Menjemput Rejeki Dengan Bisnis Affiliasi


Hanya dengan Tebar Link URL Affiliasi saja, siapapun saja bisa mendapat penghasilan dengan mudah. Yang mana link affiliasi ini dapat anda tebar di sosmed, seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau di Blog dan website.

Jika anda adalah penggiat dunia sosmed, dan jika anda punya Friendlist sebanyak 2 ribu saja. Bisa dibayangkan potensi penghasilan anda jika banyak teman anda tertarik dengan product/jasa yang ditawarkan dalam LandingPage atau Toko Online dari Link URL yang anda tebar. Misalnya, untuk Fee Affiliatenya adalah Rp. 75.000,- per transaksi. Dan anda mampu menghasilkan Closing penjualan sebanyak 2 kali saja per hari. Coba hitung potensi penghasilan anda.

Rp. 75rb x 2 = Rp. 150rb perhari. Dan jika prestasi anda stabil setiap hari seperti itu, maka dalam 7 hari anda mendapat penghasilan sebesar 7 x 150rb = Rp. 1.050.000,- Mantap khan? Hanya dengan duduk santai sambil bersosmed Ria, anda mendapat penghasilan. Bahkan jika anda sedang tidur sekalipun, Link URL yang anda tebar masih bekerja selama 24 jam penuh untuk mendatangkan potensi rejeki untuk anda.

Tapi anda jangan keburu senang hati dan salah faham. Karena Bisnis Affiliasi itu beda dengan ikut bisnis Adsense atau bisnis iklan dan Advertising‎, dimana dalam bisnis iklan, anda dibayar berdasarkan jumlah orang yang Click Link URL Iklan, atau istilahnya disebut Pay Per Click (PPC) ataupun Pay Per Lead (PPL).

Nah, dalam bisnis Affiliasi anda mendapat penghasilan dengan system Pay Per Sale.

Lalu apa sih perbedaan antara Pay Per Click, Pay Per Lead, dan Pay Per Sale ?

Pay per Click (PPC)
Pay per Click merupakan bentuk kemitraan yang paling popular saat ini. Bentuk kemitraan yang sangat sederhana, dimana pengiklan memberi komisi ke partner untuk sejumlah “klik” pengunjung ke situs target. Besarnya komisi sangat bervariasi, biasanya berkisar antara $0.01 sampai $0.20. Kebanyakan tidak diperbolehkan melebihi $1.00.

Pay per Lead (PPL)
Dalam Pay per Lead, pengiklan membayar komisi kepada partner saat pengunjung melakukan pendaftaran terhadap program atau layanan tertentu. Tidak ada komisi jika para pegunjung tidak melakukan pendaftaran (Sign Up).

Pay per Sale (PPS)
Pay per Sale atau Cost per Sale merupakan model kemitraan dimana pengiklan membayar partner mereka hanya berdasarkan penjualan real yang dihasilkan iklan tersebut. Jika pengunjung datang, namun tidak membeli sesuatu, maka tidak ada komisi yang harus dibayarkan kepada partner.

Kembali kita pada topik MENJEMPUT REJEKI DENGAN BISNIS AFFILIASI atau Affiliate Marketing.

Apa itu Affiliate Marketing?
Pada prinsipnya, Bisnis Affiliasi adalah sebuah model bisnis penjualan yang berbasis Komisi atau Fee. Jadi ketika Anda berhasil menjual, maka Anda mendapatkan uang.

Mirip dengan dunia Salesmanship, Negosiator, Calo, Makelar, perantara, atau orang ketiga dalam bisnis di dunia Nyata (Offline). Dimana ketika anda menawarkan sesuatu milik orang lain kepada calon pembeli, entah itu product, jasa, asset, benda berharga, dll. Anda mendapat komisi ketika Closing Penjualan terjadi.

Hanya saja, disini anda tidak perlu pergi kemana-mana, apalagi sampai kehujanan, kepanasan, kena debu, dll. Cukup bekerja di depan HP, Smartphone, Tablet, ataupun komputer. Maka anda sudah bisa bekerja dan sudah punya potensi penghasilan.

Untuk memulai BISNIS AFFILIASI, Anda bisa mendaftar sebagai AFILIATE dari sebuah VENDOR PRODUK (MERCHANT) untuk mendapatkan ID AFILIASI.

VENDOR PRODUK atau MERCHANT adalah Fihak yang mengeluarkan product dan melakukan Transaksi Jual Beli. Sedangkan Affiliate adalah Fihak yang mendatangkan Calon Pembeli ke Situs Vendor.

Jadi Tugas utama seorang affiliate Marketer adalah Mengirimkan Visitor (Pengunjung) sebanyak mungkin ke situs Vendor.

Dengan Kata lain, Job Description dari seorang Affiliate Marketer adalah untuk meningkatkan Traffic yang berkualitas dan tertarget ke situs Vendor.

Contoh beberapa merchant afiliasi dalam bentuk perusahaan : RATAKAN, AMAZON, CLICKBANK, JVZOO, LAZADA, IDAFF, dll

Bagaimana Vendor atau merchant tahu bahwa visitor itu datang dari Anda ?

Begini cara kerjanya,
Ketika seorang visitor datang ke website atau LandingPage Penawaran Product Vendor melelaui sebuah link URL Affiliasi, pada saat itu sebenarnya ada proses di belakang layar yang terjadi. Ada sebuah file kecil yang ditaruh di komputer calon pembeli saat mereka meng-klik link ke website Vendor, File ini disebut Cookies. Cookie ini berguna untuk memberitahu Vendor bahwa visitor tadi datang dari Link affiliate tertentu, dengan demikian tidak akan terjadi Vendor salah dalam memberikan komisi ke affiliate lain.

Sekilas mengenai Cookies.
Cookie merupakan sebuah berkas yang tersimpan di dalam komputer anda, yaitu Pada Aplikasi BROWSER. Termasuk smartphone, tablet, iPhone, dan berbagai device/Gadget lainnya yang anda gunakan untuk berinteraksi di internet. Berkas tersebut dibuat untuk menampung data-data sederhana tentang kebiasaan anda saat menggunakan Aplikasi Browser.

Misalnya saat anda mengunjungi sebuah situs yang menawarkan tampilan dengan versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Apabila anda memilih Bahasa Indonesia, cookie akan secara otomatis menyimpan konfigurasi tersebut. Sehingga nantinya, apabila anda mengunjungi situs itu lagi, anda tidak perlu memilih jenis bahasa yang digunakan.

Terdapat dua jenis cookie.
  1. Pertama adalah SESSION COOKIE,
    yaitu jenis cookie yang tersimpan sementara dan akan hilang saat anda menutup browser. Session cookie tidak menyimpan banyak data. Biasanya hanya berupa data kecil seperti saat anda mengisi sebuah formulir di sebuah situs.
  2. Kedua adalah PERSISTENT COOKIE,
    yaitu jenis cookie yang tersimpan secara permanen di dalam komputer anda, sampai anda memutuskan untuk menghapusnya. cookie jenis inilah yang banyak digunakan oleh sebuah situs untuk mengidentifikasi pengguna atau pengunjung situs tersebut.
Apa yang bisa dilakukan dengan cookie?
Cookie awalnya memang hanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi-konfigurasi yang dipilih oleh pengguna saat mengunjungi sebuah situs. Dalam perkembangannya, cookie juga menyimpan informasi-informasi lain tentang pengguna, seperti waktu dan tanggal anda mengunjungi sebuah situs, nama dan kata sandi, serta informasi lain.

Anda pasti pernah mengalami, ketika mengunjungi sebuah situs e-commerce untuk melihat sebuah produk. Kemudian saat anda mengunjungi situs lain, seperti situs media sosial, anda akan melihat iklan-iklan dengan gambar produk yang sempat anda kunjungi sebelumnya. Seolah-olah produk itu mengikuti kemanapun saja anda berselancar di dunia maya ini.

Ini bukanlah hal yang kebetulan, tapi situs media sosial tersebut telah memanfaatkan data cookie dari browser yang anda gunakan untuk menampilkan iklan-iklan yang relevan dengan anda. Itu adalah salah satu contoh bagaimana sebuah situs memanfaatkan cookie.

Dengan cara seperti itulah, para visitor yang mengunjungi LandingPage Vendor, berkat Link yang ditebar Affiliate Marketer, direkam jejaknya.

UMUR COOKIES
Selama data Cookies itu belum dihapus oleh Visitor dari browsernya misalnya dengan melakukan Cleaning Device yang melibatkan aktifitas seperti Clear History, Clear Memory, Clear Cache, & Clear Cookies, maka rekam jejak Cookies masih akan tersimpan di dalam browsernya.

Beberapa Vendor juga memberlakukan masa berlaku tertentu untuk sebuah Cookies tersimpan di dalam Browser yang ada di komputer visitor sebelum akhirnya terhapus secara otomatis. Misalnya, Usia Cookies di setting selama 30 hari. Maka, selama Cookies itu belum dihapus oleh visitor itu sendiri dari aplikasi browsernya, maka selama 30 hari sejak si visitor berkunjung ke Situs Vendor. Maka dia akan terikat pada cookies dari Link Affiliasi yang memperkenalkannya pada situs tersebut.

Artinya, seumpana hari ini mereka mengunjungi LandingPage Vendor melalui Link Affiliasi anda. Tapi belum memutuskan untuk membeli sesuatu. Mungkin masih cari pembanding, masih mikir-mikir, atau masih ingin mempelajari lebih jauh Product yang ditawarkan Vendor, sehingga saat itu juga tidak terjadi Closing Penjualan.

Namun, ketika 2 minggu (14 Hari) atau 30 hari kemudian mereka datang lagi ke landingpage yang sama. Walau tanpa melalui Link anda (Khan sudah hafal... hehehehe...), dan kemudian memutuskan untuk membeli. Maka mereka tetap tercatat sebagai orang yang datang ke website LandingPage atas rekomendasi anda. Dengan kata lain, anda tetap bisa Closing walau calon pembeli tersebut baru membeli 30 hari kemudian.

SYSTEM COOKIES
Selain Umur Cookies, pada umumnya Vendor juga menerapkan beberapa system untuk mengatur Cookies dalam rangka memberikan aturan main yang jelas pada para affiliate-nya. Diantaranya adalah :
  1. Pertama, COOKIES LAST CLICK WIN.
    Dalam system ini, Cookies dari Link Affiliate terakhir yang di klik calon buyer adalah pemenangnya. Jadi seumpama Calon Buyer datang ke situs vendor melalui berbagai Link Affiliate yang berbeda, maka Link Affiliate mana yang aktif ketika Calon Buyer tersebut melakukan Transaksi Pembelian (Closing Penjualan). Maka Link Affiliate tersebutlah yang menang dan mendapat komisi.

  2. Kedua, COOKIES FIRST TIME.
    Cookies ini yang menang adalah Link Affiliate Pertama yang di klik si calon buyer. Jadi walaupun si Calon Buyer ini datang ke situs Vendor melalui berbagai Link Affiliate yang berbeda, tetapi yang mendapat komisinya adalah Link Affiliate yang pertama kali memperkenalkan situs vendor pada calon Buyer. Inilah Cookies First Time.

  3. Ketiga, GENERAL COOKIES
    General Cookie adalah cookie yang terdaftar secara umum. Ini jika Vendor memiliki Berbagai Macam Product/Jasa yang ditawarkan di dalam situs yang sama. Nah, Jika calon buyer datang melalui suatu link affiliate menuju product A umpamanya. Dan general cookie di aktifkan, walaupun kemudian calon buyer ini membeli product B tanpa menggunakan link affiliate tadi dan masih terdapat general cookie. Maka calon buyer tersebut otomatis masih terekam pada cookie Link affiliate tadi. Dan si Affiliate tetap mendapat komisi walau yang dia tebar adalah Link Product A dan Calon Buyer membeli Product B.

  4. Ke-empat : KUPON AFFILIASI
    Ini adalah Kode khusus yang menjadi Kode Unik dari ID Affiliasi seorang affiliate. Kode Kupon ini adalah senjata pamungkas yang akan membuat seorang Calon Buyer hanya terikat dan terekam jejaknya hanya pada seorang Affiliate.

CELAH DAN KELEMAHAN SYSTEM AFFILIASI
Tidak ada gading yang tak retak, demikian juga dalam Bisnis affiliasi ini. Jika system membership affiliasi yang dimiliki oleh Vendor tidak transaparan dan tidak terjalin Komunikasi dan kerja sama yang baik antara Vendor dengan affiliate. Maka Vendor yang nakal dapat menikung para affliliatenya sendiri. Karena yang dapat merekam jejak para visitor ini bukan hanya Cookies. Tetapi bisa juga melalui Pixel Facebook, Pixel Google Ads (Adwords), Form Lead Magnet, Form Subscriber, dan System Funneling.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel yang berjudul Virus Kapitalisme Dalam Digital Marketing. Disitu sudah saya tuliskan mengenai salah satu Modus dari Vendor Nakal yang dapat membuat para affiliate kehilangan komisi. Yaitu melalui Celah Form Lead Magnet dan System Funnel.

Sebagaimana sudah anda baca mengenai Cara Kerja Cookies di atas tadi, bahwa rekam jejak visitor itu terekam dikomputernya dalam aplikasi Browser. Masalah kemudian bisa timbul ketika Visitor tersebut mempunyai Aplikasi Browser yang berbeda dan mempunyai perilaku sering online menggunakan aplikasi browser yang berbeda.

Dalam satu Komputer bisa punya banyak aplikasi browser, belum lagi jika selain akses internet via komputer, visitor juga sering akses internet via HP, smartphone, tablet, dll. Dimana untuk masing-masing device tersebut menggunakan aplikasi browser yang berbeda.

Dalam settingan di aplikasi perpesanan dan social media juga bisa punya referensi browser yang berbeda. Misalnya Suatu Link URL yang ditebar di WhatsApp, GMail, Yahoo Mail, Telegram, Twiter, Instagram, Thumblr, Facebook, dll. Ketika Link tersebut di Klik, maka masing-masing aplikasi itu bisa membawa Visitor mengunjungi situs dari Link tersebut melalui Browser yang berbeda-beda.

Masalah menjadi timbul ketika Vendor menerapkan penjualan dengan system affiliasi bersamaan dengan system Lead Magnet dan Funneling.

Karena Follow Up dari Vendor kepada Visitor yang didatangkan oleh para affiliate bisa menjadi celah bagi hilangnya komisi affiliate ketika Visitor kemudian mengunjungi situs vendor melalui browser yang berbeda dengan Browser yang merekam Cookies sang affiliate.

Inilah Celah dan kelemahan system affiliasi yang sampai sekarang belum dapat ditemukan solusinya oleh para pakar digital marketing.

Dalam kasus ini, Vendor tentu saja akan berkilah bahwa ini bukan salah mereka. Tetapi salah visitor sendiri, kenapa suka pakai browser yang berbeda.

SOLUSI
Namun, jika Vendor cukup arif dan bijaksana, maka solusinya sederhana saja sebenarnya. Contohnya :
  1. Untuk mengurangi Bocornya Cookies Affiliate, maka sebaiknya Vendor Jangan membuka kran penjualan suatu product dengan system affiliasi bersamaan dengan sesi promosi Lead Magnet dan Funneling.
  2. No Coupon No Transaction. Tanpa Kode Kupon, maka tidak ada Transaksi. Jadi Pastikan bahwa semua affiliate menggunakan Kode Kupon Unik mereka masing-masing dalam berpromosi. Sedangkan Vendor tidak boleh mengeluarkan Kode Kupon. Dan tolak semua pendaftaran ataupun pembelian yang tanpa mencantumkan Kode Kupon. Langkah ini untuk memastikan Affiliate memperoleh Haknya. Strategi ini dilakukan khususnya untuk penjualan product yang bersifat musiman dan tidak evergreen. Alias untuk jenis product yang hanya dibuka penjualannya dalam periode waktu tertentu saja. Sebenarnya langkah ini tidak perlu dilakukan, jika system marketing dari sang Vendor sudah teruji kejujurannya.
  3. Solusi yang ketiga adalah menggunakan system affiliasi dengan Website Replica Multi Subdomain. Contohnya adalah http://ajaib.terapictc.com sebagai subdomain affiliate, sedangkan Domain utamanya adalah terapictc.com.
  4. Solusi yang ke-empat, silahkan tambahkan di kolom koment.
PERANG BONUS
Jika Celah dan kelemahan system Bisnis Affiliasi ini tidak ditambal, maka yang berlaku kemudian adalah matinya sebagian dari para Affiliate Marketer Newbie.

Mengapa Begitu?
  • Pertama, Karena strategi Marketing yang mereka lakukan hanya sekedar Tebar Link URL Affiliasi tanpa adanya nilai tambah yang lain, sehingga daya tariknya terlalu lemah dalam menarik perhatian Calon Buyer, yang mengakibatkan minimnya Closing. Apalagi jika ditambah dengan bocornya Traffic akibat Visitor masuk lewat browser yang berbeda.
  • Kedua, Mengingat Lemahnya Daya Tarik Dan Authority suatu Link Affiliate jika ditebar apa adanya. Dan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran Traffic. Maka para pemain besar akan Cenderung menggunakan Trick Perang Bonus untuk mengikat kesetiaan Calon Buyer pada Link Affiliasinya. Sehingga pemain baru yang masih kurang modal dan kurang pengalaman, akan terpaksa hanya jadi penonton saja atas keberhasilan para seniornya. Dan kondisi seperti inilah yang sekarang sedang terjadi di Bursa Bisnis Affiliasi Indonesia. Bahkan sering terjadi, Nilai Bonus dari Affiliate Raksasa ini justru lebih besar dari nilai Poduct utama.
Dan Jika memang demikian situasinya, maka para pemain baru. Harus betul-betul sudah siap dengan segala senjata perangnya. Sebelum masuk di medan pertempuran Bisnis Affiliasi. Dengan kata lain, dia harus All Out dalam bekerja, dan tidak boleh setengah-setengah jika ingin mendapat tempat dan mengukir prestasi di tengah-tengah kerasnya iklim persaingan bisnis affiliasi.

Karena selain berkompetisi dengan Marketer Senior yang sudah punya List Building (Kolam Market) dan Modal yang besar, serta ratusan affiliate marketer yang lain, sang Newbie juga berhadapan dengan Vendor itu sendiri, yang selain menyediakan product, dia juga aktif berjualan.

Komisi dari Bisnis affiliasi memang jauh lebih besar daripada sekedar jadi mitra iklan adsense. Tetapi, resikonya juga tidaklah ringan. Selain harus ditunjang ilmu marketing yang baik. Mereka juga harus punya strategi jitu agar dapat meraih penghasilan dari bisnis affiliasi.

Mungkin diantara pembaca ada yang penasaran, darimana saya tahu semua ini. Hehehehe... Khan, Pak Edi ini professinya adalah Trainer & Terapis. Kok mengulas mengenai Digital Marketing?

Sebagaimana sudah anda ketahui, bahwa kehidupan manusia itu punya banyak sisi. Jika Trainer dan Terapis adalah Professi saya, maka menulis di Blog dan juga blusukan di dunia digital marketing itu adalah Hobi. Jadi, apa yang saya tuliskan ini adalah hasil pengamatan langsung dari pengalaman saya selama beberapa tahun ini mempelajari dunia digital marketing. Cuman karena keterbatasan waktu dan tenaga, jadinya ya... sebatas newbie aja sih. Hahahaha...

Karena bagaimanapun juga, kegiatan saya di bidang training dan terapi juga sudah sangat padat. Jadi, ini hanyalah sekedar hobi untuk mengacak pola hidup agar tidak terlalu monoton. Dan saya ambil point-point pentingnya saja untuk menunjang Profesi saya sendiri di bidang Training pengembangan diri. Agar tidak sampai ketinggalan zaman.

Program Kemitraan NAQS DNA
Dalam rangka menyebarluaskan program NAQSDNA dan dalam rangka memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan kepada masyarakat.

NAQSDNA sejak tahun yang lalu juga sudah meluncurkan Program Kemitraan yang menggunakan system affiliasi. Hanya saja yang berhak mendaftar hanyalah Alumni Pelatihan dan siswa kelas premium saja. Jadi bersifat terbatas dan tidak terbuka untuk umum.

Mengingat Program Pelatihan NAQSDNA ini mengandung Program pembelajaran yang agak sensitif bagi masyarakat Umum, khusunya bagi yang masih kurang luas wawasan, pengetahuan, dan pengalamannya. Jadi perlu tenaga Marketer yang sudah betul-betul memahami PRODUCT KNOWLEDGE sajalah yang akan diterima.

Selain itu, untuk mengantisipasi celah kelemahan dari system membership affiliasi, saya juga meluncurkan program kemitraan dengan system Blog Marketing. Dimana Para Mitra diberi Duplicate Blog LandingPage sebagai media promosi yang dapat mereka kelola sendiri secara penuh.

Jika dalam system affiliasi, tugas affiliate hanya mendatangkan visitor. Sedangkan yang mengkonversi visitor menjadi Closing adalah Vendor. Maka dalam System Blog Marketing. Mitra diberi izin dan hak penuh untuk mengelola Calon member, Visitor, Traffic, Follow Up, Education, memberi informasi yang lebih detail, menjawab pertanyaan, Handling Objection, dll. hingga Closing. Dengan kata lain, sang Mitra punya kendali penuh dalam menjalankan tugasnya. Disini vendor hanya terima beres saja.

Dan kedepannya, kemungkinan saya juga akan mengembangkan system Website Replica Multi Subdomain. Karena Script websystem-nya saya sudah beli, cuman masih saya pelajari dan saya kaji lebih dalam. Jadi belum saya luncurkan untuk system ini. Karena suatu system yang cocok di tempat lain, belum tentu cocok di tempat saya. Demikian pertimbangannya.

*

Sampai disini, bagaimana Bisnis Affiliasi ini menurut pendapat anda? Apakah cukup menarik bagi anda?

Yang jelas, Walaupun Menjemput Rejeki Dengan Bisnis Affiliasi ini juga mengandung Celah dan kelemahan. Tidak berarti anda harus mundur bukan? Karena faktanya, sudah ribuan orang yang sukses dan mempunyai penghasilan hingga ratusan juta dari Bisnis Affiliasi atau Affiliate Marketing ini.

Mereka sudah membuktikannya, bagaimana dengan anda. Apakah hanya mau jadi penonton saja?

Demikian, ulasan saya kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda.



Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dirisejati.com )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Menjemput Rejeki Dengan Bisnis Affiliasi. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Menjemput Rejeki Dengan Bisnis Affiliasi Menjemput Rejeki Dengan Bisnis Affiliasi Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 13.27 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.