Benarkah Agama itu Gak Penting

Agama itu hanya urusan dunia, di akherat tidak ada agama. Yang penting itu perbuatannya bukan agamanya. Agama itu Gak penting, yang penting itu perilakunya. Demikianlah sebagian pendapat yang banyak beredar di dunia maya terkait dengan agama.

Dalam hal ini, izinkan saya untuk sekedar berbagi pendapat dan izinkan saya untuk memohon Maaf, karena saya tidak setuju jika ada pendapat yang menyatakan bahwa Agama & keyakinan itu hanya urusan dunia. Sedangkan di alam akherat, agama itu gak penting. Yang penting itu perbuatannya baik atau buruk. Penuh kasih ataukah penuh angkara, dll.

Sebagai Praktisi Mind Technology, Quantum, Metafisika, dan spiritualisme. Saya merasa orang yang berpendapat demikian itu kok sama sekali tidak tepat.

Dalam bagan Neurological Level Robert Dilts disebutkan bahwa amaliah atau perilaku & perbuatan, itu letaknya di bawah believe & Value. Yang artinya, baik ataukah buruk perilaku seseorang, itu sangat ditentukan oleh prinsip dan keyakinan yang dia miliki.

Jadi, apapun yang dia lakukan, itu bukanlah suatu kebetulan. Program pikiran yang menggerakkan perilaku seseorang, itu sangat ditentukan oleh meta program yang ada di dalam believe systemnya.

Dengan kata lain, dalam masa hidupnya di dunia ini. Agama, keyakinan, prinsip hidup, sistem nilai, & belief system seseorang itulah yang menjadi motor penggerak perbuatannya. Apakah dia suka berbuat baik dan penuh kasih ataukah suka berbuat buruk dan penuh angkara. Itu semua sangat ditentukan oleh sistem nilai yang dia anut.

Bahkan orang yang Atheis, agnostic, atau tidak percaya kepada Tuhan dan agama sekalipun. Dia juga punya keyakinan, prinsip hidup, sistem nilai, dan juga believe system yang mempengaruhinya dalam berkata, bertindak, dan berbuat.

Artinya, Tidak ada suatu Tindakan yang betul-betul dapat disebut sebagai suatu kebetulan. Hampir semua tindakan manusia dilakukan adalah berdasar program yang ada di dalam pikirannya.

Masih menganggap agama gak penting?
Maka Sadarilah bahwa Anggapan anda Itu juga masih termasuk ke dalam suatu keyakinan dan sistem nilai. Dengan kata lain, itu adalah ajaran dari keyakinan hidup anda. Itulah Agama anda. Itulah Jalan Hidup anda.

Lalu bagaimana dengan kehidupan akheratnya?

Sebagai analogi untuk menjelaskannya, maka disini saya akan menggunakan rumus yang ada dalam kajian ilmu Quantum sebagai pendekatan yang paling mendekati untuk menjelaskan dunia keruhanian.

Ilmu Quantum menyatakan bahwa hakikat alam semesta ini adalah energi. Dan setiap benda, itu punya getaran dan frekwensi uniknya masing-masing. Yang artinya, walau bahan dasar diri kita ini sama-sama energi. Tetapi boleh jadi secara esensi kita ini berbeda, beda getarannya, beda frekwensinya, beda pola energi medan magnetnya, dan beda pula nuansanya.

Generator energi manusia terletak di mind & heart. Terletak di pikiran dan hatinya. Demikian pula pola energi dan juga frekwensi getaran medan energi dirinya. Ditentukan pula oleh pikiran dan hatinya.

Setiap perkataan, perbuatan, dan tindakan itu menciptakan rekam jejak energi. Dan ini juga turut andil dalam membentuk pola energi seseorang.

Yang artinya, Mind, Heart, & Action, itu menentukan frekwensi unik masing-masing pribadi.

Agama, Keyakinan, & prinsip hidup adanya di aspek Mind & Heart. Sedangkan Perbuatan baik dan buruk adanya di aspek Action. Yang kesemuanya itu membentuk frekwensi unik dari masing-masing personal. Dan secara ruhani, menentukan ada dimana Maqom derajat Keruhanian seseorang.

Dalam rumus Quantum juga disebutkan, frekwensi yang senada akan cenderung saling tarik menarik dan berkumpul. Sedangkan frekwensi getaran yang berbeda akan cenderung terpisah dan saling tolak menolak.


Kesimpulannya :

Di alam akherat, atau di alam energi. Sesungguhnya manusia itu berkelompok-kelompok dan berbaris seperti Alur sungai. Yang sambung-menyambung sehingga ke sumber mata airnya masing-masing.

Ajaran agama memang hanya diperuntukkan untuk mengatur kehidupan duniawi kita agar berjalan dengan baik dan benar. Namun tidak hanya itu, Agama dan keyakinan kita, juga membentuk frekwensi ruhani kita. Yang sangat menentukan di barisan mana kita akan berdiri di akherat nanti.

Jadi, benarkah agama itu gak penting di akherat nanti?

Maka jawabannya adalah, ini bukanlah soal penting atau tidak penting. Juga bukan soal ada atau tidak ada. Karena Agama di akherat nanti bukan lagi ada dalam bentuk ajaran. Tetapi ada dalam bentuk FREKWENSI RUHANI.

Maka, pertanyaannya tidak lagi soal penting atau tidak penting. Bukan lagi soal ada atau tidak ada.

Tetapi Soal Ada di barisan (frekwensi) manakah RUH kita nanti di akherat?

Dan yakinkah kita bahwa Aliran sungai yang kita ikuti ini, nantinya dapat tersambung dengan Sumber dari segala sumber, Sang Mata Air Sejati, yaitu Tuhan.

Atau jangan-jangan selama ini kita sudah salah sambung...

Awas...
Jangan sampai masuk Gang Buntu.... hahahahaha....

*

Salam Kesadaran


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dnasukses.com/2018/02/seni-kembali-ke-diri-sejati.html )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Benarkah Agama itu Gak Penting. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Benarkah Agama itu Gak Penting Benarkah Agama itu Gak Penting Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 10.39 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.