Menjadi Pribadi Pemenang

Mengapa ada orang yang suka tebar Hoax, mencari-cari kesalahan orang lain, Fitnah sana fitnah sini, memberitakan keburukan orang lain, selalu hadir di setiap status sosmed yang berisi pergunjingan membicarakan keburukan seseorang, dll.? Mengapa ada orang yang sangat kecanduan dengan hal-hal yang negatif seperti itu? Dan fenomena ini tidak hanya terjadi di era Perang Hoax yang menyemarakkan PILPRES 2019 ini saja.

Karena bagi orang-orang yang kecanduan perilaku seperti ini, iklim Kampanye PILPRES 2019 ini hanyalah sekedar menjadi ajang untuk mendompleng saja. Menjadi suatu kesempatan dan peluang emas untuk mengekspresikan emosi negatif, membuang sampah-sampah batin, sekaligus mencari kepuasan sesaat.

Ya, yang mereka Lakukan itu adalah tindakan untuk memperoleh RASA MENANG. Dengan cara membuat orang lain terlihat lebih buruk, lebih jahat, lebih rendah, dan lebih kotor dari diri mereka. Dengan berperilaku seperti itu, untuk sesaat mereka merasa bahwa dirinya lebih baik, lebih suci, lebih benar, lebih sukses, lebih pintar, lebih kaya, lebih berhasil, dll. Yang intinya adalah untuk merasakan Ledakan Hawa Kemenangan. Merasa diri menjadi seorang Pemenang Kehidupan.

Ledakan Emosi MERASA MENANG, Merasa Unggul, Merasa Bisa, Merasa Benar, dll. Getaran emosi inilah yang mereka cari. Dan mereka kecanduan akan hal ini, dan rela melakukan segala cara agar dapat merasakannya. Ini seperti orang yang sedang sangat Lapar dan sangat Haus, yang rela makan apa saja dan minum apa saja asalkan dapat hidup.

Untuk apa mereka melakukan itu?
Untuk membuat diri mereka merasa lebih Percaya Diri tentunya.

Karena Merasa Sukses, merasa berhasil, merasa bisa, dan Merasa Menang. Itu memang kondisi pikiran yang wajib ada jika kita ingin tegak berdiri dan mantap dalam melangkah di kehidupan ini.

Bayangkan, jika sebelum melangkah atau saat sedang melangkah. Yang memenuhi hati dan pikiran anda hanyalah rasa kekalahan dan kegagalan. Hasil akhirnya sudah dapat diramalkan bukan?

Itu sebabnya, State of Mind The Winner. Yaitu Kondisi Pikiran dan perasaan merasa menang, merasa bisa, merasa sukses, merasa kaya, merasa berhasil, dll. Itu sudah harus kita alami dan rasakan, bahkan seandainya kita masih dalam proses menuju apa yang menjadi impian kita.

Merasa Menang, tanpa harus menjadi Sombong. Tanpa Harus melakukan tindakan negatif, tanpa harus meremehkan, merendahkan, dan menghina orang lain. Tanpa Harus Menjadi Vampir Psikis yang baru bisa hidup dengan memakan dan menyedot energi orang lain. Tidak bisakah ini dilakukan?

Tentu saja bisa, dan inilah permainan Vibrasi yang seru untuk dimainkan dalam dunia nyata di kehidupan ini.

Dalam pepatah jawa ada kalimat nasehat begini. Ojo rumongso biso, tapi biso'o rumongso. Yang artinya, Jangan merasa bisa, tapi jadilah orang yang peka perasaannya, jadilah orang yang bisa merasa..

Tujuan nasehat tersebut adalah agar kita tidak menjadi pribadi yang congkak, angkuh, dan sombong. Tetapi menjadi pribadi yang rendah hati, walau punya segudang kemampuan.

Hanya saja, karena banyak orang yang salah tafsir dengan pepatah ini. Akhirnya malah kontraproduktif. Karena Takut jadi sombong, akhirmya malas belajar, malas jadi orang pintar, malas jadi punya kemahiran, dll.

Atau kalau sudah punya keahlian tertentu, jadinya tidak berani memperlihatkan. Malu berpromosi, malu menunjukkan kemampuan. Dll. Dengan Kata Lain, dia enggan melakukan Personal Branding. Enggan menginformasikan kepada orang lain akan kemampuan dirinya. Yang mana ini tentu saja tidak baik. Karena bisa jadi, banyak orang yang memerlukan jasa dan bantuannya. Tapi karena tidak tahu, akhirnya tidak tertolong. Dalam dunia bisnis, karir, dan profesi. Ini juga akan membuat karirnya mandeg, macet, stuck, dan tidak pernah naik jenjang.

Oleh sebab itu, kita Wajib Merasa bisa dan merasa menang. Tetapi tetap jadi orang yang rendah hati. Yang jika saya sesuaikan dengan redaksi pepatah jawa tadi, maka sekarang bunyinya adalah begini.

Rumongso Biso Lan Biso Rumongso.
Merasa Yakin dengan kemampuan diri sendiri dan mampu menjadi orang yang peka perasaannya.


Karena pada umumnya... Berdasarkan pengalaman saya di sosmed 5 tahunan yang lalu. Dimana saat itu saya termasuk orang yang suka berdiskusi dan bahkan berdebat dalam berbagai Forum. Dan saya amati, orang yang secara mental sudah kalah. Biasanya dia akan bicara Out Of The Topic (OOT), ngelantur, dan mulai berusaha menyerang pribadi. Mencari isu-isu dan berita negatif mengenai pribadi lawan bicara untuk disampaikan dalam forum. Dan tentu saja, ini tidak nyambung dengan isi diskusi. Dan hanya bersifat untuk menjatuhkan mental lawan.

Dari hal ini, dapat saya ambil hikmahnya.. bahwa pada umumnya. Pribadi-pribadi yang secara mental Telah Kalah. Biasanya Akan berusaha dengan berbagai cara, termasuk pakai cara kotor untuk menjatuhkan & menghinakan orang lain. Atau membuat fitnah agar orang lain terlihat rendah, sementara dirinya terlihat tinggi.

Semua itu dilakukan Sekedar untuk mengisi hatinya yang kosong. Sekedar untuk mengobati hatinya yang sudah kalah. Walaupun Rasa Kemenangan yang dia rasakan itu hanyalah suatu rasa kemenangan semu yang bersifat sementara.

Rasa Menang seperti ini, tentu saja tidak ada gunanya. Karena ini hanyalah suatu Rasa Menang Yang Palsu. Wajah asli dibalik topeng rasa menang itu hakikatnya adalah Wajah The Loser, wajah kekalahan dan kegagalan. Yang hanya akan memberikan Hasil berupa Kegagalan dalam hidupnya..

Nah...

Bagaimana Caranya menjadi pribadi pemenang?

Caranya sederhana :
  1. Hilangkan Konflik Diri, dan jadilah pribadi yang utuh.
  2. Bersihkan segala trauma dan muatan emosi negatif yang membebani memory. Halau Hantu masa lalu, dan jadilah pribadi yang selesai.
  3. Miliki Pandangan hidup yang luas, bersifat kesemestaan, Universal serta ekologis. Artinya, hidup itu jangan egois dan mementingkan diri sendiri. Perhatikan juga lingkungan dan alam.
  4. Miliki juga Pandangan yang mampu melampaui apa yang tampak di depan mata. Sehingga menjadi jeli dalam melihat peluang.
  5. Miliki Growth Mindset, Pola Pikir yang terus siap untuk bertumbuh, siap untuk berubah jadi lebih maju, dan selalu terbuka terhadap masukan yang positif dan produktif. Selalu terbuka terhadap kebenaran dan kenyataan baru yang lebih baik.
  6. Miliki keuletan mental, keteguhan hati, dan tahan banting. Berani hadapi setiap tantangan dan ujian kehidupan.
  7. Luwes / Fleksibel dalam menerapkan strategi untuk meraih impian. Ibarat gerak air, dia tidak ngotot harus membelah batu saat alirannya dihambat. Tapi dia bergerak memutari atau melampauinya.
  8. Sembodo, berani berkata juga berani melakukan.
  9. Legowo, ikhlas, pasrah, & tawakal. Jika sudah ikhtiar secara maksimal.
  10. Enjoying Life, mempunyai seni untuk menikmati hidup. Dengan gaya hidup yang menyenangkan dan memberdayakan diri.
  11. Mandiri ing Pribadi. Ikhlas menerima diri apa adanya, dan siap memikul tanggung jawab dirinya sendiri.
  12. Gabung pelatihan NAQSDNA. Simak infonya di : workshop.naqsdna.org | sabda.naqsdna.org | dojo.naqsdna.org |
  13. Tulisan ini jangan cuma dibaca, tapi renungken dan amalken. 😀😀

Siapa yang mampu mengamalkan, insya Allah Sakti Tanpo piranti, krenteg ati bakal dumadi.

Demikian, semoga manfaat.

Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dirisejati.com )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Menjadi Pribadi Pemenang. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Menjadi Pribadi Pemenang Menjadi Pribadi Pemenang Reviewed by Edi Sugianto on 03.21 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.