EP Politisi,
  4. EP Sahabat,
  5. EP Spiritual.
Saya, dari pengalaman menangani klien menggunakan teknik EP dan juga dari temuan di ruang praktik, memperkirakan EP dominan yang mengendalikan RS, dan juga EP-EP lainnya, adalah EP Drama.

EP Drama ini sangat kuat, suka mendapat panggung, perhatian, pintar menyusun dan menjalankan skenario. EP Drama ini mengendalikan, memanfaatkan EP Politisi untuk bisa mendapat panggung yang lebih besar dan masif.

Analisis ini bukan untuk mencari benar salah. Ini adalah dinamika yang dapat terjadi pada diri setiap orang. Bahwa kita bukan entitas tunggal. Ada banyak EP atau Bagian Diri yang mengendalikan diri kita. Pertanyaan saya, siapakah sebenarnya Ratna Sarumpaet?

Apakah EP Drama, EP Politisi, EP Sahabat, EP Bijaksana, EP Spiritual, atau...?

*


Sumber : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10155895685776938

Demikian ulasan Pak Adi W Gunawan terkait Kasus Bisikan Setan Ratna Sarumpaet. Semoga bermanfaat untuk anda.

Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dnasukses.com/2018/02/seni-kembali-ke-diri-sejati.html )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Bisikan Setan Ratna Sarumpaet ini sumbernya . Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Bisikan Setan Ratna Sarumpaet ini sumbernya Bisikan Setan Ratna Sarumpaet ini sumbernya Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 02.05 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.