Secondary Gain, Sang Pecinta Derita

Sekitar tahun 2010, saya pernah dimarahi bahkan kemudian diremove oleh seorang sahabat yang curhat di inbox FB. Karena kisahnya aku jadikan status FB. Padahal dalam kisah yang aku posting itu identitasnya sudah dirahasiakan. Alias sudah diganti dengan nama Alias. Bahkan beberapa nama tempat, pelaku, dll. Semuanya sudah dirahasiakan. Tetapi tetap saja dia marah.

Dalam kode etik hipnoterapis professional, memang rahasia klien harus dijaga. Hal ini hampir mirip dengan kode etik dalam dunia kedokteran. Semua rahasia klien harus ditutup rapat, dan tidak boleh di publish ke publik tanpa seizin klien.

Namun, jika yang dipublish hanya sekedar kisahnya saja. Tanpa menyebut siapa identitas asli klien dan juga hal-hal terkait yang bisa menjadi petunjuk akan jatidiri klien juga sudah dikaburkan sehingga tidak dapat dikenali lagi siapa Jatidiri Lakon yang ada dalam kisah. Sebenarnya hal ini dibolehkan.

Seorang professional ketika mempublish sesuatu. Tentunya juga bukan hanya karena sekedar iseng. Tetapi sudah tentu untuk suatu tujuan yang positif.

Karena diharapkan dengan adanya kisah tersebut, masyarakat luas dapat memperoleh Hikmahnya. Sehingga hal itu tidak sampai terjadi pada mereka atau teman dan keluarganya... Atau jika sudah terjadi, akhirnya jadi tahu apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalahnya.

PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK.
Dan sebaik-baik pengalaman buruk yang hendak dijadikan guru. Adalah lebih baik jika itu adalah pengalaman buruk orang lain.

Berbagi Kisah yang dapat memberi pencerahan, motivasi, dan juga inspirasi pada orang lain. Menurut saya ini juga suatu bentuk sedekah. Yang akan membuat Tabungan energi positifnya bertambah, dan dapat mengurangi Hutang Energi (Dosa/Karma buruk) dirinya. Sehingga, hal ini akan menjadi akselerator yang membuatnya segera terlepas dari belitan penderitaan.

Nah, jika seorang klien marah-marah seperti yang terjadi pada sahabat FB saya tadi, walaupun kisahnya sudah diatur sedemikian rupa agar jatidirinya tidak dikenali.

Hal ini menunjukkan, betapa berharganya MASALAH & DERITA itu bagi diri klien. Sedemikian berharganya, sampai dia enggan untuk berpisah dengannya dan tidak mau lepas darinya. Derita & Masalah ini seolah-olah seperti Permata mutiara yang sangat mahal harganya dan sangat bernilai baginya. Sehingga dia tidak sudi untuk berbagi dengan orang lain.

Ini aneh bukan?
Di satu sisi, dia ingin terbebas dari masalah. Tapi disisi yang lain, tanpa disadarinya ternyata dia sangat melekat dan sangat mencintai penderitaannya.

Ini persis seperti saat kita sedang menggaruk kulit kita yang sedang gatal. Disatu sisi, digaruk itu enak rasanya. Tapi disisi yang lain, menggaruk yang berlebihan dapat menimbulkan luka.


Dalam dunia hypnotherapy, kondisi ini disebut dengan Secondary Gain. Ada hal-hal tertentu dari penderitaan dan masalah itu yang menguntungkan bagi dirinya.

Secondary Gain adalah sebuah situasi dimana seseorang mendapatkan keuntungan atau manfaat lain ketika sedang mengalami sakit. Manfaat yang dimaksud misalnya mendapatkan perhatian lebih, terhindar dari satu tanggung jawab dll.

Contoh Kasus :
  • Klien yang suka dengan sesama jenis. Di satu sisi dia pengen sembuh normal, tapi disisi lain. Ada kenikmatan yang tidak dapat ditinggalkannya.
  • Klien yang sering mengalami kerasukan ketika akan ujian di sekolahnya. Di satu sisi dia pengen sembuh, tapi disisi lain, sakit kerasukannya itu dapat menjadi perisai baginya dari omelan orang tua, jika nilai ujiannya buruk.
  • dll.
Secondary Gain ini sifatnya sangat samar dan keberadaannya biasanya tidak disadari oleh klien. Hanya terapis yang tahu saat klien sedang terjebak pada dilema seperti ini.

Untuk menghilangkan Factor Secondary Gain yang membuat klien tanpa sadar jadi SANG PECINTA DERITA. Adalah dengan membuat klien secara sadar mengakui keberadaannya. Dan kemudian atas bimbingan terapis bersedia untuk dibantu menghilangkannya.

Tetapi jika klien menolak Realitas dirinya ini. Ya, sulit jadinya. Klien akan terjebak pada permasalahan yang tidak akan pernah ada ujungnya. Sehingga walau dia sudah terapi ke terapis manapun. Dia tidak akan pernah menemukan solusi atas masalahnya.

Itu sebabnya, salah satu Rule dalam praktek Hypnotherapy adalah : "Klien atas kesadarannya sendiri minta diterapi". Karena jika tidak ada kerja sama yang baik dari klien. Maka, hipnoterapis yang terhebat di duniapun akan menyerah untuk menanganinya.

Begitulah cara kerja dari Pikiran bawah sadar yang selalu mencoba memberikan apapun hasrat seseorang yang bisa membawa kenyamanan, kenikmatan, kesenangan, dll. walaupun itu dapat berakibat buruk bagi dirinya. Oleh sebab itu, jika kita tidak mengenal dengan baik Pikiran Bawah Sadar, maka kita akan menjadi Budak dari Pikiran kita sendiri. Yang akan membuat pertumbuhan sukses kita menjadi terhambat. Dan bahkan tidak akan pernah mengalami peningkatan dalam kualitas kehidupan kita.

Nah, jika anda saat ini sedang menghadapi suatu masalah yang seolah tiada akhirnya. Jangan-jangan, ada keuntungan yang tanpa sadar sangat anda nikmati dari masalah anda. Silahkan introspeksi diri, atau hubungi terapis terdekat.

Demikian, semoga manfaat.

Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dirisejati.com )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Secondary Gain, Sang Pecinta Derita. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Secondary Gain, Sang Pecinta Derita Secondary Gain, Sang Pecinta Derita Reviewed by Edi Sugianto on 22.03 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.