Mustika JADUG Bukan Azimat Kebal
Mustika JADUG Bukan Azimat Kebal: Media Jangkar Kesadaran dalam Sistem Energi JADUG
Dalam masyarakat Nusantara, istilah mustika atau azimat sering dikaitkan dengan benda bertuah yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu. Tidak sedikit pula yang menganggap mustika sebagai sumber kebal, pelindung dari gangguan, atau pemberi kesaktian.
Dalam konteks Ilmu JADUG, pemahaman tersebut perlu diluruskan.
Mustika JADUG bukan benda sakti yang bekerja sendiri.
Mustika JADUG adalah media fisik yang berfungsi sebagai jangkar psikologis dan energetik untuk membantu praktisi terkoneksi dengan sistem energi Ilmu JADUG yang telah dilatih secara sadar.
Apa Itu Mustika JADUG dalam Perspektif Sistem Kesadaran?
Dalam Sistem Ilmu JADUG, kekuatan tidak berasal dari benda.
Kekuatan berasal dari:
- Kesadaran yang terlatih
- Stabilitas Field
- Koherensi mental
- Latihan Hudlur (Presence)
Mustika berfungsi sebagai titik fokus. Sebagaimana tasbih membantu menjaga ritme dzikir, atau cincin menjadi simbol komitmen, Mustika JADUG berperan sebagai pengingat dan penguat niat kesadaran.
Dengan latihan dan kesadaran yang tertata, mustika menjadi jangkar yang membantu menjaga stabilitas Field.
Fungsi Mustika sebagai Jangkar Psikologis dan Energetik
Dalam psikologi modern dikenal konsep anchor (jangkar mental). Sebuah benda atau simbol dapat membantu seseorang mengingat kondisi batin tertentu yang pernah dilatih.
Dalam konteks JADUG, mustika berfungsi sebagai:
- Pengingat kondisi Presence
- Penstabil niat dan fokus
- Media simbolik keterhubungan dengan sistem latihan
- Penguat sugesti positif yang sadar
Namun yang bekerja tetap kesadaran praktisinya, bukan bendanya.
Mustika tidak menggantikan latihan. Mustika tidak menciptakan kekuatan secara otomatis.
Klarifikasi: Mustika JADUG Bukan Jimat Kebal
Penting ditegaskan secara terbuka:
- Mustika JADUG bukan jimat kebal.
- Tidak menjanjikan kebal 100%.
- Tidak menggantikan upaya medis, hukum, atau keamanan.
- Tidak memberikan kekuatan instan.
Ilmu JADUG menempatkan kebal sebagai hasil latihan kesadaran, bukan akibat kepemilikan benda. Kebal pun diposisikan sebagai jaga diri, bukan untuk pamer atau agresi.
Aspek Hukum dan Etika Publik
Dalam hukum positif Indonesia, yang dilarang bukanlah keyakinan pribadi atau simbol budaya, melainkan:
- Penipuan
- Klaim palsu untuk keuntungan
- Janji hasil mutlak tanpa dasar
- Praktik yang membahayakan orang lain
Karena itu, penting membedakan antara simbol budaya dan sarana latihan dengan klaim manipulatif yang menjanjikan hasil instan.
Mustika JADUG diposisikan sebagai media simbolik dan sarana pendukung latihan kesadaran, bukan objek yang memiliki kekuatan otonom. Tidak ada klaim hasil mutlak. Tidak ada jaminan kebal otomatis. Tidak ada janji kesaktian instan.
Mengapa Media Fisik Tetap Digunakan?
Secara budaya, manusia selalu menggunakan simbol untuk memperkuat makna.
- Bendera adalah kain, tetapi memiliki nilai simbolik.
- Cincin adalah logam, tetapi memiliki makna komitmen.
- Tasbih adalah benda, tetapi membantu menjaga fokus.
Demikian pula Mustika JADUG. Ia bukan sumber kekuatan, melainkan simbol pengingat sistem kesadaran.
Dalam Sistem JADUG, benda tidak diberi status sakral absolut. Yang sakral adalah kesadaran yang utuh.
Kesimpulan
Mustika JADUG bukan azimat kebal.
Mustika JADUG adalah media fisik yang berfungsi sebagai jangkar psikologis dan energetik untuk membantu praktisi menjaga koneksi dengan Sistem Energi JADUG yang telah dilatih secara sadar.
Kekuatan tidak berasal dari benda. Kekuatan berasal dari kesadaran.
Kesadaranlah yang bekerja.
Salam,
Abah Edi Sugianto
Gubes ILMU JADUG
••
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477

Terima Kasih sudah membaca Mustika JADUG Bukan Azimat Kebal. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
15.00
Rating:











Tidak ada komentar: