Bahaya Positive Thinking

Berfikir Positif itu tidaklah selalu baik,
sebagaimana berfikir negatif itu juga tidak selalu berarti buruk.

Panjul : Kita harus selalu berpikir positif dengan apapun yang terjadi...

Sodron : Sejak kapan kamu jajah dirimu dengan pikiranmu itu?

Panjul : ... maksudnya?

Sodron : Adalah Koplax jika kita mewajibkan pikiran harus berpikir POSITIVE THINKING dalam segala situasi yang dihadapi.

Contoh..
Seumpama kamu jalan sendirian di sebuah gang gelap, lalu di ujung gang tampak seorang lelaki gondrong berbadan besar bertattoo berwajah marah sambil memegang parang, kamu lebih pilih ‘berpikir positif’ atau ‘berpikir negatif’?

Contoh lagi, anak kamu asyik terus main Game tiap hari. Padahal besoknya dia ada ujian di sekolah. Nah, apakah kamu lebih memilih Positive Thinking atau apa?

Contoh lagi, kamu punya pacar yang dinas di luar pulau selama bertahun-tahun dan jarang pulang. Nah, apakah kamu yakin jika hanya bermodal positive thinking saja dan jarang menelfonnya, akan membuat dia tetap setia padamu?

Positive Thinking itu bagus, tetapi menjadi buruk ketika diterapkan dalam segala situasi tanpa disertai Kesadaran, Kewaspadaan, Mawas Diri, & introspeksi diri.

Dalam berumah tangga saja, Kalau tidak salah, pernah Rasulullah SAW menyatakan bahwa Cemburu adalah Tanda Cinta. Padahal Cemburu itu khan negatif thinking?

Tidak ada sesuatu yang diciptakan sia-sia di dunia ini. Termasuk lintasan pikiran yang negatif. Karena dia bisa menjadi semacam sinyal agar kita berhati-hati, waspada, dan mawas diri. Sehingga dapat merespon dengan lebih baik terhadap suatu kejadian.

Racun, jika tepat takarannya. Maka dia bisa jadi obat. Akan tetapi walaupun itu makanan yang sehat dan bergizi, jika dimakan berlebihan. Maka dia dapat menjadi racun bagi dirimu.

Memang Tidak dapat dipungkiri jika Positive Thinking merupakan cara bagi seseorang untuk menghadapi masalah kehidupan ataupun demi mencapai cita-cita yang diharapkan. Bahkan hampir semua motivator di dunia, termasuk juga saya melalui berbagai kesempatan. Juga selalu mengajak untuk terus menerus menjaga sikap yang optimis, Positive Thinking, dan meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

Hasil penelitian psikologi juga menemukan bahwa orang yang optimis lebih mudah untuk menikmati kehidupannya dan lebih sehat secara fisik.

Namun, penting juga untuk disadari dampak buruknya jika hanya memegangi pemikiran positif saja. Karena jika Positive Thinking ini terlalu berlebihan, tanpa melihat kenyataan yang ada, hal itu hanya akan membuat kita salah dalam melangkah.

There is an interesting scientific dispute about realism and optimism. Some find that very optimistic people have benign illusions about themselves. These people may think they have more control, or more skill, than they actually do. Others have found that optimistic people have a good handle on reality. The jury is still out. ~ Martin Seligman ~

Bahkan bapak Psikologi Positif; Martin Seligman juga menemukan bahwa optimisme dapat mencegah kita untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya. Dengan Kata Lain, Positive Thinking yang berlebihan dapat membuat pikiran kita tertipu dalam melihat kenyataan hidup.

Bahkan seringkalinya, banyak orang yang menjadikan Positive Thinking ini sekedar sebagai Obat Ajaib untuk lari dari kenyataan.

Dengan alasan Positive Thinking, mereka mengabaikan resiko dan kemungkinan buruk yang bakal terjadi.

Dengan alasan Positive Thinking, mereka enggan melakukan evaluasi dan introspeksi diri demi perbaikan kualitas hidupnya di masa yang akan datang.

Dan sebagai akibatnya, mereka ini menjadi tergagap dan terkaget-kaget ketika suatu saat mengalami masalah besar dalam kehidupannya. Bahkan tidak jarang, beberapa klien yang Konsultasi pada saya berkata demikian : "Saya sudah positive thinking, tetapi mengapa kesialan dan kegagalan selalu hadir dalam kehidupan saya?"

Aneh bukan? Sudah merasa positive Thinking dan sudah merasa memancarkan Getaran yang positif ke alam semesta. Tetapi Feedbacknya kok negatif? Ini khan tidak sesuai dengan Prinsip The Law of Attraction (LOA).

Inilah Bahaya Positive Thinking, jika dilakukan dalam Level kesadaran dan Vibrasi Force. Karena Bukan Hasil positif yang akan di dapatkan. Tetapi malah kehancuran. Akibat hidup tidak ada di alam kenyataan.

Mekanisme kerja alam semesta itu adil dan jujur apa adanya. JIka baik yang anda pancarkan, maka kebaikan pula yang akan anda dapatkan. Sebagaimana angin, yang hanya akan membawa bau sesuai dengan apa yang ada dari sumbernya. Jadi jangan harap angin akan membawa Bau yang Harum pada hidungmu, jika hanya kentut yang kau keluarkan.

Sahabat,
Segala sesuatu itu ada tempat dan proporsinya masing-masing. Itu sebabnya, di kelas Pelatihan NAQSDNA. Baik yang versi Free ataupun yang berbayar. Anda dikenalkan dengan Latihan Suwung, Hening, atau kembali ke titik Nol. Tujuan utamanya adalah agar pikiran anda terlatih untuk jernih dan dapat melihat segala sesuatu dengan apa adanya. Sehingga INTUISI anda semakin Tajam, dan dapat bertindak dengan Tepat sesuai dengan kenyataan yang ada..

Bagaimana menurut anda?

Monggo direnungkan.

Salam


Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com




Ps.
  • Info kelas Online Vibrasi, KLIK DI SINI ( https://www.dirisejati.com )
  • Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
  • Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0813 8141 1972
*

ads

Terima Kasih sudah membaca Bahaya Positive Thinking. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Bahaya Positive Thinking Bahaya Positive Thinking Reviewed by Edi Sugianto on 21.07 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.