ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 20 November 2013

Adi W Gunawan Menjawab Bengcu

Adi W Gunawan Menjawab Bengcu ini merupakan jawaban pak Adi W Gunawan di FB Fanspagenya terhadap tuduhan yang dilakukan oleh Bengcu. Yang telah menuduh pak Adi W Gunawan membual dan melakukan Penipuan Hipnotis.

Sebagaimana telah saya tulis dalam artikel "Ketika Adi W Gunawan & Yan Nurindra Dituduh Penipu", Bengcu telah menulis dua artikel mengenai pak Adi W Gunawan, yaitu :
  1. Bengcu Menggugat Bualan Hipnoanestesi Adi W Gunawan
  2. Bengcu Menggugat PENIPUAN Hypnobirthing Adi W Gunawan
Dan berikut ini merupakan jawaban pak Adi W Gunawan terhadap tuduhan Bengcu yang diposting tanggal 15 November 2013. Link https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151781756801938  :

Ada rekan yang bertanya pada saya, "Pak Adi, saya ada baca tulisan seseorang yang mengatakan bahwa hipnosis/hipnoterapi ini adalah semacam sulap tanpa trik alias bohong, bukan science tapi science fiction, dan banyak pernyataan lain yang menjelekkan hipnosis/hipnoterapi. Bagaimana tanggapan Bapak?"

"Ah.. biasa aja," jawab saya.

"Lho, bapak tidak marah atau tersinggung?" tanya rekan ini lagi.

"Nggak," jawab saya.

"Pernyataannya juga menyebut nama bapak dan beberapa nama trainer dan praktisi hipnosis/hipnoterapi di Indonesia. Kalau bapak tidak marah atau tersinggung, bisa jelaskan alasannya?" kejar rekan ini dengan penasaran.

Pemahaman masyarakat mengenai hipnosis/hipnoterapi tentunya sangat beragam bergantung dari data atau informasi yang ia miliki.

Sudah tentu kita perlu memaklumi bila ada orang yang bersikeras mengatakan hipnosis/hipnoterapi ini bohong, tidak benar, hanya tipuan belaka, tidak ilmiah, dsb. Semua ini menjelaskan pemahaman orang yang membuat pernyataan.

Saya ingat dulu waktu di awal karir saya sebagai hipnoterapis dan trainer, saya banyak mendapat pertanyaan, "Apa hipnosis/hipnoterapi menggunakan kuasa gelap atau magic?"

Saat ini sudah sangat jarang saya jumpai masyarakat yang mengajukan pertanyaan ini. Setiap hari saya menangani klien dengan beragam masalah. Dan klien-klien ini sudah punya pemahaman yang memadai mengenai hipnosis/hipnoterapi.

Ini semua berkat edukasi yang terus dilakukan oleh para trainer, praktisi, dan pemerhati hipnosis/hipnoterapi baik melalui pelatihan, artikel di blog/web, siaran radio atau televisi, buku, dll.

Memahami hipnosis/hipnoterapi secara benar tentu perlu waktu. Sumber informasi yang dijadikan acuan juga harus benar-benar valid. Banyak yang "tahu" hipnosis/hipnoterapi hanya melalui televisi yang menunjukkan stage hypnosis atau hipnosis untuk hiburan. Dari sini, orang yang salah belajar ini, melakukan generalisasi dan haqul yaqin itulah hipnosis/hipnoterapi.

Ada lagi yang "belajar" hanya dari membaca majalah atau koran, atau mendengar dari rekannya yang juga tidak mengerti hipnosis/hipnoterapi.

Ada lagi yang belajar dari buku-buku. Dan yang "keren" adalah yang belajar dari Google. Saking hebatnya "menguasai" hipnosis/hipnoterapi melalui Google, ia mendapat gelar khusus, yang membuat iri para trainer hipnoterapi top di Indonesia karena tidak punya gelar ini, yaitu G.CHt alias Google Certified Hypnotherapist... :)).

Sumber informasi paling akurat adalah jurnal yang berisi hasil riset di bidang hipnosis/hipnoterapi. Beberapa jurnal yang dapat djadikan acuan belajar antara lain :
  • International Journal Of Clinical & Experimental Hypnosis
  • The European Journal of Clinical Hypnosis
  • American Journal of Clinical Hypnosis
  • The Australian Journal of Clinical Hypnotherapy & Hypnosis
Selain jurnal, kita juga bisa menggunakan text book terbitan universitas ternama sebagai acuan kita.

Hipnosis/hipnoterapi telah diterima dan diakui oleh British Medical Association thn 1955, American Medical Association thn 1958, dan oleh American Psychological Association (APA) di thn 1960. Hipnosis untuk aplikasi klinis adalah divisi ke 30, dari total 56 divisi yang ada di APA saat ini.

Jadi, daripada berdebat dengan orang yang belum mengerti, menghabiskan waktu dan energi, saya lebih memilih fokus menulis artikel, melakukan riset, dan membantu klien mengatasi masalah mereka.

Saya juga ingat beberapa tahun lalu seorang sahabat karib saya menelpon saya dan berkata, "Pak Adi, Anda jangan sembarangan mengajarkan ilmu sesat. Ini bertentangan dengan agama. Segeralah kembali ke jalan yang benar."

"Lho, saya ini sudah kembali ke jalan yang benar. Itu sebabnya saya menulis buku hipnosis, hipnoterapi, dan memberi pelatihan hipnoterapi. Dulu saya tersesat karena berpikir dan yakin hipnosis/hinoterapi adalah ilmu sesat," jawab saya.

Sahabat ini rupanya mendengar saya mempraktikkan hipnoterapi dan juga menulis buku. Jadi ia bermaksud baik ingin "menyelamatkan" saya agar bisa kembali ke jalan yang benar.

"Saya ini praktisi dan juga penulis buku. Tentu saya sangat menguasai materi ini. Bila ingin diskusi dengan saya mengenai topik hipnosis/hipnoterapi, minimal Anda punya pengetahuan yang cukup. Apakah Anda sudah baca buku saya?" tanya saya.

"Belum," jawab sahabat ini.

Saya katakan, "Ini saya beri 20 judul buku terbitan luar negeri dan juga jurnal hipnosis/hipnoterapi. Anda beli dan baca semuanya. Pahami dengan benar isinya, baru setelah itu kita jumpa untuk diskusi."

Sekarang, sahabat ini berhasil saya sesatkan ke jalan yang benar. Ia kini adalah penggemar hipnosis/hipnoterapi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia pikiran.

Bagaimana menurut Anda?