Tenaga Dalam Pengisian Vs Sinkronisasi Vs Mandiri

PENGISIAN Vs SINKRONISASI.

Tanya :
Apakah dalam pelatihan Metafisika di NAQSDNA pakai sistem pengisian?

Jawab :
NAQSDNA tidak mengenal sistem pengisian. Yang ada adalah sinkronisasi dan aktivasi.

Berikut ini perbedaannya.
Dalam sistem Pengisian, anda menerima power dalam bentuk jadi. Baik pola energi, kualitas, maupun kapasitasnya. Yang mana hal ini ditentukan oleh masing-masing guru.

Dalam sistem pengisian, power ilmu anda bersifat stagnan. Dia tidak bisa bertambah. Tapi bisa berkurang.

Sistem pengisian juga membuat suatu keilmuan harus dibagi dan dipecah-pecah dalam banyak tingkatan.

Sehingga konsekwensinya adalah, siswa perlu melakukan ritual tertentu secara periodik untuk melakukan recharging (isi ulang). Dan wajib mengikuti sesi pengisian lanjutan jika mau naik tingkat.

Sedangkan dalam sistem sinkronisasi dan aktivasi. Siswa hanya diberikan benih DNA energi sebagai Pola energi keilmuan. Sedangkan untuk menjadikannya semakin besar. Maka siswa wajib menumbuhkannya sendiri melalui suatu metode tertentu.

Kelebihan sistem ini adalah, power, kualitas, dan kapasitas ilmu siswa dapat bertumbuh semakin besar tanpa batas (Unlimited). Dan karena siswa sudah terlatih dalam menumbuhkan power. Maka, jika terjadi penurunan power akibat melanggar aturan ilmu. Siswa secara mandiri dapat memulihkan dirinya sendiri tanpa perlu bergantung pada guru.

Kesimpulannya :
Sistem pengisian, siswa terima jadi. Tapi power ilmunya dibatasi dan terbatas.
Sedangkan dalam sistem sinkronisasi, siswa wajib menumbuhkan sendiri power ilmunya. Dan itu bersifat bebas tanpa batas. Semakin rajin siswa dalam berlatih, maka semakin besar pula powernya.

Lalu mana yang lebih baik?

Ya, semua itu tergantung selera anda.

Begituu..

*

SINKRONISASI VS MANDIRI

Tanya :
Jika dalam sistem sinkronisasi dan aktivasi. Power keilmuan siswa ditumbuhkan sendiri oleh siswa. Lalu apa bedanya dengan berlatih secara mandiri tanpa bimbingan seorang guru?

Jawab :
Walau sifatnya ditumbuhkan sendiri, namun melalui suatu metode tertentu. Pertumbuhan ini juga dapat dipercepat sampai mencapai suatu level tertentu, sedemikian hingga sudah siap pakai dan siap digunakan.

Misalnya seperti melalui pelatihan Khusus selama 2 hari dalam Trance Immersion Workshop.

Dalam pelatihan ini, Power siswa ditingkatkan menggunakan dua Faktor pemercepat ( 2 Accelerator Factor ). Yaitu,

1. Resonansi Power dari Instruktur pengajar dan
2. Metode Latihan yang bersifat khusus.

Sehingga selesai workshop, ilmunya sudah siap pakai dan powernya bisa terus menerus ditingkatkan tanpa batas secara mandiri.

2 Hari pelatihan itu nilainya sama dengan anda latihan sendiri tanpa dibimbing oleh seorang guru selama 20 tahun.

Sudah tahu bedanya khan?

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dnasukses.com/2018/02/seni-kembali-ke-diri-sejati.html )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Tenaga Dalam Pengisian Vs Sinkronisasi Vs Mandiri . Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Tenaga Dalam Pengisian Vs Sinkronisasi Vs Mandiri Tenaga Dalam Pengisian Vs Sinkronisasi Vs Mandiri Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 19.16 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.